Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Aku Ingin Cerai - Hidup Katolik

Aku Ingin Cerai

Senin, 31 Oktober 2011 14:07 WIB
Aku Ingin Cerai
[guardian.co.uk]

HIDUPKATOLIK.com - Pengasuh yang terkasih, saya seorang ibu Katolik, berusia 30 tahun, ingin cerai dari suami saya yang Kristen Protestan. Kami menikah secara ekumenis lima tahun lalu. Selama tiga tahun terakhir ini suami saya suka menghambur-hamburkan uang untuk berjudi. Setiapkali ditegur malah menantang untuk bercerai. Saya sudah tidak kuat lagi. Mohon saran dan pertimbangan.

Dona, Bandung

Ibu Dona yang terkasih, saya ikut prihatin atas situasi perkawinan Ibu. Sikap suami yang kurang bertanggung jawab dengan menghambur-hamburkan uang untuk berjudi tentu saja menjadi sebab mengapa Ibu sampai-sampai ingin mengakhiri perkawinan dengan perceraian.

Menurut saya, perceraian dalam perkawinan merupakan langkah yang sebenarnya tidak dikehendaki oleh siapa pun. Saya sendiri kurang sejalan dengan pendapat bahwa perceraian merupakan langkah terbaik. Menurut saya, perceraian tetap meninggalkan luka bagi mereka yang terlibat di dalamnya. Luka bagi pasangan suami-istri. Luka bagi anak-anak.

Berikut ini saran dan pertimbangan saya, sebelum ibu mengambil keputusan.

Pertama, Ibu menikah secara ekumenis. Itu berarti dari kacamata Gereja, perkawinan Ibu merupakan perkawinan campur beda Gereja (Matrimonium Mixtum). Matrimonium Mixtum adalah perkawinan yang dilangsungkan antara dua orang yang telah dibaptis, di mana (1) satu pihak telah dibaptis dalam Gereja Katolik dan tentu saja belum atau tidak meninggalkan Gereja Katolik, dan (2) pihak yang lainnya memang telah dibaptis tetapi bukan dibaptis dalam Gereja Katolik atau tidak berada dalam persekutuan penuh dengan Gereja Katolik. Perkawinan Matrimonium Mixtum, sebenarnya dilarang oleh Gereja. Tetapi dengan alasan yang wajar dan masuk akal, Gereja dapat memberikan izin.

Kedua, perkawinan Ibu merupakan perkawinan sakramen, meskipun suami Ibu merupakan pihak yang menerima baptisan non-Katolik. Dalam pandangan Gereja, semua perkawinan mempunyai dua ciri yang sangat mendasar, yaitu kesatuan dan tidak terceraikan. Dalam perkawinan kristiani kedua ciri ini mendapat kekukuhan istimewa atas dasar sakramen.

Terkait perkawinan sakramen ini, Gereja, dalam Kitab Hukum Kanonik mengatakan, ”Perkawinan ratum dan consummatum tidak dapat diputus oleh kuasa manusiawi mana pun dan atas alasan apa pun, selain oleh kematian” (Kanon 1141).

Perkawinan yang sah (ratum) dan telah disempurnakan dengan persetubuhan (consummatum) tidak dapat diceraikan oleh kuasa manusiawi mana pun termasuk oleh kesepakatan suami-istri. Jelas bahwa perkawinan Ibu tidak dapat diceraikan termasuk oleh kemauan Ibu Dona dan suami.

Ketiga, apa yang Ibu Dona alami lebih terkait dengan sikap suami yang kurang bertanggung jawab dalam menjalankan hak-hak dan kewajiban yang sebenarnya harus ada dalam sebuah perkawinan. Ia kurang bertanggung jawab untuk kesejahteraan keluarga.

Karena itu, saya menyarankan agar Ibu mencoba melihat pokok soal yang menjadi sebab mengapa selama tiga tahun terakhir ini suami Ibu suka menghambur-hamburkan uang untuk berjudi. Ibu perlu membedakan judi yang merupakan watak dasar suami dengan judi yang merupakan suatu bentuk hiburan yang tidak sehat, hiburan palsu.

Kesan saya, praktik judi yang dilakukan suami Ibu lebih merupakan sikap yang dipicu oleh dorongan untuk memperoleh hiburan palsu, karena baru muncul tiga tahun terakhir ini.

Ibu juga perlu tabah menghadapi situasi ini. Saya yakin, ketabahan dan sikap penuh cinta Ibu terhadap suami dapat mengubahnya. Oleh sebab itu, Ibu jangan berhenti berdoa, sebab rahmat Tuhan dapat menyentuh dan akhirnya mengarahkan kehidupan suami agar menyadari tanggung jawabnya sebagai suami yang baik dan setia bagi Ibu dan anak-anak.

Ibu Dona, sekian saran dan tanggapan saya.


Ignatius Tari MSF




Kunjungan: 3935
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081318544200 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com