Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Ignatius Tari MSF:Bolehkah Menikahi Janda Cerai? - Hidup Katolik

Ignatius Tari MSF:
Bolehkah Menikahi Janda Cerai?

Selasa, 21 Juni 2011 17:37 WIB
Ignatius Tari MSF:<br>Bolehkah Menikahi Janda Cerai?
HIDUP/A. Nendro Saputro
Ignatius Tari MSF Ketua Komisi Kerasulan Keluarga KAJ

Pengasuh yang terkasih. Saya, pria Katolik lajang berumur 35 tahun. Saya beberapa kali berpacaran dengan pemudi-pemudi Katolik, tetapi tidak ada yang mau menikah dengan saya. Mungkin karena saya miskin dan penghasilan saya tidak menentu. Syukurlah, dalam tiga tahun terakhir ini ada seorang wanita penjual kain di pasar yang sangat saya cintai dan dia juga mencintai saya. Wanita itu mau menikah dengan saya, asal ia boleh tetap beragama Islam. Wanita itu adalah janda cerai yang dulu menikah dan bercerai secara Islam dengan seorang pria Islam. Mohon saran dan pertimbangan.

Anton, Bandung

Mas Anton yang terkasih, terima kasih atas keterbukaan Anda. Sekarang ini, Mas Anton sangat mencintai seorang perempuan yang juga mencintai Mas Anton kemudian ingin menikah dengan dia. Berikut ini saran dan pertimbangan saya.

Pertama, perkawinan pada dasarnya merupakan kesepakatan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan untuk membangun kebersamaan seluruh hidup. Kebersamaan tersebut tentu saja bermaksud dan terarah pada kesejahteraan keduanya. Karena semua orang mempunyai hak untuk menikah dengan siapa dia mencintai, maka secara mendasar Mas Anton bisa menikah dengan perempuan yang sangat Mas Anton cintai.

Kedua, perkawinan memang merupakan hak semua orang. Tetapi, hak tersebut bukannya berjalan tanpa batas. Ada hukum yang mengatur bagaimana hak untuk menikah itu dijalankan. Sebagaimana negara mempunyai hukum untuk mengatur pelaksanaan perkawinan, Gereja Katolik juga mempunyai hukum itu. Itu yang sering kita kenal dengan sebutan Kitab Hukum Kanonik. Hukum Kanonik merupakan hukum yang bersifat gerejawi dan karena itu bersifat mengikat semua orang Katolik dan mereka yang ingin menikah dengan orang Katolik.

Ketiga, Mas Anton ingin menikah dengan perempuan Islam yang sudah pernah menikah secara Islam. Pada dasarnya Gereja kurang begitu mendukung perkawinan beda agama, yaitu perkawinan yang dilangsungkan antara orang yang dibaptis Katolik dengan orang yang tidak dibaptis.

Tetapi, Gereja tak bisa begitu saja menutup mata terhadap kenyataan bahwa ada orang Katolik yang mencintai dan ingin menikah dengan mereka yang tidak Katolik. Gereja mengenal dispensasi, yaitu bentuk sikap pastoral dalam situasi khusus bagi mereka yang ingin menikah dengan orang yang tidak dibaptis dengan syarat: (1) Pihak Katolik berjanji untuk setia kepada agama Katolik dan (2) Berjanji untuk berusaha sekuat tenaga mendidik anak-anaknya secara Katolik. Janji pihak Katolik biasanya dibuat tertulis dan pihak yang tidak Katolik juga pada saatnya diberitahu mengenai janji yang dibuat oleh pihak Katolik.

Keempat, Mas Anton hendak menikahi perempuan yang sudah pernah melangsungkan perkawinan sebelumnya. Berdasarkan ketentuan Gereja, ada sejumlah halangan yang menyebabkan seseorang tidak dapat melangsungkan perkawinan gerejani. Salah satu di antara sejumlah halangan itu ialah halangan ikatan nikah. Mereka yang telah melangsungkan perkawinan baik perkawinan sah antara orang Katolik maupun perkawinan sah antara orang non-Katolik tidak bisa melangsungkan perkawinan baru dengan pihak ketiga, sebelum ada kepastian jelas dan legitim bahwa perkawinan terdahulu telah diputus.

Perlu Mas Anton ketahui, bahwa perpisahan sipil saja tidak dengan sendirinya diakui dan memiliki kekuatan yang bersifat gerejani. Dasar dari sikap Gereja ini sebenarnya ialah sifat hakiki yang melekat dalam semua perkawinan, yaitu monogam dan tak terceraikan. Saya mengusulkan agar Mas Anton berkonsultasi dengan pastor paroki setempat untuk melihat kemungkinan yang bisa diusahakan dalam kasus ini. Sejauh mana ada kepastian yang jelas dan legitim bahwa perkawinan pertama dari perempun non-Katolik yang hendak Mas Anton nikahi memang telah diputus. Mas Anton, sekian tanggapan saya. Semoga bermanfaat bagi Mas Anton dalam menentukan sikap. Doaku untuk Mas Anton.

Ignatius Tari MSF




Kunjungan: 3647
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com