Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Yudas Iskariot - Hidup Katolik

Yudas Iskariot

Jumat, 29 Maret 2013 17:23 WIB
Yudas Iskariot
[michelledastier.org]

Romo, sejak kecil saya mendengar bahwa Yudas Iskariot mati bunuh diri karena menyesal bahwa dia telah mengkhianati Yesus. Tetapi baru-baru ini saya membaca Kis 1:15-20 yang mengatakan bahwa Yudas mati karena “jatuh tertelungkup dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.” Manakah yang benar, Yudas bunuh diri atau kecelakaan? Mohon penjelasan.

Andreas Sudargo, Jakarta

Pertama, memang ada dua kisah tentang kematian Yudas (Mat 27:3-9 dan Kis 1:16-19). Rincian dari kedua kisah itu sangat berbeda satu dengan lainnya dan sulit sekali didamaikan.

Berhadapan dengan fakta ini, kita diingatkan bahwa Kitab Suci kita bukanlah sebuah laporan historis tentang peristiwa-peristiwa, tetapi sebuah ungkapan iman yang tetap didasarkan pada data historis sebagai substansinya. Dari kedua kisah itu, bisa dipastikan bahwa Yudas, yang mengkhianati Yesus, mengalami kematian yang tak wajar, terhina, akibat pengkhianatannya.

Kedua, kisah kematian Yudas dalam Kisah Para Rasul sangat mungkin didasarkan pada jenis sastra khusus kisah tentang kematian-kematian tak wajar dalam Perjanjian Lama. Jenis sastra ini mengisahkan kematian para pendosa atau musuh Allah yang melawan rencana ilahi. Contoh kisah ini bisa dibaca pada Keb 4:18-19: ”mereka ditertawakan Tuhan. Sesudahnya mereka menjadi mayat terhina, dan di tengah-tengah orang mati menjadi buah cemooh selama-lamanya. Terpelanting tak bersuara mereka dicampakkan Tuhan, dan digoyahkan dari dasardasarnya. Mereka akan dimusnahkan sama sekali, dan akan berada dalam sengsara. Maka kenangan kepada mereka akan lenyap.”

Perlu diingat bahwa pada zaman dulu, sangatlah penting memberikan pemakaman yang layak untuk orang meninggal. Tidak ada nista yang lebih besar dan mengerikan daripada seorang yang meninggal dan jenazahnya tidak dimakamkan. Inilah akhir hidup yang mengerikan dari seorang pendosa atau orang yang melawan Allah.

Jelas sekali bahwa uraian Petrus dalam Kis 1:16-19 merujuk ke Keb 4:19. Apa yang diuraikan dalam Kitab Kebijaksanaan terpenuhi dalam kematian Yudas yang sangat mengerikan: ”menjadi mayat terhina” (karena tidak bisa dimakamkan); ”buah cemooh selama-lamanya” (diketahui oleh semua penduduk Yerusalem); ”terpelanting tak bersuara” (jatuh tertelungkup dan perutnya terbelah).

Kita bisa menyimpulkan bahwa kisah kematian Yudas ini adalah ceritera yang disebarkan oleh orang-orang Kristiani pertama, yang kemudian dilebih-lebihkan, dan didasarkan pada Kitab Kebijaksanaan.

Ketiga, Matius adalah satu-satunya penginjil yang menceriterakan akhir hidup Yudas. Ada kejanggalan yang patut disimak. Dikatakan bahwa karena menyesal, Yudas mengembalikan uang itu kepada para imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi di Bait Suci (27:3). Padahal sebelumnya dikatakan bahwa para imam dan tua-tua bangsa Yahudi itu bertemu di rumah Pontius Pilatus. Dari fakta ini bisa disimpulkan, kisah ini aslinya tidak berasal dari kisah tradisional tentang sengsara Yesus. Kisah ini ditambahkan kemudian oleh Matius karena alasan tertentu.

Matius menulis Injilnya untuk orang-orang Yahudi. Misi utama Matius ialah menekankan bukti-bukti bahwa Yesus adalah Mesias yang telah dinantikan oleh orang Yahudi. Karena itu Matius menekankan ciri-ciri Yesus sebagai Raja seperti Daud, dan bahwa Yesus adalah Daud baru. Hal ini ditekankan oleh Matius dari sejak kelahiran sampai pada saat kematian Yesus, termasuk cara kematian Yudas.

Cara kematian Yudas, sahabat baik Yesus, dilukiskan mirip dengan cara kematian Ahitofel, sahabat baik Daud (2 Sam 17:23). Kepada Ahitofel, Daud mempercayakan banyak rahasia kerajaannya. Tetapi ketika musuh-musuh Daud bersekongkol untuk membunuh Daud, ternyata Ahitofel mengkhianati Daud dan berpihak pada musuh-musuh Daud. Karena gagal, Ahitofel menyesal dan menggantung diri.

Jadi, Matius tidak bermaksud menyajikan data historis tentang nasib Yudas. Dengan kisah kematian Yudas, Matius hendak mewartakan Yesus sebagai Daud Baru, Mesias yang dinantikan orang Israel.


Penulis:
Dr Petrus Maria Handoko CM




Kunjungan: 3228
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com