Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Problematika Dasar Pastoral Keluarga - Hidup Katolik

Problematika Dasar Pastoral Keluarga

Minggu, 10 April 2011 20:09 WIB
Problematika Dasar Pastoral Keluarga
HIDUP/A. Nendro Saputro
Mgr Michael Cosmas Angkur OFM

Kata kunci problematika dasar dari pelaksanaan pastoral keluarga Gereja Katolik di Indonesia saat ini adalah belum adanya koordinasi dan sinergi.


Demikian ditegaskan oleh Ketua Komisi Keluarga KWI Mgr Michael Cosmas Angkur OFM, saat ditemui A. Nendro Saputro dari HIDUP di ruang kerja Keuskupan Bogor, Senin 21/2. Berikut petikannya:

Apa problematika dasar pastoral keluarga di Indonesia saat ini?

Di satu sisi, unsur kebutuhan pastoral keluarga, pelaksana, dan sarana yang akan dipakai belum berpadu. Gereja belum maksimal memberikan pendampingan, asuhan, dan arahan kepada keluarga. Gereja juga belum memiliki cara yang tepat serta alat yang memadai dalam mendampingi keluarga menghadapi tantangan global yang sedang merebak.

Di lain sisi, keluarga juga belum paham betul akan nilai-nilai hidup berkeluarga. Mereka tidak sadar dengan adanya masalah yang sedang menghantui mereka. Padahal, keluarga merupakan tempat persemaian nilai hidup dan kekatolikan yang sangat penting.

Selain itu, Gereja Katolik Indonesia juga memiliki wilayah yang luas dengan keragaman kondisi keluarga dan masalahnya. Dengan keanekaragaman tersebut, tiap-tiap keuskupan tentu menghadapi situasi keluarga yang beragam pula.

Apa saja tantangan pelaksanaan pastoral keluarga dewasa ini?

Pelaksanaan pastoral keluarga saat ini masih belum maksimal. Jika ada pendampingan, biasanya tidak kontinyu dan programnya tidak berkesinambungan. Pendampingan yang sudah berjalan masih sebatas pada Kursus Persiapan Perkawinan (KPP).

Sedangkan tenaga terampil yang khusus menangani pastoral pendampingan keluarga juga masih kurang. Buku-buku pegangan, pedoman, dan referensi masih terbatas. Kalaupun ada, buku tersebut kadang tidak dibaca dan dimanfaatkan.

Keprihatinan konkret terkait pelaksanaan pastoral keluarga saat ini?

Keprihatinan yang mendasar saat ini adalah tentang buku pedoman. Pada tahun 1975, KWI telah mengeluarkan buku pedoman. Namun, pedoman tersebut tidak lagi dapat menjawab persoalan zaman ini. Oleh karena itu, Sidang KWI 2008 telah mengeluarkan keputusan untuk menerbitkan buku pastoral keluarga yang baru. Kemudian, Komisi Keluarga KWI telah menyusun dan menerbitkan buku tersebut. Buku pedoman tersebut memuat tentang panggilan dan perutusan keluarga, problematika keluarga, dan arah pemecahannya, praktik pastoral keluarga, dan imbauan serta harapan Gereja.

Kurangnya persiapan dini bagi kaum muda dalam menghadapi hidup berkeluarga juga merupakan keprihatinan tersendiri. KPP dipandang hanya sebatas sebagai syarat bagi pasangan yang akan menikah. Di banyak tempat, penyelidikan kanonik tidak dilaksanakan secara serius. Habis KPP, para pasangan muda juga dihadapkan pada biaya perkawinan yang kadang mahal.

Belum adanya perhatian dan penanganan khusus bagi umat yang akan menjalani kawin campur juga merupakan keprihatinan. Saat ini, peserta KPP digabung semua, padahal pesertanya banyak juga yang beragama lain.

Belum lagi masalah pendampingan berkelanjutan yang dirasa masih kurang. Pendampingan yang sudah dilaksanakan masih sebatas perayaan ulang tahun perkawinan saja. Sedangkan menyangkut pendidikan iman dan moral anak dalam keluarga juga perlu menjadi perhatian semua pihak, terutama orangtua.

Harapan Komisi Keluarga KWI terhadap keprihatinan tersebut?

Penanggung jawab dan pelaksana pastoral keluarga dapat memanfaatkan buku pedoman yang baru bagi pelaksanaan pastoralnya. Masalah-masalah yang belum termuat dan masih perlu dikembangkan dalam buku pedoman tersebut, rencananya akan diterbitkan dalam buku serial tersendiri.

Pasangan kawin campur idealnya didampingi secara khusus sejak mulai persiapan dan setelah perkawinannya. Karena persoalan zaman ini semakin berkembang, maka pastoral keluarga sangat dibutuhkan untuk mendampingi keluarga, supaya nilai-nilai kristiani dalam hidup berkeluarga, yaitu menghadirkan cinta kasih Allah dapat terpenuhi.

Persoalan konkret yang beragam perlu ditangani secara koordinatif dan sinergis oleh para penanggung jawab dan pelaksana pastoral keluarga.


Antonius Nendro Saputro




Kunjungan: 1169
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com