Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Pelatihan Mengelola Keuangan Paroki - Hidup Katolik

Pelatihan Mengelola Keuangan Paroki

Jumat, 29 Juli 2011 12:25 WIB
Pelatihan Mengelola Keuangan Paroki
[HIDUP/Y. Prayogo]
Pastor Antonius Suhardi Antara Pr

HIDUPKATOLIK.com - Setiap Sabtu, Tim Keuangan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) kini punya tugas baru.


Mereka melakukan kunjungan ke-61 paro­ki di seluruh KAJ untuk mencek sejauh mana perkembangan manajemen keuangan paro­ki-paro­ki tersebut. Inilah langkah berikut yang dilakukan Tim Keuangan KAJ setelah melakukan pelatihan manajemen keuangan paro­ki, Desember tahun lalu.

Mereka sudah memiliki pedo­man keuangan paro­ki masing-masing. Pedo­man tersebut dibuat o­leh keuskupan bersama tim keuangan agar paro­ki mengelo­la dengan baik keuangannya dengan membuatkan sistem keuangan sesuai buku pedo­man keuangan. Tim Keuangan KAJ melakukan kunjungan-kunjungan ke setiap paro­ki untuk melihat apakah mereka sudah menjalankan sesuai dengan buku panduan keuangan dari keuskupan apa belum, membuat tim keuangan paro­ki sehingga pekerjaan itu kerja tim, bukan kerja masing-masing.

Dari situ akan kelihatan laporan keuangan paroki yang baik dan rapi atau tidak. Dari laporan itu akan ketahuan oto­risasi yang ada. “Semuanya diatur di dalam buku pedoman keuangan. Jadi, mengeluarkan uang paroki harus ada izin dari keuskupan walaupun itu uang paroki-paroki masing-masing,” jelas Wakil Eko­nom KAJ, Pastor Antonius Suhardi Antara Pr.

Romo Aan, panggilannya, menjelaskan bagaimana pola kerja manajemen keuangan yang baru, setelah para pastor paroki memperoleh pelatihan mengenai manajemen keuangan paroki dalam dua gelombang lokakarya yang diadakan tahun lalu. Persisnya pada 29 November - 1 Desember, dan dilanjutkan pada 6-8 Desember 2010, di Villa Renata, Cipanas, Cimacan, Puncak, Jawa Barat.

Sebanyak 68 pastor dari 57 paroki mengikuti pelatihan yang dipimpin Tim Keuangan KAJ ini. Tim Keuangan dipimpin Ekonom KAJ Pastor Roy Djakarya Pr, Wakil Ekonom KAJ Pastor Antonius Suhardi Antara Pr, beberapa staf ekonomat, dan anggota tim keuangan. Pelatihan juga dihadiri Uskup Agung Jakarta Mgr Suharyo dan Sekretaris KAJ Pastor Purbo Tamtomo Pr.

Peserta yang mengikuti pelatihan merupakan pastor kepala dan pastor rekan. Kebanyakan berdua, kecuali beberapa paroki di mana pastor rekan lebih dari satu. Selain itu, peserta pelatihan juga ditambah tiga lembaga di luar paroki, yaitu STF Driyarkara, Karya Kesehatan KAJ, dan seminari.

Berbasis data

Pelatihan ini diadakan sesuai visi misi KAJ dalam pelayanan gembala yang baik, yaitu pelayanan berbasis data. Salah satu pelayanan berbasis data berkaitan dengan kegiatan keuangan paroki, karena para imam juga harus terampil dalam mengelola harta benda atau aset Gereja.

Sebelum dilakukan pelatihan, setiap paroki diwajibkan menyetor laporan keuangan ke keuskupan per tiga bulan. Tetapi, berdasarkan kunjungan-kunjungan ke paroki-paroki KAJ, ternyata terlihat bahwa diperlukan sistem pengelolaan keuangan yang baik. Maka, dibuatlah buku pedoman pengelolaan keuangan paroki yang harus diterapkan di paroki.

“Jadi, tujuan diadakan lokakarya berkaitan dengan pengelolaan keuangan paroki ini supaya pastor-pastor mengerti dan memahami pengelolaan keuangan paroki masing-masing. Setelah diadakan lokarya pelatihan keuangan ini, pastor-pastor semakin bisa berkonsentrasi dalam mengelola keuangan paroki. Mereka bisa mengatur keuangan, bisa membaca laporan keuangan. Pastor yang selama ini tidak membaca laporan dan hanya memberikan tanda tangan, dan yang selama ini pengelola keuangan adalah bendahara paroki, sudah berubah.”

Dalam pengelolaan keuangan paroki ini, tugas pastor sebagai gembala harus mengelola harta benda Gereja. Bukan hanya mengelola uang, tetapi juga mobil, aset-aset, inventaris, AC, kursi-kursi, dan lain-lain.

Pastor Antara mengibaratkan, di dalam dunia bisnis, paroki itu semacam perusahaan. Direktur di dalam paroki adalah pastor yang memiliki seperangkat dewan paroki. Pastor sebagai seorang gembala harus mengetahui pengelolaan keuangan yang baik. Dia tidak hanya melakukan pelayanan sakramen, tetapi juga harus tahu dan ikut dalam pengelo­laan keuangan paroki.

Dari laporan keuangan, pertanggungjawaban itu kelihatan apakah paroki A itu kemampuannya seperti ini, atau paroki A umatnya memiliki jiwa sosial yang tinggi, bagaimana mereka saling berbagi harta benda. Semua itu akan tampak dari laporan keuangannya. “Itulah manajemen yang disebut dengan berbasis data,” jelas imam yang ditahbiskan Agustus 2006 ini.

Tanggung jawab semua

Para pastor paroki mendapat tiga materi, berupa pemahaman mengenai laporan keuangan, bagaimana bentuk lapo­ran keuangan paroki, dan bagaimana laporan keuangan untuk reksa pastoral. Peserta juga melakukan diskusi mengenai analisis informasi keuangan dengan permasalahan internal control dan manajerial keuangan.

Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo dalam sambutannya menjelaskan, kegiatan lokarya pelatihan keuangan ini sangat penting sebagai bentuk tanggung jawab para pastor sebagai gembala dalam mengelola harta benda Gereja. “Uang umat berarti uang Tuhan. Umat memberikan persembahan untuk Tuhan, jadi harus dipertanggungjawabkan. Harus dikelola dengan baik dan harus transparan, penuh tanggung jawab, tidak hanya sekadar milik paroki masing-masing.”

Dengan pelatihan tersebut, para gembala umat diharapkan tidak sekadar mengetahui jumlah kolekte. Kemampuan umat dapat dilihat dari laporan-laporan yang dipertanggungjawabkan oleh panitia-panitia kegiatan, seperti perayaan Paskah, Natal, atau ulang tahun paroki. Ternyata, paro­ki hanya menyumbang sedikit, namun banyak umat yang menyumbang cukup banyak dan menjadi donatur. Ini berarti kemampuan umat untuk berbagi cukup besar atau sungguh-sungguh.

“Yang dilihat tidak hanya jumlah uangnya. Namun, lebih penting adalah iman, yaitu buah-buah dari kemampuan umat untuk berbagi,” tegas Uskup Suharyo. Dengan ada laporan keuangan, maka para romo dibekali pengelolaan keuangan, tidak hanya sekadar tanda tangan atau otoritas saja, tetapi harus mengetahui apa yang ditandatangani.

Manajemen keuangan paroki berbasis data yang menjadi arah ke depan KAJ semakin mendapat perhatian. Salah satunya, Paguyuban Gembala Utama (PGU), komunitas mantan seminaris. Bersama pihak KAJ, mereka membahas hal ini dalam workshop di Villa Erema, Cisarua, Senin-Rabu, 6-8/6. PGU bersedia membantu karya pastoral KAJ.


Sylvia Marsidi,
Laporan: Margaretha Krismi E.




Kunjungan: 2322
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081318544200 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com