Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Mengapa Pembagian Bab dalam Kitab Kejadian Terasa Aneh? - Hidup Katolik

Mengapa Pembagian Bab dalam Kitab Kejadian Terasa Aneh?

Selasa, 25 Oktober 2011 12:24 WIB
Mengapa Pembagian Bab dalam Kitab Kejadian Terasa Aneh?
[freefoto.com]

HIDUPKATOLIK.com - Saya merasa aneh pembagian bab 1 dan 2 dalam Kitab Kejadian tidak mengikuti alur isi kisah penciptaan, maksudnya kisah penciptaan yang pertama adalah Kej 1:1-2:4a, sedangkan kisah penciptaan yang kedua adalah Kej 2:4b-25. Mengapa bab 2 tidak mulai saja pada posisi Kej 2:4b? Siapa yang melakukan pembagian bab dan ayat pada seluruh Kitab Suci kita? Mengapa bisa terjadi keanehan seperti itu? Mohon penjelasan.

Stephanus Nooryanto, Surabaya

Pertama, baik diketahui bahwa liturgi Yahudi menggunakan terutama Kitab Hukum (Pentateukh) dan kitab para Nabi, yang sudah dibagi menjadi 54 bagian (54 adalah jumlah pekan dalam setahun). Tiap bagian disebut haftarah. Umat Yahudi membaca kitab Hukum dan para nabi sepanjang tahun, setiap pekan satu bagian. Ketika masuk ke sinagoga, Yesus membaca haftarah untuk hari itu (bdk Luk 4:17). Kemudian Gereja menambahkan kitab-kitab yang terkait dengan Perjanjian Baru. Tolok ukur pembagian ialah penggunaan bagian Kitab Suci itu pada liturgi.

Manuskrip kuno dari abad V yang masih dimiliki sekarang, menunjukkan pembagian bab yang digunakan, yaitu Matius mempunyai 68 bab, Markus 48 bab, Lukas 83 bab dan Yohanes 18 bab.

Kedua, dalam perjalanan waktu, dibutuhkan metode pembagian yang lebih rinci dan menggunakan tolok ukur akademis. Kebutuhan ini berkaitan bukan hanya dengan buku-buku yang digunakan untuk liturgi, tetapi dengan seluruh Kitab Suci. Pada tahun 1220, sebelum ditahbiskan menjadi Uskup Agung Canterbury dan masih mengajar di Universitas Sorbonne, Stephen Langton menciptakan pembagian Kitab Suci menjadi bab-bab dengan panjang yang hampir sama. Pembagian ini juga diterapkan pada Kitab Suci bahasa Latin, Vulgata. Pembagian Langton ini juga diadopsi untuk Kitab Suci versi Ibrani dan Yunani (Septuaginta). Ketika Langton meninggal, tahun 1228, sudah dikenal Kitab Suci bahasa Latin dengan pembagian bab, yang dikenal dengan nama Kitab Suci Paris.

Ketiga, dengan semakin berkembangnya studi biblis yang lebih tepat dan rinci, pembagian bab-bab yang ada dirasakan terlalu panjang. Seorang Dominican Itali, Santos Pagnino, di Lyons tahun 1528, melakukan pembagian ulang bab-bab itu menjadi lebih pendek, yaitu berdasarkan kalimat yang mempunyai arti seperti apa yang dimengerti saat ini sebagai ayat-ayat. Namun nama Pagnino menjadi tidak dikenal karena dibayangi oleh seorang penerbit Protestan, Roberto Stefano. Pagnino hanya membuat pembagian bab-bab Perjanjian Lama, sedangkan Stefano melengkapi dengan pembagian bab-bab dari tujuh kitab Deuterokanonika (Tobit, Yudit, 1 dan 2 Makabe, Kebijaksanaan, Putera Sirakh dan Baruk). Demikian pula, pembagian menurut bab dan ayat dari seluruh Perjanjian Baru menurut Pagnino diperbaharui oleh Stefano. Menurut putra Stefano, ayahnya melakukan hal itu dalam perjalanan dengan kuda dari Paris ke Lyons.

Stefano mempublikasikan Perjanjian Baru menurut versinya pada tahun 1551, dan kemudian seluruh Kitab Suci tahun 1555. Dialah yang mengawali sistem penggunaan ayat-ayat, yang digunakan sampai sekarang. Pembagian menurut ayat-ayat ini dilakukan juga pada teks Kitab Suci Latin. Tahun 1572 Kitab Suci Ibrani diterbitkan dengan pembagian ayat-ayat.

Adalah Paus Clemens VIII yang meresmikan versi baru Kitab Suci dalam bahasa Latin untuk penggunaan resmi Gereja. Karya besar ini dipublikasikan pada 9 November 1592. Itulah edisi pertama Kitab Suci Gereja Katolik yang mempunyai pembagian bab dan ayat.

Keempat, semua Kitab Suci saat ini masih menggunakan bentuk tersebut. Namun, seperti disadari, pembagian ini mempunyai banyak kekurangan dan menunjukkan pertimbangan yang kurang tepat dalam pembagiannya. Para ahli Kitab Suci menemukan kesalahan-kesalahan yang tak terhindarkan karena kurangnya pengetahuan tentang Kitab Suci saat itu. Misalnya Keb 1:16, Yes 22:8, termasuk ayat yang dirujuk dalam pertanyaan Kej 2:4. Kesalahan itu terjadi karena kurangnya pengetahuan yang mendalam tentang bagian-bagian Kitab Suci dan mungkin juga karena pembagiannya dilakukan sambil lalu dengan mengendarai kuda.


Dr Petrus Maria Handoko CM




Kunjungan: 1193
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081318544200 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com