Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Martinus Hadiwijoyo Pr: Kami Taat Sampai Mati - Hidup Katolik

Martinus Hadiwijoyo Pr: Kami Taat Sampai Mati

Kamis, 14 Juli 2011 16:34 WIB
Martinus Hadiwijoyo Pr: Kami Taat Sampai Mati
[HIDUP/Y.Prayogo]
Martinus Hadiwijoyo Pr

Suatu hari, pada medio 1985, dari Pastoran Gereja Paroki St Fransiskus Xaverius, Pastor Martinus Hadiwijoyo Pr tertegun melihat polah seorang bocah laki-laki. Bocah itu bergerak luwes di hadapan seorang anak gadis.


Dengan gerak pencak silat, bocah laki-laki itu mengungkapkan isi hatinya. Lewat gerak tubuh, ia menulis, “Desi, I love you.” Gadis bernama Desi itu hanya tersenyum, tanpa tahu arti gerakan sang bocah laki-laki di depannya. Lalu, Pastor Hadi memanggil Desi.

“Desi, kamu tahu arti gerakan tadi?” tanya Pastor Hadi.

“Tidak, Romo!” jawab Desi.

Pastor Hadi pun memberitahu. Serta merta, wajah Desi memerah dan berlalu malu.

Itu peristiwa 25 tahun lalu. Meski telah lama, peristiwa itu amat membekas dalam benak Pastor Hadi. Lantaran, peristiwa itu terjadi pada awal pendirian organisasi Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria (THS-THM).

Ditemui Y. Prayogo dari HIDUP di Pastoran Gereja Paroki Keluarga Kudus Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis, 9/6, Pastor Hadi mengungkapkan harapannya pada THS-THM. Berikut petikannya:

Apakah kehadiran THS-THM masih relevan pada masa kini?

Masih. Karena dalam THS-THM, pembinaan yang berlangsung adalah pembinaan kakak adik. Bukan instruksional, seperti seorang guru kepada muridnya. Tetapi, kakak yang membimbing adiknya. Mereka bisa “keras” sekali, tapi dapat diterima dengan baik.

Pembinaan dalam THS-THM memang dikondisikan layaknya keluarga Allah, di mana kakak membina adiknya. Dari situ, akar iman Keluarga Kudus akan terus terjadi.

Dan, proses pembinaan itu bisa dibuat sangat cepat sekali, karena semua ada metodologinya. Misal hanya ada waktu tiga hari. Hari pertama, inti kerohaniannya adalah persahabatan dengan merujuk peristiwa Perjamuan Terakhir. Hari kedua, persahabatan yang bertanggung jawab dan berani mengambil risiko. Dan, hari ketiga adalah perutusan kebangkitan. Semua itu diolah dalam olah rohani dan olah gerak pencak silat.

Hal apa yang ditekankan dalam pembinaan di THS-THM?

Ada empat hal. Pertama, pendalaman Kitab Suci. Setiap kali latihan, hal pertama yang dibuat adalah pendalaman Kitab Suci. Ini tidak boleh dilewatkan dan ditawar-tawar lagi. Harus ada! Karena dengan membaca Kitab Suci, berarti mempersiapkan Ekaristi serta membiarkan Sabda Allah yang menguasai dan memimpin para anggota THS-THM.

Saya juga selalu mengatakan, bahwa dalam THS-THM tidak ada guru besar. Karena guru besar kami hanya satu, yaitu Yesus Kristus.

Kedua, latihan olah raga bela diri. Pencak silat ini kan budaya bangsa. Maka, dengan latihan ini, kami melestarikan salah satu budaya bangsa ini. Dalam latihan bela diri, kami juga berlatih olah pernapasan. Latihan pernapasan ini selalu diarahkan pada latihan meditasi dan mengajak masuk ke dalam hidup doa.

Ketiga, latihan organisasi. Intinya, latihan kepemimpinan. Dan, keempat, rekreasi, artinya selalu menciptakan segala sesuatunya menjadi baru, lebih indah, lebih menyenangkan, dan lebih membahagiakan sesama, karena kami membawa Kabar Gembira.

Keempat hal ini harus berjalan bersama-sama. Tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. Ini sebuah sinergi pembinaan.

Dari proses pembinaan semacam itu, apa yang hendak dicapai?

Hanya satu hal, yakni agar para anggota THS-THM mau taat sampai mati demi Gereja Katolik.


Y. Prayogo




Kunjungan: 2937
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com