Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Imajinasi - Hidup Katolik
Home » Tajuk

Imajinasi

Kamis, 11 Agustus 2011 11:16 WIB
Imajinasi

HIDUPKATOLIK.com - Ilmu matematika tidak membedakan antara ‘gelas separuh penuh’ dengan ‘gelas separuh kosong’. Secara kuantitatif, volume air dan udara dalam dua deskripsi tersebut tidak berbeda. Tetapi, makna kualitatif dua persepsi ini berbeda sama sekali. Begitu kita memilih salah satu dari dua pernyataan tersebut, implikasi tindak an masing-masing akan sangat berbeda.

Ilustrasi di atas memiliki perbandingan dengan dua cara pandang yang dimiliki dua orang atas realitas yang sama. Dua orang ini membaca tanda-tanda zaman Gereja Katolik sekarang ini. Hasilnya sebagai berikut.

Orang pertama berpendapat, banyak umat sekarang ini tidak tertarik lagi pada kehidupan spiritualitas. Mereka pergi ikut Misa di gereja hanya sekadar formalitas. Hanya demi status agar masih dianggap sebagai Katolik. Dambaan mereka sebenarnya adalah kehidupan material, status sosial, keluarga terjamin. Buat apa, pikir mereka, ada segala macam kerohanian jika tidak mengubah hidup mereka. Oleh karena itu, demikian kesimpulan orang pertama, upaya untuk memperkenalkan segala bentuk semangat dan hidup rohani hanya sia-sia belaka.

Orang kedua berpendapat lain. Umat sekarang memang tidak tertarik pada pengalaman spiritualitas. Tetapi, bukan karena mereka sudah jenuh, melainkan karena mereka belum pernah mendapatkan pengajaran dan pemahaman yang tepat mengenai kerohanian. Dengan demikian, ini sebuah peluang baru. Mari kita didik umat ini, demikian rekomendasi orang kedua, kita perkenalkan praktik dan penghayatan kerohanian yang benar, bahkan kita suguhkan spiritualitas baru yang lebih menyentuh mereka. Yakin, umat akan ‘membelinya’.

Realitas yang sama di atas dideskripsikan secara berbeda. Dan, implikasi serta tindakan yang dibuat juga berbeda. Yang pertama, menghasilkan mentalitas rutin, business as usual, tidak perlu ada perubahan. Yang kedua, menghendaki inovasi dan pembaruan total.

Kekuatan persepsi dan imajinasi yang dimiliki manusia menjadi fasilitas untuk membuka sebuah kesempatan baru dalam berpastoral. Kecermatan inilah yang pernah dimiliki oleh orang-orang besar dalam Gereja, seperti Pater van Lith, Mgr Willekens, Mgr Soegijapranata, Dijkstra, Mangunwijaya, Kasimo, dan banyak figur lainnya. Mereka membaca tanda-tanda zaman dengan menggunakan ‘mata ketiga’. Wajah Gereja Katolik dari waktu ke waktu menjadi sangat atraktif berkat mereka. Sejarah Gereja akan terus melahirkan figur-figur semacam itu.

Tentu benar, terobosan-terobosan baru tidak cukup hanya dengan mengubah persepsi yang kita miliki. Sumber-sumber lain seperti data-data demografi, perubahan kultur baru dalam masyarakat, serta pengetahuan dan teknologi baru, menjadi prasyarat penting untuk inovasi. Semua adalah pertimbangan-pertimbangan rasional. Harus kita perhatikan, banyak pertimbangan yang sifatnya persepsi dan tidak rasional justru mengubah hidup kita. Kita sangat sulit mengubah, misalnya, persepsi bahwa Misa di gereja tidak menarik bahkan cenderung membosankan, Gereja kaya raya, sekolah Katolik itu mahal.

Para pejabat Gereja tidak bisa atau sedikit sekali berhasil mengubah persepsi tersebut hanya dengan menggunakan data-data dan argumen rasional. Untuk perkara ini, orang harus melengkapi diri dengan kekayaan imajinasi. Mungkin, ini yang tidak dimiliki kebanyakan orang.




Kunjungan: 1639
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com