Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Biarawati Abdi Kristus (AK): Suster Abdi Dalem Sang Kristus - Hidup Katolik

Biarawati Abdi Kristus (AK):
Suster Abdi Dalem Sang Kristus

Jumat, 10 Juni 2011 20:02 WIB
Biarawati Abdi Kristus (AK): <br>Suster Abdi Dalem Sang Kristus
[Dok Suster AK]
Para suster AK tetap ceria dalam menghayati panggilan dalam kesederhanaan dan kesahajaan hidup serta karya.

HIDUPKATOLIK.com - Saat didirikan, kongregasi ini memiliki nama dalam bahasa Jawa, “Abdi Dalem Sang Kristus” (ADSK). Bahasa Jawa pun menjadi keseharian mereka.


Pada 29 Juni 1938 di Ambarawa, Jawa Te­­ngah, Vikaris Apostolik Batavia Mgr Petrus Johannes Willekens SJ mendirikan kongregasi ini. Kongregasi ini mendapat izin dari Kongregasi Suci Penyebar Iman (Sacra Congregatio de Propaganda Fide) pada 3 Desember 1937. Kongregasi ADSK didirikan dengan tujuan ikut serta mengakarkan iman kristiani dalam budaya lokal, baik lewat hidup kongregasi maupun lewat karya-karyanya.

Hamba Allah

Kongregasi ini memiliki spiritualitas “Maria Hamba Allah” dengan kharisma “kesederhanaan iman”. Kongregasi ingin mempersembahkan diri secara total kepada Allah dan karya penyelamatan-Nya seturut teladan Bunda Maria Hamba Allah, sebagai jalan pengudusan dan pengabdian setiap anggota. Maria Hamba Allah menjadi pelindung pertama dan pola hidup kongregasi. Sedangkan, pelindung kedua adalah St Theresia dari Kanak-kanak Yesus. Melalui St Theresia dari Kanak-kanak Yesus, kongregasi ini belajar menghayati panggilan dalam kesederhanaan dan kesahajaan hidup dan karya.

Lambang kongregasi berupa “salib berbentuk jangkar” yang bertuliskan Ecce Ancilla Domini (dalam kesederhanaan iman menyerahkan diri seutuhnya kepada kuasa Salib yang menyelamatkan) sebagai tanda pengakuan iman kongregasi. Kongregasi ini memiliki semboyan “Pada-Mu ya Tuhan aku berharap” (Mazmur 38:16).

Dari Batavia

Mgr Willekens, pendiri Kongregasi ADSK, lahir di Reusel, Brabant Utara, Be­­landa pada 6 Desember 1881. Ia ditahbiskan se­­bagai imam Yesuit pada 24 Agustus 1915 di Maastricht. Ia pernah bertugas sebagai Rektor dan Pemimpin Novis di Mariendaal, Brabant Utara, Konsultor Provinsial Yesuit Belanda, dan Visitator Regularis Yesuit untuk misi di Jawa.

Mgr Willekens menjabat sebagai Vikaris Apostolik Batavia sejak 23 Juli 1934, dan menerima tahbisan uskup di Katedral Batavia (sekarang Jakarta) pada 3 Oktober 1934. Ia memiliki wilayah penggembalaan yang sekarang menjadi Keuskupan Agung Jakarta, Bogor, dan Semarang.

Pandangannya melintas jauh ke depan. Cita-citanya luhur, yakni agar Tuhan semakin dimuliakan dan dicintai banyak orang. Orang-orang pribumi dan kebudayaannya harus maju dan berkembang. Iman kristiani harus tumbuh dengan wajah lokal. Hal inilah yang mendasari pemikirannya mendirikan tempat pendidikan calon imam dan biarawati pribumi. Maka, pada 1936, ia membuka rumah pembinaan calon imam Diosesan untuk Vikariat Batavia, yaitu Seminari Tinggi St Paulus di Muntilan. Dan pada 1938, ia mendirikan Kongregasi Biarawati ADSK.

Masa awal

Mgr Willekens meminta bantuan Tarekat Suster St Fransiskus dari Heythuysen (OSF) di Semarang untuk mendidik para calon suster pribumi. Para suster pertama didampingi Sr Magdalena Oosthout OSF sebagai pemimpin-perintis dan Sr Seraphica Soemardilah OSF sebagai pemimpin pendidikan para calon.

Mgr Willekens mempunyai harapan, agar para anggota kongregasi yang baru ini mampu hidup menurut budaya lokal dan melayani sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ia juga berharap agar para suster ini mampu memberi pelayanan kepada masyarakat kecil, terutama di pelosok desa dengan mengutamakan pelayanan kepada pe­­rempuan muda.

Benih panggilan yang telah disebar pun tak sia-sia. Tujuh gadis mengawali perjalanan kongregasi ini. Mereka adalah Sr M. Xaveria, Sr M. Antonia, Sr M. Yosephien, Sr Maria, Sr M. Elisabeth, Sr M. Fransiska, dan Sr M. Margare­­tha. Dari tujuh suste­­r pe­­rtama ini, tiga di antaranya masih be­­rkarya da lam ke­­rasulan doa hingga saat ini, yakni Sr M. Xave­­ria, Sr M. Antonia, dan Sr M. Yose­­phie­­n.

Para suste­­r pe­­rtama ini hidup dalam situasi pe­­rang, me­­ngungsi, dan be­­rpindah-pindah rumah. Dalam situasi sulit, para suste­­r be­­rusaha hidup mandiri untuk me­­nghidupi anak-anak yatim piatu yang me­­re­­ka asuh. Para suste­­r me­­ncari nafkah tambahan de­­ngan usaha ke­­cil, se­­pe­­rti me­­mbuat dan me­­njual ikan asin, makanan ringan, dan mainan anak-anak. Para suste­­r juga me­­mbantu para pe­­juang ke­­me­­rde­­kaan de­­ngan te­­rlibat di dapur umum, me­­rawat pe­­juang yang te­­rluka, dan me­­njahit pakaian.

Mandiri

Pada 1945, kongre­­gasi le­­pas dari Suste­­r OSF. Kongre­­gasi mulai mandiri. Sr M. Xaveria me­­njadi Pe­­mimpin Umum pe­­rtama Kongre­­gasi ADSK. Kongre­­gasi pun mulai me­mikirkan te­­mpat tinggal se­­ndiri, hingga me­­ne­­mukan tanah di Ungaran. Tahun 1954, rumah biara mulai dibangun de­­ngan bantuan banyak pihak. Saat se­­bagian bangunan te­­lah se­­le­­sai, para suste­­r ADSK dan anak-anak yatim piatu pindah dari Ambarawa ke­­ Ungaran pada 22 Juli 1955. Inilah babak baru pe­­rjalanan dan pe­­rjuangan hidup kongre­­gasi. Pe­­ndirian rumah biara pusat di Ungaran se­­makin me­­mantapkan karya kongre­­gasi.

Kongre­­gasi pun te­­rus be­­rke­­mbang dan me­­luaskan dae­­rah pe­­layanan, se­­rta me­­nambah karya ke­­rasulan. Pada rapat De­­wan Pimpinan Umum, 15 Fe­­bruari 1970, diputuskan nama Kongre­­gasi ADSK diganti me­­njadi AK (Abdi Kristus). Saat ini, anggota Kongre­­gasi AK be­­rjumlah 153 suste­­r (data pe­­r Mare­­t 2011). Me­­re­­ka be­­rkarya di 27
komunitas yang te­­rse­bar di se­­mbilan ke­­uskupan di Indone­­sia, yaitu Se­­marang, Malang, Surabaya, De­­npasar, Palangka Raya, Pangkalpinang, Timika, Bogor, dan Jakarta. Kini, De­­wan Pimpinan Umum Kongre­­gasi AK masa bakti 2008-2014 adalah Sr M. Lisie­ux AK (Pe­­mimpin Umum), Sr M. Be­­rnade­­tti AK, Sr M. Dionisia AK, Sr M. Borrome­­a AK, dan Sr M. Immacullatie­­n AK.

Karya

Suste­­r-suste­­r AK be­­rkarya di le­­mbaga milik se­ndiri (Kongre­­gasi dan Yayasan Santa Maria Abdi Kristus ) , se­­rta be­­ke­­rja di yayasan /le­­mbaga lain. Bidang karya pe­­layanan me­­liputi pe­­ndidikan yang me­­liputi pe­­ndidikan anak usia dini (PAUD), TK, SD, SMP, dan SMK. Karya sosial be­­rupa asrama dan panti asuhan. Di bidang ke­­se­­hatan, suste­­r AK be­­rkarya me­lalui balai pe­­ngobatan dan rumah be­­rsalin. Me­re­­ka juga be­­rkarya pastoral dan be­­ke­­rja di rumah re­­tre­t. Para suste­­r AK juga hidup de­­ngan usaha komunitas se­­pe­­rti
”industri rumah” yang me­­ngolah sirup, te­­lur asin, minuman se­­hat, dan se­­bagainya. Me­­re­­ka juga be­­rke­­bun dan me­­mbuat ke­­rajinan tangan .

Karya pe­­layanan Kongre­­gasi AK se­­lalu me­ngupayakan ke­­mandirian dan ke­­rjasama de­­ngan be­rbagai pihak, se­­pe­­rti de­­ngan Le­­mbaga Pe­­ndampingan Usaha Buruh, Tani dan Ne­­layan (LPUBTN) Ke­­uskupan Agung Se­­marang yang me­­manfaatkan dan me­­ngolah lahan. Karya ini juga se­­bagai sarana me­­mbe­­rdayakan masyarakat. Pe­­ngolahan dan pe­nge­­mbangan tanah te­­lah dimulai di Novisiat Suste­r AK di Ge­­danganak, Ungaran pada Juli 2010.

Se­­lain itu, para suste­­r AK juga te­­rlibat dalam pe­­ndampingan para korban pasca be­­ncana le­­tusan Gunung Me­­rapi. Pada akhir 2010, komunitas Suste­r AK di Sumbe­­r, Muntilan yang se­­mula be­­rkarya pe­­layanan rumah re­­tre­­t, me­­njadi komunitas darurat yang melayani masyarakat pasca e­­rupsi Me­­rapi.

Berkarya Bersama Suster AK

Syarat :
• Perempuan Katolik, telah dibaptis minimal dua tahun
• Usia minimal 20 tahun
• Pendidikan minimal lulus SLTA/sederajat
• Mempunyai keinginan menjadi biarawati
• Tidak terikat dengan lembaga bakti lain
• Mampu hidup bersama
• Dinyatakan lulus seleksi penerimaan calon biarawati

Hubungi :
• Biara Pusat Suster AK
Jl Diponegoro 741
Ungaran – Jawa Tengah 50511
Telp (024) 6924754 Fax. (024) 6924753
email:akgeneralat@yahoo.com

• Postulat-Novisiat AK St Theresia
Jl Tentara Pelajar, Gedanganak
Ungaran 50519
Telp (024) 6921141
email:aknovisiat@yahoo.co.id


Penulis: Sr M. Bertha AK




Kunjungan: 3713
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com