Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Berharap Ada Tempat Penampungan bagi ODHA Katolik - Hidup Katolik

Berharap Ada Tempat Penampungan bagi ODHA Katolik

Rabu, 26 Oktober 2011 18:47 WIB
Berharap Ada Tempat Penampungan bagi ODHA Katolik
[uzanu.com]

HIDUPKATOLIK.com - Beberapa kali menjadi nara sumber masalah penanganan HIV/AIDS di kalangan orang Katolik, membuat saya berkenalan pula dengan beberapa klien Katolik, yang sebelumnya tidak pernah saya jumpai. Suatu siang seorang perempuan menghubungi saya untuk meminta informasi mengenai tempat penampungan bagi suaminya yang sedang berjuang melawan AIDS.

Selama ini ia tidak mengetahui bahwa suaminya terinfeksi HIV. Ketika menghubungi saya, ia sedang berada di IGD sebuah rumah sakit. Ia juga menjelaskan mengenai kondisi suaminya yang kian melemah dan memburuk. Kemudian sang istri bercerita bahwa selama ini mereka tinggal di rumah orangtua suami. Di rumah itu tinggal pula beberapa adik suami beserta keluarganya dan anak-anak yang masih kecil. Ketika mereka mengetahui bahwa kakak mereka terinfeksi HIV, mereka langsung menolak kakak mereka kembali ke rumah itu dengan alasan takut menulari keluarga yang lain, terutama anak-anak. Untung saja suami-istri itu memiliki rumah di luar Jakarta yang belum sempat mereka tinggali. Akhirnya sang istri membawa suaminya ke sana. Keesokan harinya saya mendapat kabar bahwa suaminya meninggal dunia.

Ini hanya satu dari sekian banyak kisah. Penolakan dan diskriminasi adalah masalah yang sering dialami orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Dalam seminar HIV/AIDS yang diselenggarakan oleh Paroki Santo Andreas Jakarta, seorang ibu menuturkan bahwa ada imam yang tidak bersedia memberikan Sakramen Minyak Suci kepada ODHA, dengan alasan takut tertular. Untung saja akhirnya ibu tersebut berhasil mendapatkan imam lain yang bersedia memberi Minyak Suci. Sebelumnya, ada juga cerita seorang karyawan yang diduga terinfeksi HIV terancam diberhentikan dari pekerjaannya oleh seorang pastor dengan alasan takut menulari karyawan lainnya.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Seorang pastor dituntut punya seribu jalan keluar bagi setiap masalah yang dihadapi oleh umatnya, tak terkecuali masalah HIV/AIDS. Dengan memiliki pengetahuan mengenai virus ini dengan benar, kejadian di atas tidak perlu terulang lagi.

Di samping pemberdayaan keluarga, dibutuhkan juga kelompok pendamping orang sakit yang memiliki keterampilan merawat orang sakit. Semoga di kemudian hari kita punya kelompok pendamping orang sakit untuk orang yang membutuhkan perawatan di rumah. Dengan adanya kelompok pendamping tersebut, diharapkan dapat membantu keluarga dalam hal merawat orang sakit, termasuk merawat ODHA di rumah.

Untuk kelompok pemandi jenazah, kita boleh berbangga bahwa setiap wilayah di seluruh paroki memiliki kelompok itu. Tetapi persoalan penolakan memandikan jenazah ODHA masih saja terjadi. Dalam memandikan jenazah, hal yang perlu diperhatikan adalah masalah universal precaution, sehingga tidak ada lagi kejadian penolakan memandikan jenazah ODHA.

Bagi paroki yang memiliki poliklinik, mengapa tidak mencoba membuat layanan HIV/AIDS? Bersama dokter, dibantu konselor yang memiliki keahlian dalam penanganan HIV/AIDS, kita mampu membuat layanan itu.

HIV/AIDS hendaknya menjadi masalah yang lintas agama. Akan tetapi ada hal yang tidak bisa diterapkan secara umum, misalnya dalam memandikan jenazah. Dalam hal perawatan, ada klien yang meminta didampingi oleh seorang pendamping yang juga Katolik sehingga dapat menjadi teman untuk sekadar berdoa bersama sambil menanti ajal.

Kalau semua hal di atas sudah dijalankan di setiap paroki, sementara ODHA Katolik mulai berdatangan dari hari ke hari, ditambah dengan masalah penolakan dan diskriminasi yang masih saja terjadi, terpikir pula: Apakah mungkin Keuskupan Agung Jakarta memfasilitasi pembuatan sebuah tempat penampungan ODHA sehingga tempat ini kelak bisa menjadi pusat rujukan bagi ODHA di semua paroki di Jakarta? Paling tidak, mereka tahu harus ke mana.


Veri Hardjono




Kunjungan: 1339
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081318544200 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com