Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Liturgi Sabda Bagian Penting Pertama dalam Perayaan Ekaristi - Hidup Katolik

Liturgi Sabda Bagian Penting Pertama dalam Perayaan Ekaristi

Jumat, 13 Januari 2012 14:20 WIB
Liturgi Sabda Bagian Penting Pertama dalam Perayaan Ekaristi
[HIDUP/F. Edi Mulyono]

HIDUPKATOLIK.com - Pernahkah merasa tersinggung ketika rekan yang kita ajak bicara ternyata tidak menatap kita? Melalui telpon selularnya dia malah asyik bertukar pesan pendek dengan orang lain yang entah berada di mana. Bagaimana rasanya dicuekin oleh lawan bicara?

Pada era komunikasi digital ini kesempatan interaksi alamiah antarsesama sudah terkurangi. Orang lebih suka berkontak dengan sesamanya melalui alat komunikasi mutakhir. Sentuhan rasa yang langsung telah digantikan atau diperantarai oleh media maya yang canggih.

Kecenderungan manusia modern itu telah merasuki cara berkomunikasi umat dengan Allah. Salah satu buktinya dapat kita lihat saat Liturgi Sabda: Ketika lektor membawakan Sabda, umat sibuk dengan dirinya sendiri. Ada yang membaca teks bacaan Misa, seolah mencocokkan Sabda yang sedang diwartakan dengan yang tertulis di lembaran itu. Ada yang hanyut bermain dengan telpon selularnya. Ada pula yang tertidur. Allah pun diabaikan?!

Peristiwa Sabda

Liturgi Sabda adalah bagian penting pertama dalam Perayaan Ekaristi. Sebuah unsur tradisi Yahudi yang dianut juga oleh Gereja sejak zaman para rasul hingga kini. Apa yang sebenarnya terjadi saat itu? Allah sedang bersabda, dan manusia menanggapinya.

Melalui seorang pelayan, Sabda Allah itu dimaklumkan melalui Bacaan I, II, dan Injil, serta dijelaskan dalam pengajaran (homili). Umat secara bersama menanggapinya dengan Mazmur Tanggapan, Bait Pengantar Injil, Syahadat, dan Doa Umat. Secara pribadi, kita pun menyimak dan membuka hati bagi Sabda Allah.

Allah bersabda dan kita menanggapi dengan cara mendengarkan, bernyanyi, dan berdoa. Yang terjadi sebenarnya adalah Allah bersabda melalui Putra-Nya dalam Roh Kudus kepada Gereja, dan Gereja menanggapinya. Sabda Allah bukan muncul dari langit dan tak sekadar keluar mengisi ruang ibadat. Sabda Allah juga tidak sesederhana kata-kata kita. ”Pada mulanya adalah Sabda; Sabda itu bersama-sama dengan Allah dan Sabda itu adalah Allah” (Yoh 1:1). Mendengarkan Sabda Allah adalah menerima Allah sendiri. Itulah peristiwa Sabda yang terjadi dalam Misa.

Peristiwa Sabda merupakan peristiwa penciptaan kembali. Dinamika alam semesta dan manusia adalah ekspresi Allah yang bersabda dan terus menciptakan dunia agar semakin baik dan teratur. Kita perlu peka untuk mendengarkan ciptaan dan diri kita sendiri sebagai manusia yang menjadi bagiannya. Salah satu kesempatan itu terjadi dalam Perayaan Sabda.

Sikap menanggapi

Kita memuliakan Allah dengan seluruh unsur kemanusiaan kita. Seluruh diri kita aktif berpadu menyambut Sabda Allah, baik dengan sikap dan gerak tubuh maupun seluruh kesadaran jiwa. Allah pun akan menguduskan kita sebagai manusia sepenuhnya.

Selayaknya kita tetap menyadari makna dan tujuan kita beribadat itu, sambil berusaha membenahi cara-cara tanggapan kita, agar dapat memperdalam penghayatan akan peristiwa Sabda. Itulah saat Allah hadir dan menyapa kita seperti dahulu Allah telah menyatakan diri kepada bangsa Israel dan Gereja perdana.

Mari mencoba cara ini. Pertama, mempersiapkan diri dengan membaca bacaan Misa sebelum Misa dimulai. Kedua, menentukan sikap tubuh yang tepat dengan duduk/berdiri sebagai pendengar yang baik. Ketiga, melihat dan mendengarkan petugas, menanggapinya sebagai utusan Allah dan kata-kata yang keluar dari mulutnya adalah Sabda Allah. Keempat, mengabaikan teks pembantu yang tidak mendukung ekspresi alami seorang pendengar yang sopan (misalnya: teks bacaan dalam tayangan layar, lembaran/buku, atau handphone). Kelima, ikut terlibat aktif dalam nyanyian dan doa yang saling terjalin dalam Liturgi Sabda. Silakan menambahkan sendiri jika ada cara lain yang sesuai dengan keadaan setempat.


Christophorus H. Suryanugraha OSC

Ketua Institut Liturgi Sang Kristus Indonesia




Kunjungan: 2839
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com