Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Penerbit Sekuler Masuk ke Agama - Hidup Katolik

Penerbit Sekuler Masuk ke Agama

Rabu, 8 Juni 2011 20:03 WIB
Penerbit Sekuler Masuk ke Agama
HIDUP/Yohanes Prayogo
Toko Buku Obor di Jl Gunung Sahari Jakarta

Awalnya, Penerbit Kanisius Yogyakarta hanya menerbitkan buku-buku pelajaran untuk intern Sekolah Kanisius. Belakangan, penerbit ini merambah ke buku pertanian dan buku umum.


Kebalikan dari Kanisius, ada pula penerbit buku sekuler, yang kemudian justru tertarik ke buku-buku Katolik, atau minimal yang ”berbau Katolik”. Trend ini dimulai ketika Penerbit Serambi Ilmu Semesta menerbitkan terjemahan bahasa Indonesia novel laris Dan Brown, The Da Vinci Code, pada 2004. Sejak itulah penerbit besar yang sebelumnya dikenal sebagai penerbit umum (sekuler), merambah ke bidang keagamaan, termasuk Katolik. PT Gramedia Pustaka Utama (GPU) pun kemudian menerbitkan terjemahan Bahasa Indonesia Injil Yudas (The Gospel of Judas). Meskipun Injil Yudas tidak terlalu sukses di pasaran, GPU tetap menerbitkan buku-buku Katolik atau buku-buku yang ”berbau Katolik”.

Dalam situs www.gramediashop.com/search/book/Katolik/, akan tampak judul-judul buku Katolik terbitan GPU, buku-buku Bina Iman dan Pelajaran Agama Katolik terbitan Grasindo, salah satu anak perusahaan GPU. Kelebihan penerbit sekuler, dibanding dengan penerbit milik Gereja adalah, mereka berani menerbitkan judul-judul seperti Injil Yudas, Kardinal Rahasia, Sejarah Gelap Para Paus – Kejahatan, Pembunuhan dan Korupsi di Vatikan, dll. Jelas bahwa target pembaca buku-buku tersebut bukan umat Katolik, melainkan pembaca umum yang tertarik mengetahui ”Sejarah Gelap” Gereja Katolik. Siasat ini dipelajari dari meledaknya terjemahan novel The Da Vinci Code, yang diterbitkan oleh Serambi Ilmu Semesta.

Selain Kelompok Gramedia, Kelompok Agromedia juga ikut tertarik menerbitkan buku-buku Katolik. Kalau kita klik ke Visi Media, kemudian masuk ke kategori agama, kemudian masuk lagi ke Kristen, maka akan tampil judul: Ibu Teresa: Secret Fire; Rahasia-Rahasia Vatikan; Gereja Impian: Menjadi Gereja yang Berpengaruh; dll. Awal Visi Media tertarik ke buku-buku Kristen (Katolik dan Protestan), dilatarbelakangi oleh fenomena Kelompok Persekutuan Doa yang tumbuh menjamur di kalangan Kristen Protestan dan Katolik. Dalam kelompok diketahui ada beberapa selebriti, yang punya fans cukup besar. Maka, dibuatlah rumus: (1) tema yang sedikit ada karismatiknya; (2) ditulis oleh selebriti. Rumus ini ternyata juga tidak terlalu diterima pasar.

Pertimbangan penerbit sekuler ikut menerbitkan buku-buku tentang kekatolikan, pertama-tama hanya sekadar pertimbangan bisnis. Tak ada tuntutan pertimbangan ”pewartaan”. Judul-judul seperti ”Rahasia Vatikan” yang mereka harapkan bisa menjadi ”tambang uang”, ternyata tidak sesuai dengan harapan mereka. Pembaca buku Indonesia, termasuk dari kalangan Muslim, ternyata sudah cukup cerdas. Meledaknya The Da Vinci Code, pertama-tama karena di pasar global buku ini sudah laris manis. Maka, judul-judul menarik seperti ”Rahasia Vatikan” tetap tak ada artinya dibanding Harry Potter, Ayat-ayat Cinta, dan Laskar Pelangi.


F. Rahardi




Kunjungan: 1649
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com