Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Meditasi Kitab Suci dan Kristiani - Hidup Katolik

Meditasi Kitab Suci dan Kristiani

Rabu, 8 Februari 2012 09:43 WIB
Meditasi Kitab Suci dan Kristiani
[Dok Komunitas Meditasi Kristiani]
Suasana meditasi Kelompok Meditasi Kristiani.

HIDUPKATOLIK.com - Sore itu selesai kerja, Pemimpin Perusahaan Majalah Kuasa Doa, Justinus Soekidjo, meninggalkan kantornya di Cikini, Jakarta Pusat, menuju Paroki Theresia, Menteng, Jakarta Pusat.

Ia bertugas memandu meditasi Kitab Suci warga paroki ini. Salah satu tugasnya sebagai fasilitator komunitas Meditasi Kitab Suci. Soekidjo bergabung dengan komunitas ini sejak tahun 2000, karena tertarik dengan cara mereka bermeditasi. “Mereka selalu mendasarkan meditasinya pada Kitab Suci. Itulah awal ketertarikan saya,” ujarnya.

Ini sesuai dengan motto hidupnya: “Menjadikan Kristus sebagai pusat kehidupan, dan menjadikan Injil sebagai sumber inspirasi dan pegangan hidup”. Justinus Soekidjo menjelaskan, komunitas Meditasi Kitab Suci dibentuk untuk melestarikan tradisi meditasi Lectio Divina ajaran Santo Benediktus. “Kami yakin, kegiatan kelompok ini bisa lebih mendekatkan diri kepada Kristus melalui permenungan Kitab Suci,” jelasnya.

Menurutnya, Lectio Divina adalah salah satu metode meditasi yang paling sederhana. “Metode ini dapat menghantarkan kita mengenal Kristus melalui Kitab Suci tanpa harus belajar teologi,” tukasnya. Ada empat tahapan dalam melakukan meditasi ini, yaitu Lectio, Meditatio, Oratio, dan Contemplatio.

Kehadiran Allah

Pada tahap Lectio, pelaku meditasi membaca Kitab Suci secara perlahan-lahan, penuh perhatian. Mendengarkan Firman Tuhan dengan lemah lembut. Mendengar satu kata atau ayat yang menjadi inti firman. Dalam tahap Meditatio, seseorang merenungkan salah satu kata atau ayat tadi dan “mencernanya” perlahan-lahan, sambil membiarkan dirinya disentuh dan dibentuk oleh firman tadi, hingga tingkat paling dalam.

Dalam tahap Oratio, pelaku meditasi akan berdialog dengan Allah, yang memungkinkan dirinya disentuh dan diubah. Akhirnya, pada tahap Contemplatio seseorang akan beristirahat dalam kehadiran Allah. “Dalam tahap ini, relasi kita terjadi dalam suasana hening tanpa kata. Membiarkan Firman Allah mengembara dalam hati kita. Saat inilah kita menikmati pengalaman akan hadirnya Allah,” terangnya.

Menurut Justinus Soekidjo, komunitas meditasi ini terus berkembang karena perjuangan para anggota. “Ada yang mau berkorban demi kemuliaan nama Yesus tanpa imbalan. Kelompok ini juga bisa berkembang karena manfaatnya semakin banyak dirasakan anggota, yang kemudian menyebarkannya kepada orang lain,” ujarnya.

Justinus menjelaskan, “Orang yang sering bermeditasi akan menjadi sosok yang penyabar, tidak mudah marah, mudah mengampuni orang lain, dan lebih mencintai sesama. Dengan demikian, kita akan semakin dekat dengan Yesus.”

Saat ini, Komunitas Meditasi Kitab Suci bermoderator Pastor Frans Doy Pr. Komunitas ini telah berkembang, antara lain di Paroki Hati Kudus Kramat Jakarta Pusat, Paroki Santo Aloysius Gonzaga Cijantung Jakarta Timur, Paroki Santo Gabriel Pulo Gebang Jakarta Timur, Paroki Santo Alfonsus Pademangan Jakarta Utara, Paroki Santo Paskalis Cempaka Putih Jakarta Pusat, Stasi Santo Albertus Harapan Indah Bekasi, dan Paroki Santo Fransiskus Asisi Tebet Jakarta Selatan.

Jumlah anggota dalam setiap kelompok di masing-masing paroki bervariasi. Ada yang berjumlah 15, 20, 30, 40 orang, dan ada yang berjumlah 100 orang. Saat ini, jumlah terbesar komunitas ini berada di Paroki Pulo Gebang. Selain Kelompok Meditasi Kitab Suci, ada satu lagi komunitas meditasi yang saat ini juga tengah berkembang, yaitu Komunitas Meditasi Kristiani. Menurut koordinator komunitas Dokter Hendra Widjaja, “Komunitas ini dapat terbentuk karena penyelenggaraan Ilahi. Karena banyak orang ingin jumpa dengan Allah.”

Dokter Hendra – sapaannya – menuturkan, ia pernah mengikuti Meditasi Kristiani di Bangkok, Thailand. “Sepulang meditasi, saya tidak berniat menyebarkan meditasi ini di Indonesia. Semua berlalu begitu saja. Lalu, tiba-tiba, saya mendapat tawaran dari Komunitas Meditasi Kristiani di Singapura. Mereka akan mendatangkan Pastor Lawrence Freeman OSB, salah satu tokoh Meditasi Kristiani ke Indonesia,” jelasnya.

Tanpa janji penyembuhan

Secara pribadi, ia tidak siap karena belum punya siapa-siapa di Indonesia. Namun, komunitas di Singapura berjanji untuk mengatur semuanya. Dari peristiwa inilah, banyak umat Katolik di Indonesia mengenal Komunitas Meditasi Kristiani. “Ketika sudah bertemu dengan sesama umat yang tertarik dengan meditasi ini, kami sepakat melakukan meditasi bersama-sama secara teratur di Ursula Jalan Pos. Karena ada seorang suster Ursulin yang menawarkan tempat di sana,” ujarnya.

Sejak itulah, komunitas ini terus berkembang. Bukan melalui promosi besar-besaran di media massa, tetapi dari mulut ke mulut, dari sharing orang-orang yang telah merasakan hasil meditasi. Dalam perjalanan, komunitas ini akhirnya bertemu Pastor Than Tian Sing MSF, yang kemudian menjadi Moderator Komunitas Meditasi Kristiani. “Dalam meditasi ini, kami tidak menjanjikan apa-apa,” ujar Dokter Hendra saat disinggung tentang ketertarikan orang terhadap komunitas ini.

Menurutnya, dalam komunitas ini tidak ada janji penyembuhan, juga janji mendadak menjadi kaya. Dalam meditasi diperlukan ketekunan, kesetiaan, dan dukungan komunitas. Karena itulah, sharing dalam meditasi ini perlu untuk memotivasi rekan sekomunitas. “Mood atau tidak mood, meditasi harus tetap jalan. Mungkin kebersamaan komunitas dan keheninganlah yang menjadi daya tariknya,” ungkapnya.

Ada buah-buah Roh saat seseorang tekun bermeditasi. Buah-buah itu yang akan membuat seseorang menjadi pribadi yang berbeda di mata orang lain. “Kita menjadi lebih penyabar, tenang, dan bisa memiliki kesadaran penuh akan kehidupan yang kita punya sekarang,” tukasnya. Saat ini, Komunitas Meditasi Kristiani telah ada di seluruh Pulau Jawa.

R.B. Yoga Kuswandono,
Pelapor: Panjikristo




Kunjungan: 3493
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com