Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Gereja Kaum Muda - Hidup Katolik
Home » Tajuk

Gereja Kaum Muda

Rabu, 1 Februari 2012 15:32 WIB
Gereja Kaum Muda
[HIDUP/A. Nendro Saputro]

HIDUPKATOLIK.com - Memasukkan begitu saja argumen teologi ke segala persoalan dan debat publik bisa membawa kita jatuh ke dalam sikap dangkal. Upaya menjelaskan secara langsung setiap fenomena sosial dengan penjelasan religius tidak mustahil bisa memberi kesan pemaksaan ide. Sehingga, Gereja yang bermaksud baik justru terkesan jelek. Sikap ini tidak akan banyak memberi sumbangan positif untuk masyarakat demokratis liberal ini.

Meski demikian, kita juga tidak setuju bahwa persoalan sosial tidak perlu mendapatkan penjelasan moral sosial religius. Etika sosial kristiani adalah kekayaan Gereja. Secara konstruktif dan kritis, nilai-nilai kristiani memeriksa setiap pengandaian gejala sosial yang marak di tengah-tengah kita. Dengan demikian, kita bisa memanfaatkan secara kritis setiap perkembangan baru untuk penguatan Gereja.

Oleh karena itu, ada dua pertanyaan setara yang harus dijawab: Bagaimanakah nilai-nilai religius memiliki peran ’menyucikan’ berbagai fenomena sosio-kultural dan politik yang muncul? Bagaimanakah pergumulan masyarakat dalam kehidupan modern memberikan pengayaan makna iman dan religiositas?

Harus dijaga agar Gereja tidak segera serta merta berharap untuk mendapatkan dampak pengaruh ajaran iman pada kehidupan kontemporer. Makna dialog dan komunikasi yang setara dan tulus perlu menjadi cara bertindak dan berpikir Gereja. Inilah konsekuensi yang harus dihadapi Gereja yang hidup di tengah-tengah masyarakat demokratis. Keyakinan dan kebenaran yang beraneka ragam itu dibiarkan tumbuh dan berkembang. Gereja dengan segala nilai kebenaran dan ideologinya secara rendah hati harus menyadari bahwa dirinya hanyalah satu dalam ’taman bunga-bunga’.

Gereja tidak bisa dan tidak boleh hidup sendirian. Dia harus menengok dan masuk ke dalam alam pikir komunitas lain. Ia mendengarkan dan mempelajari keprihatinan dan siasat yang dilakukan komunitas lain.

Sejarah akhir-akhir ini mencatat bahwa sekian kerjasama antara Gereja dengan pihak lain ternyata sangat produktif. Juga kalau itu dibuat dengan kelompok yang murni sekuler dan tidak ada hubungannya dengan agama apa pun, misalnya kelompok bisnis, pakar teknologi, aktivis lingkungan.

Dalam berbagai interaksi di ’taman bunga-bunga’ yang kompleks itu, diskresi menjadi penting. Yaitu, mencermati dengan seksama berbagai perubahan, melakukan pertimbangan, mengambil keputusan di bawah bimbingan Roh. Inilah kehati-hatian khas Gereja.

Kita bersyukur bahwa Gereja dalam banyak hal mengambil sikap hati-hati. Sekaligus kita terkadang mengeluh bahwa sikap yang terlalu hati-hati membuat Gereja menjadi lamban. Untunglah di Gereja – dan di mana-mana – ada kaum muda, yang pada kodratnya selalu ingin cepat dan tidak pernah takut berbuat keliru. Berkat kaum muda inilah, Gereja berwajah ceria, bersemangat membarui diri, dan berpenampilan segar.


Redaksi




Kunjungan: 1878
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com