Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Santo Mikael: Panglima Tentara Surgawi - Hidup Katolik

Santo Mikael:
Panglima Tentara Surgawi

Jumat, 5 Agustus 2011 17:17 WIB
Santo Mikael: <br>Panglima Tentara Surgawi
[www.art-reproductions.net]
Santo Mikael sedang berperang melawan naga sebagai representasi kuasa kegelapan.

HIDUPKATOLIK.com - Lantunan lagu ”Santo Mikael Pelindung” selalu dinyanyikan dengan penuh semangat saat Ekaristi pada Sabtu dan Minggu kedua setiap bulan di Paroki Gombong, Keuskupan Purwokerto.


Dengan cara inilah umat selalu diingatkan akan keteladanan santo pelindung paroki. Umat bermadah memuji keagungan Santo Mikael sebagai bala tentara surgawi yang melindungi Paroki Gombong dari segala kuasa dosa.

Beginilah Hymne Paroki Santo Mikael Gombong: ”St Mikael panglima bala tentara surgawi. Pelindung gereja kudus, pengawal Paroki Gombong. St Mikael malaikat pemimpin penjaga surga. Penumpas kuasa dosa terhadap surga mulia. Dampingi kami berkarya mewujudkan persatuan. Lindungi dalam bahaya kuat dalam perjuangan. Agar kelak kan tercapai cita kemenangan jaya.”

Aktivis Paroki Gombong, Agustinus Suripto (63), menceritakan proses awal terciptanya lagu ini. Suatu kali diadakan lomba koor dalam rangka pesta pelindung. Supaya netral, didatangkan tim juri dari Jakarta yang berasal dari anggota koor ”Folk Populi”. Salah seorang juri, Ignas Budi, menciptakan lagu ini.

Jejak rohani

Pastor Rekan Paroki Santo Gombong, F.X. Yitno Puspohandoyo Pr (68), menuturkan bahwa dalam rangka pesta pelindung biasa dilakukan kegiatan khusus. Sejak 2007 selalu diadakan ”jejak rohani”. Acaranya dikemas secara menarik. Seperti halnya mencari jejak dalam kegiatan Pramuka, peserta yang berasal dari tiap-tiap lingkungan melakukan sebuah penjelajahan rohani. Di setiap pos, para peserta diberi pertanyaan tentang Kitab Suci, hirarki Gereja (nama uskup, pastor paroki, dan ketua kring), dan katekismus di seputar sakramen.

Paroki Gombong memiliki dua patung dan sebuah lukisan Santo Mikael. Patung pertama terletak di depan pastoran. Patung bercat putih ini berupa sosok malaikat bersayap yang sedang menghunus pedang dan memegang timbangan. St Mikael digambarkan sedang memegang timbangan keadilan yang melambangkan pengadilan terakhir.

Sedangkan patung kedua terletak di dalam gereja. Patung Santo Mikael berpakaian baju zirah merah sedang menghunus pedang dan menginjak kepala makhluk berwarna hijau. Patung ini dibeli di toko benda-benda rohani Darma Karya Sangkal Putung, Klaten. Seorang penyumbang dari Jakarta membeli patung ini pada akhir masa penggembalaan Pastor Michael Sheko Swandi Pr di paroki ini, pada 2007.

Lukisan Santo Mikael berupa sosok malaikat bersayap yang memegang tombak dan menginjak ekor ular berwarna hijau diletakkan di sebuah bangunan di samping gereja. Awalnya, lukisan Santo Mikael ini diletakkan di dalam gereja. Setelah mempunyai patung St Mikael berbaju zirah merah, lukisan ini dipindahkan di Panti Mandala.

Melawan iblis

Nama Mikael berarti ”Siapa dapat menyamai Tuhan?” Tiga kitab dalam Kitab Suci yang bercerita tentang St Mikael, yaitu Daniel, Wahyu, dan Surat Yudas. Dalam Kitab Wahyu 12:7-9, tentang pertempuran besar yang terjadi di surga antara Mikael bersama malaikat-malaikat berperang melawan setan.

Dalam Kitab Wahyu 12:7-9, tertulis: ”Mikael bersama malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di surga. Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut iblis atau setan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama malaikat-malaikatnya.” Mikael menjadi pemenang karena setia kepada Tuhan.

Theodoret dari Cyr (393-466) dalam tulisannya yang berjudul ”Tafsiran Daniel” mencatat, ”Diajarkan kepada kita bahwa tiap-tiap kita dipercayakan ke dalam pemeliharaan seorang malaikat pribadi yang menjaga dan melindungi kita, serta membebaskan kita dari perangkap roh-roh jahat. Para malaikat agung diserahi kepercayaan untuk melindungi bangsa-bangsa seperti yang diajarkan Musa, dan yang selaras dengan kata-kata Daniel, sebab ia sendiri berbicara tentang ’pemimpin orang Persia’, dan sesudahnya ’pemimpin orang Yunani’, sementara ia menyebut Mikael, ’pemimpin orang Israel’.”

Dalam tradisi Gereja Katolik, St Mikael dikenal memiliki empat tugas penting. Pertama, terus melanjutkan pertempurannya melawan setan dan para malaikat yang memberontak lainnya; kedua, menyelamatkan jiwa-jiwa kaum beriman dari kuasa setan, teristimewa pada saat ajal; ketiga, melindungi umat Allah, baik bangsa Yahudi dari Perjanjian Lama maupun umat Kristiani dari Perjanjian Baru; dan, keempat, mengantar jiwa-jiwa orang yang meninggalkan dunia ini dan membawa mereka ke hadapan Tuhan. Santo Mikael membawa kita ke pengadilan khusus dan pada akhir zaman ke pengadilan terakhir.


Ivonne Suryanto




Kunjungan: 2633
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com