Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Sistem - Hidup Katolik
Home » Tajuk

Sistem

Jumat, 18 November 2011 13:20 WIB
Sistem
[HIDUP/Sylvia Marsidi]

HIDUPKATOLIK.com - Setiap manusia melihat dan mengalami sebuah ’sistem’ sejak ia masih sangat muda. Antara lain, contoh sederhana, ketika masih kanak-kanak kita dibawa orangtua ke gereja setiap hari Minggu. Kita bangun pagi supaya tidak terlambat atau menghambat anggota keluarga lain. Begitu masuk pintu gereja, kita dilatih membuat tanda salib dengan sebelumnya mencelupkan telunjuk ke air suci. Suasana tenang dibentuk, agar tidak mengganggu orang lain yang sedang berdoa. Dituntun ke tempat duduk. Jika kursi masih kosong, orangtua akan mengajak ke tengah, supaya tidak menghalangi orang yang datang kemudian.

Sedikit demi sedikit kita yang masih kanak-kanak melihat ada berbagai peranan di dalam gedung gereja: pemain musik, lektor, misdinar, imam, dan sebagainya. Kita mulai belajar bahwa orang-orang yang hadir terkait satu sama lain memainkan peranan. Sekecil apa pun sumbangan umat di dalam gedung ini, ikut menentukan tertib dan berlangsungnya perayaan Misa. Di dalam gereja itu terbentuk sistem.

Adanya sistem membuat orang bekerja dengan lebih efektif dan efisien. Ada cukup banyak sistem. Salah satunya adalah sistem pemikiran. Adanya sistem pemikiran membuat hubungan yang kompleks menjadi lebih mudah dipahami. Ia memilah-milah data dan analisa, menjelaskan kaitan dan sebab-akibat satu sama lain.

Nah, intinya, sistem pemikiran akan menjelaskan dengan lebih terang dan jelas sebuah komunitas Gereja yang berumur seratus tahun. Tetapi, apa hubungan Gereja dengan sistem pemikiran?

Gereja yang berumur seratus tahun ini tidak hanya terbentuk lewat aksi dan peristiwa material, tetapi ia juga hasil pergumulan pemikiran kompleks yang bergerak bertahun-tahun, puluhan hingga ratusan tahun. Dari perkara sederhana, ketika Gereja mencatat jumlah umat, umur, suku, dan pekerjaan. Dari data itu, Gereja menganalisanya, membuat kebijakan pastoralnya, serta merumuskan teologinya. Dari sini terbentuklah sistem pemikiran Gereja.

Ketika sebuah lembaga diperingati dan dirayakan, para anggotanya mengumpulkan berbagai kisah di masa lalu. Tetapi, narasi dan, bahkan, refleksi belum cukup memberikan makna jika tidak dibuat sistem. Kita tidak bisa melukiskan ’gajah’ secara akurat dan komprehensif ketika para pelukis semua berdiri di belakang gajah. Mereka semua hanya akan melukiskan ekor, pantat, atau kaki belakang. Anggota tubuh lain dari gajah terlupakan. Melukiskan Gereja memang membutuhkan sebuah ’alat melukis’ yang lengkap dari sisi sosiologi, ekonomi, politik, psikologi. Dan, menjelaskan hubungan satu sama lain ketika menjelaskan pastoral dan eklesiologinya.

Merumuskan sistem pemikiran Gereja sekarang ini menjadi lebih sulit dengan, misalnya, munculnya benda-benda temuan baru, inovasi teknologi komunikasi dan informasi. Teknologi ini membentuk sebuah psikologi dan kebudayaan umat yang baru. Gereja yang sedang merayakan ulang tahun – selain berpesta – dipanggil untuk menerawang ke masa depan dengan berpijak pada masa lalu dan masa kini. Ia mestinya melukiskan sistem pemikiran teologi Gerejanya.


Redaksi




Kunjungan: 688
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com