Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Pengadilan Setelah Kematian dalam Kitab Suci - Hidup Katolik

Pengadilan Setelah Kematian dalam Kitab Suci

Jumat, 16 Desember 2011 12:54 WIB
Pengadilan Setelah Kematian dalam Kitab Suci
[blogdolcevita.com]

HIDUPKATOLIK.com - Setelah kematian, manusia langsung dihakimi. Tetapi, kemudian masih ada penghakiman ter­akhir. Di mana dalam Kitab Suci dikatakan adanya penghakiman yang pertama itu?

Theresia Sundari, Magetan

Pertama, sesudah kematian manusia langsung diadili oleh Allah dan Allah langsung memberikan pahala (surga) atau hukuman (neraka) menurut hidup masing-masing. Pengadilan ini disebut Pengadilan Individual atau Khusus. Apa yang baik dan apa yang jahat yang telah kita lakukan di dunia ini akan diuji dalam terang keadilan Allah. Pengadilan khusus ini jelas dikatakan dalam Ibr 9:27, 2 Kor 5:8, Fil 1:23. Kisah Lazarus yang sudah meninggal dan kemudian langsung duduk dalam pangkuan Abraham di surga (Luk 16:9-31) adalah juga contoh eksplisit tentang Pengadilan Khusus. Demikian juga kata-kata Yesus di salib kepada penyamun yang baik, menunjukkan adanya Pengadilan Khusus langsung sesudah kematian manusia (bdk KGK 1021-1022).

Santo Agustinus berbicara secara eksplisit tentang penghakiman yang menunggu jiwa segera setelah kematian. Agustinus jelas membedakan penghakiman ini dengan penghakiman terakhir pada saat kebangkitan.

Pengadilan Individual atau Khusus ini dibedakan dari Pengadilan Umum atau Terakhir, seperti yang digambarkan dalam Mat 21:31-46 atau 1 Tes 4: 13-18. Pengadilan Umum ini mau menyatakan bahwa semua orang akan mengalami pengadilan ini, dan bahwa semua orang akan melihat bagaimana semua orang lain diadili, sehingga keadilan dan kerahiman Allah tampak jelas. Pada saat itu kita akan memahami arti terdalam dari segala ciptaan dan peristiwa sampai kita mengerti jalan-jalan Allah yang mengagumkan. Pada saat itu ”akan disingkapkan tingkah laku dan isi hati yang paling rahasia dari setiap orang. Lalu ketidakpercayaan orang berdosa, yang telah menolak rahmat yang ditawarkan Allah, akan diadili. Sikap terhadap sesama akan menunjukkan, apakah orang menerima atau menolak tawaran rahmat dan cinta Allah. Yesus akan mengatakan: ’Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku’ (Mat 25:40).” (KGK 678) Pengadilan Terakhir ini akan membuktikan bahwa keadilan Allah akan mengalahkan segala ketidakadilan, dan bahwa cinta Allah lebih besar daripada kematian (bdk KGK 1040).

Mereka yang sudah meninggal hanya akan mengalami satu kali pengadilan, bukan dua kali. Karena sesudah kematian, jiwa kita tidak tergantung lagi pada ruang dan waktu, sehingga kita bisa mengatakan bahwa Pengadilan Khusus yang berlaku untuk setiap individu berhimpitan persis dengan saat Pengadilan Umum.

Dr Petrus Maria Handoko CM




Kunjungan: 2074
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com