Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Pernyataan PP ISKA atas Peristiwa Bom di Gereja GBIS Solo - Hidup Katolik

Pernyataan PP ISKA atas Peristiwa Bom di Gereja GBIS Solo

Selasa, 27 September 2011 11:42 WIB
Pernyataan PP ISKA atas Peristiwa Bom di Gereja GBIS Solo
[tribunnews.com]
Lokasi yang dijadikan aksi bom bunuh diri Gereja Bethel Injil Sepenuh, Kepunton, Jl. AR Hakim Solo, Minggu (25/9/2011)

HIDUPKATOLIK.com - Menyikapi, kasus bom bunuh diri di lingkungan Gereja Bethel Injil Sepuluh (GBIS), Kepunton Solo, pada hari Minggu, 25 September 2011 pukul 10.55 WIB yang lalu, Presidium Pusat - Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (PP ISKA) menyampaikan pernyataan sikap, demikian pernyataan lengkapnya:

PEMBOMAN TEMPAT IBADAH ADALAH PERBUATAN KEJI DAN TIDAK BERPERIKEMANUSIAAN

Atas kasus ledakan bom bunuh diri yang terjadi di lingkungan Gereja Bethel Indonesia Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo,

1. Pertama-tama, keluarga besar Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (PP ISKA) menghaturkan turut berdukacita dan berbelasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban yang meninggal dalam peristiwa peledakan bom di lingkungan Gereja Bethel Indonesia Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo. Kami juga menyampaikan keprihatinan mendalam kepada para korban luka berat dan mendoakan agar mereka segera dipulihkan kesehatannya.

2. Kedua, kami mengecam keras tindakan pemboman yang dilakukan di saat saudara-saudara kami dari Gereja Bethel Indonesia Sepenuh (GBIS) melaksanakan kegiatan peribadatannya. Hal ini mengingatkan kita kembali pada peristiwa pemboman tempat ibadah yang terjadi dalam kurun 1 tahun terkahir ini, di antaranya rencana pemboman di Gereja Katolik Kristus Raja Solo pada Desember 2010 lalu dan pemboman masjid Polresta Cirebon pada April 2011 lalu. Peristiwa-peristiwa ini jelas menunjukkan kepada kita, mengenai tidak adanya jaminan KEAMANAN BERIBADAH bagi pemeluk agama dan kepercayaan sebagaimana dijamin di dalam UUD 1945.

3. Ketiga, kami mendesak pemerintah Indonesia memberikan perhatian yang sangat besar atas kasus pemboman tempat ibadah ini, dengan memerintahkan jajaran aparatnya untuk dapat mengusut tuntas dan menangkap seluruh pihak yang bertanggung jawab terhadap peristiwa tersebut. Pemerintah sebagai pemegang mandat rakyat, haruslah mampu menjalankan nilai-nilai luhur bangsa dalam Pancasila, di mana saat ini pemerintah dinilai banyak mengalami kegagalan karena tidak cukup menaruh perhatian pada hal-hal mendasar, melainkan hanya disibukkan dengan isu-isu politik elite.

4. Keempat, berkaitan dengan rentetan peristiwa aksi kekerasan berbau SARA akhir-akhir ini, seperti adanya kasus kecelakaan lalu lintas yang dalam waktu sekejap menjelma menjadi kasus SARA di Ambon, disusul kasus kriminal yang kemudian beralih menjadi kasus SARA di makasar dan kasus pembakaran pintu gereja di Poso, seolah-olah menunjukkan kepada kita adanya upaya yang dilakukan secara SISTEMATIS untuk merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Oleh karenanya kami mendesak agar aparat keamanan mampu meningkatkan upaya pendeteksian dini atas upaya perusakan tersebut, yang saat ini dinilai sangat lemah.

5. Kelima, kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia, baik kiranya untuk tetap membangun kewaspadaan akan adanya kemungkinan kejadian serupa di kemudian hari, dan menghimbau agar tidak ikut memperkeruh suasana dengan membuat praduga-praduga yang justru hanya akan mengembangkan rasa saling curiga dan adanya sikap saling tidak percaya di dalam masyarakat.

Muliawan Margadana
Ketua Umum
Ikatan Sarjana Katolik Indonesia
Jl. Sutan Syahrir No 1C/6 Jakarta, 10350




Kunjungan: 1483
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com