Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


CU Lantang Tipo: Koperasi Raksasa Milik Si Kecil - Hidup Katolik

CU Lantang Tipo:
Koperasi Raksasa Milik Si Kecil

Senin, 25 Juli 2011 10:57 WIB
CU Lantang Tipo: <br>Koperasi Raksasa Milik Si Kecil
[Antonius Sumarwan SJ]
Para pekerja di Kantor Pusat Credit Union Lantang Tipo di Pusat Damai, Sanggau, Kalimantan Barat.

HIDUPKATOLIK.com - Gedung tiga lantai itu berdiri megah di Pusat Damai, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Bila dibandingkan dengan pencakar langit di Jakarta, gedung itu tidak seberapa. Namun, di kota kecamatan kecil itu, ia tampak mencolok.


Bangunan ini bukan hanya menjadi gedung termegah yang membanggakan warganya, namun gedung Kantor Pusat Credit Union (CU) Lantang Tipo ini merupakan simbol keberhasilan rakyat kecil dalam meningkatkan ekonomi secara mandiri.

Kemegahan gedung Kantor Pusat CU Lantang Tipo (CULT) hanyalah penampakan luar dari prestasi orang-orang yang terhimpun di dalamnya. CULT meraih predikat koperasi berkualitas dari Kementerian Negara Koperasi dan UKM pada 2010 dan 2011. Koperasi ini beranggotakan 109.311 orang. Separuh lebih dari mereka adalah petani yang tersebar di Kalimantan Barat. Dengan jumlah anggota sedemikian besar dan total aset Rp 1,099 triliun, CU Lantang Tipo menjadi CU terbesar di Indonesia dan merupakan salah satu koperasi raksasa di Indonesia yang sahamnya dimiliki oleh rakyat kecil.

Perkembangan ini mungkin tak pernah dibayangkan oleh sekelompok guru di Pusat Damai yang mendirikan CU Lantang Tipo pada 2 Februari 1976. Ada dua hal sederhana yang mendorong mereka membentuk CU. Pertama, uang hasil arisan di antara para guru tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan anggotanya. Kedua, kegiatan tersebut dinilai tidak mengakomodasi keinginan anggotanya untuk mengatur keuangan keluarga dengan bijak. Jumlah simpanan saham yang ditetapkan waktu itu relatif kecil, yaitu Rp 250.

Namun, sesuatu yang kecil dapat menjadi besar bila dilakukan bersama, dilandasi kepercayaan dan kejujuran, serta disertai semangat pantang menyerah. Nyata benar cita-cita yang terkandung dalam nama CU ini. Lantang Tipo berasal dari bahasa Dayak Hibun/Pandu. Lantang berarti tunas, sedangkan Tipo adalah tumbuhan hutan mirip lengkuas yang biasanya tumbuh berumpun. Jika tumbuhan ini dipotong, selalu tumbuh tunas-tunas baru. Demikianlah, aneka tantangan yang seolah memotong, justru membuat CULT tumbuh semakin pesat.


Milik si kecil: Kantor Pusat Credit Union Lantang Tipo di Pusat Damai, Sanggau, Kalimantan Barat. [Antonius Sumarwan SJ]


Generasi pertama


CU Lantang Tipo adalah salah satu CU generasi pertama sejak diperkenalkannya CU di Indonesia pada 1970. Walaupun menjadi CU tertua di Kalimantan Barat, namun sampai tahun 2000, perkembangan CULT biasa saja atau bahkan dapat dikatakan lambat. Dengan anggota 3.026 orang dan aset Rp 4,430 miliar pada Desember 2000, CULT masih di bawah CU Pancur Kasih di Pontianak yang telah beranggotakan 12.618 orang dengan aset Rp 14,767 miliar. Padahal, saat itu usia CULT sudah 24 tahun sementara CU Pancur Kasih baru 13 tahun.

“Perkembangan CULT sampai tahun 2001 memang tidak pesat karena adanya paradigma lama di tingkat pengurus maupun manajemen saat itu,” demikian Tarsisius, CEO CU Lantang Tipo menjelaskan. CULT saat itu terkesan takut untuk menjadi lebih besar.

”Ada suara-suara miring dari para senior saya, seperti CULT tidak perlu tambah anggota baru dan tidak perlu membuka tempat pelayanan yang jaraknya jauh,” kata CEO berusia 35 tahun ini.

CULT mulai berbenah diri dan meninggalkan paradigma lama sejak tahun 2003. Pada tahun itu, AR Mecer, salah satu penggiat gerakan CU di Kalimantan menantang pengurus CULT agar dapat berkembang lebih besar. Salah satu perubahan paradigma yang dilakukan oleh pengurus adalah membuat perencanaan strategis CULT. Langkah-langkah konkret yang dilakukan dalam perencanaan tersebut antara lain menambah anggota dengan cara membuka tempat pelayanan baru. Selain itu, baik jajaran pengurus maupun manajemen ditantang untuk semakin proaktif dan profesional dalam pelayanan guna mengembangkan CULT.

Kerja keras semua pihak akhirnya membuahkan hasil yang sangat baik. Dalam waktu sepuluh tahun antara 2000 sampai 2010, anggota CULT tumbuh hampir 35 kali lipat menjadi 104.927 orang (pertumbuhan per tahun 306%). Sementara itu, asetnya bertambah 156 kali lipat menjadi Rp 1,012 trilyun (pertumbuhan per tahun 1.411%). Sebuah pertumbuhan yang amat fantastis.

”Sekarang, senior-senior saya mulai menyadari dan ikut bangga bahwa CULT dapat menjadi lebih besar lagi,” ungkap Tarsisius gembira. Pada 2010, CULT mencairkan kredit sebesar Rp 510 miliar dengan pinjaman beredar per Desember Rp 732 miliar dan membukukan SHU bersih Rp 5,871 miliar.

Dampak positif

Perubahan paradigma yang dilakukan CULT membawa dampak positif bagi masyarakat luas. Dengan dibukanya tempat-tempat pelayanan baru, semakin banyak masyarakat yang menjadi anggota dan dapat merasakan manfaat CU. ”Salah satu bentuk sumbangsih CU bagi masyarakat adalah ketersediaan lapangan pekerjaan. Saat ini, CULT mempunyai 39 Tempat Pelayanan (setara dengan kantor cabang di dunia perbankan) dengan 298 eksekutif. Tahun 2011, rencananya akan dibuka enam Tempat Pelayanan lagi dan merekrut 45 eksekutif baru,” kata Tarsisius.

Manfaat CU juga dirasakan oleh para anggotanya. ”Dengan ber-CU, sedikit demi sedikit saya bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tutur Jun Shang yang sehari-hari berdagang ikan asin dan cabai kering di Pasar Sentral, Kabupaten Sanggau.

Setelah enam tahun menjadi anggota CU, Jun Shang telah mempunyai simpanan lebih dari Rp 50 juta. Dia adalah salah satu dari ratusan ribu rakyat kecil anggota CU yang punya impian agar saat pensiun nanti memiliki simpanan paling sedikit 100 juta rupiah. Sebuah impian yang bukan mustahil berkat adanya CU.


Antonius Sumarwan SJ




Kunjungan: 6060
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com