Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Ketagihan Retret di Lembah Karmel - Hidup Katolik

Ketagihan Retret di Lembah Karmel

Rabu, 21 September 2011 12:32 WIB
Ketagihan Retret di Lembah Karmel
[HIDUP/Anton Sumarjana]
Theresia Sulistyowati dengan Romo Yohanes Indrakusuma OCarm di Lembah Karmel Cikanyere.

HIDUPKATOLIK.com - Sejak ditinggal suaminya yang meninggal karena sakit, November 2001, ada kekhawatiran yang mendera Theresia Sulistyowati (56). Ia merasa tidak sanggup membiayai dua anaknya yang masih bersekolah.


Saat hatinya semakin galau, ia mendapat informasi dari seorang teman agar mengikuti retret yang diselenggarakan Romo Yohanes Indrakusuma OCarm bersama para suster dan frater CSE di Lembah Karmel, Cikanyere, Jawa Barat.

Merasa menemukan jalan keluar dari kegalauan hatinya, ia sengaja mengambil cuti dari kantornya. Bersama saudara-saudaranya, ia mencarter mobil dari Jakarta, dan mengikuti rute jalan yang tertulis di brosur kecil keluaran Lembah Karmel.

Sesuai pengumuman pihak Lembah Karmel, ia mengikuti retret awal sebelum mengikuti retret lainnya pada Maret 2002. Dalam retret awal tersebut, janda beranak dua itu mengikuti langkah-langkah yang telah disusun Lembah Karmel. Mulai dari Ekaristi, adorasi kepada Roh Kudus, puji-pujian, doa hening yang dipusatkan kepada Yesus, sampai Sakramen Pengakuan Dosa (rekonsiliasi). Pendeknya, ia patuh pada retret a la Lembah Karmel.

Ia sungguh merasakan doanya terjawab saat salah seorang suster mengatakan, “Ada seorang ibu dua anak baru ditinggal mati suaminya. Kini, dia merasa galau.” Saat itu, Sulis, sapaan akrabnya, menangis tersedu-sedu.

Ketagihan

Sejak itu kehidupan rohaninya perlahan-lahan mengalami perubahan. Ia mulai lebih pasrah menerima hidup, belajar peduli terhadap orang lain, membuka diri, belajar memberi dengan ikhlas (walau berat), makin percaya akan kasih dan anugerah Tuhan yang luar biasa. “Hidup saya terasa tenang dan damai.”

Ia merasa sudah menemukan jalan keluar, tatkala sedang mengalami masalah dalam meniti jalan hidupnya, menyelesaikan tahun-tahun terakhir pengabdian di tempat kerjanya. Jika sedang merasa kering rohani dan merasa baterainya perlu “di-charge”, ia segera “lari” ke Lembah Karmel.

Retret awal yang ia ikuti merupakan titik balik kehidupannya. Ia pun merasakan ketagihan, karena hidupnya mulai berubah. Ia mulai mengikuti jenis-jenis retret yang diadakan Romo Yohanes dan timnya. Tak kurang sembilan kali ia mengikuti retret dengan tema bermacam-macam. “Saya mengikuti mulai retret awal, penyembuhan batin, juga retret Ekaristi langsung oleh Romo Yohanes.”

Jaringannya yang luas ia pergunakan untuk juga menjaring rahmat dari lembah sejuk di daerah Puncak, Bogor tersebut. Ia pergi bersama keluarga, lingkungan, kelompok Kitab Suci, anggota ABRI, Wanita Katolik RI. “Pokoknya, saya ikut tiap ada kesempatan. Bahkan, saya cuti hanya untuk mengikuti retret di sana. Saya sampai hapal menu makanannya.”

Satu jenis retret di Lembah Karmel yang ia ikuti sampai dua kali adalah Retret Penyembuhan Batin. Metoda yang dipakai dalam retret itu adalah visualisasi. Saat itu, ia sedang merasakan sakit hati pada seseorang berkaitan dengan pekerjaannya di kantor. Ia diminta menggambarkan orang itu, mengeluarkan seluruh isi hatinya. Setelah semua unek-uneknya keluar, ia diminta menggambarkan sedang mencuci kaki orang itu, dan orang itu juga mencuci kakinya. Metoda saling membasuh kaki ini melenyapkan rasa marah pada dirinya.

Saat sedang dalam keadaan bersih batin itulah, Romo Yohanes menumpangkan tangannya ke kepalanya. Ia merasa dikelilingi cahaya yang membuatnya jatuh terjerembap. Rasa tenang dan damai menyelimuti perempuan kelahiran Jakarta, 20 September 1954 ini.

Sulis mengikuti retret di Lembah Karmel terakhir kali pada Desember 2007. Kini ia sudah pensiun, kedua anaknya sudah lulus kuliah, dan mereka bekerja. Sulis tetap merindukan retret di Lembah Karmel.


Sylvia Marsidi




Kunjungan: 5271
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com