Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Meditasi - Hidup Katolik
Home » Tajuk

Meditasi

Rabu, 7 Desember 2011 18:13 WIB
Meditasi
[Ilustrasi/HIDUP]

HIDUPKATOLIK.com - Ada satu cerita dari arsip sekitar sepuluh tahun lalu. Seorang aktivis, pakar dan dosen ilmu politik di Jawa Tengah diundang untuk memberikan ceramah oleh komunitas para rahib yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Mereka petapa, dengan demikian seluruh hidupnya diabdikan untuk doa dan kerja dalam diam. Tentu saja pakar politik ini terheran-heran dan bertanya, ”Apa hubungan panggilan hidup mereka dengan keilmuan dan pekerjaan saya ini?”

Jawaban pimpinan biara ini sangat mencerahkan pakar yang mengaku diri sebagai seorang humanis tak beragama ini. ”Kami mengundang Anda untuk berbagi dan berdiskusi tentang apa yang sedang berlangsung di dunia. Dengan ini, kami bisa berdoa, bermeditasi dan berkontemplasi dengan lebih baik tentang dan untuk dunia ini. Kami ingin menjalin relasi bukan dengan Tuhan yang abstrak, melainkan Tuhan yang sedang bergumul di tengah-tengah dunia sekarang dan di sini.”

Apa perbedaan antara doa lisan, meditasi dan kontemplasi? Dalam tradisi kristiani, semuanya menyangkut komunikasi dengan Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus, salah satu atau dua atau ketiganya sekaligus. Semuanya adalah doa yang merupakan elemen sangat penting dalam hidup beriman. Pernyataan klasik iman Kristen adalah lex orandi, lex credendi (hukum iman adalah hukum doa).

Secara konvensional, perbedaan itu terletak pada hierarki. Doa lisan adalah doa yang paling dasar. Tahap doa sesudahnya adalah meditasi, dan akhirnya level paling tinggi sekaligus paling mendalam adalah kontemplasi. Dalam pengertian baku, meditasi adalah doa renungan yang menggunakan daya pikir dan rasa yang aktif hendak memahami sebuah perikop Kitab Suci, tentang kehidupan dalam satu kesatuan relasi dengan Tuhan. Meditasi akan melahirkan perasaan-perasaan seperti bahagia, syukur atau sesal di hadapan-Nya. Sementara kontemplasi dikatakan sebagai aktivitas doa yang tidak dicari lewat kekuatan rasa atau pikiran. Ia adalah proses perjalanan menuju Tuhan. Kontemplasi, ibarat spon, mengandaikan sikap menunggu, tetapi aktif dan terbuka, masuk ke dalam pengalaman gelap dan terang, manis dan pahit dalam Tuhan. Ia melihat dan mendengarkan Tuhan yang sedang bekerja dan berbicara.

Meski hirarki doa itu boleh digunakan sebagai rumusan dasar, tetapi dalam pemahaman riil ini kerap tidak berlaku. Dalam praktik doa, pemisah-misahan kaku semacam itu tidak ada. Sulit untuk memisahkan dan membedakan antara meditasi dan kontemplasi.

Meditasi dan kontemplasi memiliki sejarah panjang berabad-abad. Sudah sejak abad keempat, para pencari kedamaian batin pergi ke gurun-gurun pasir di Mesir dan Palestina. Mereka mencari dan menemukan Allah dengan doa terus-menerus. Inilah cikal bakal wujud meditasi dan kontemplasi yang kita kenal sekarang ini. Sekian abad lalu mereka bermeditasi untuk meninggalkan dunia fisik dan material yang dianggap buruk. Bermeditasi sekarang ini berbeda. Kita bermeditasi – mengambil inspirasi jawaban para rahib di Jawa Tengah di atas – agar dapat bekerja dengan lebih baik di dunia ini dan menyucikannya.


Redaksi




Kunjungan: 1252
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com