Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Fokus Kepada Kaum Muda - Hidup Katolik

Fokus Kepada Kaum Muda

Jumat, 2 Maret 2012 14:21 WIB
Fokus Kepada Kaum Muda
[Dok.KTM]
Anggota Dewan Pelayan Umum Komunitas Tritunggal Mahakudus bersama Romo Yohanes Indrakusuma OCarm.

HIDUPKATOLIK.com - Sabtu, 14/1/2012, beberapa anggota Dewan Pelayan Umum Komunitas Tritunggal Mahakudus, berkumpul di Ruang Serba Guna Kompleks Cikanyere. Mereka saling melengkapi menjawab pertanyaan wartawan HIDUP, Sylvia Marsidi.

Isu yang dilemparkan Dr Ligaya Acosta tentang pro-life. Apa relevansi pengajaran tadi dengan KTM?

Gerakan pro-life bukan tujuan utama KTM. Kami lebih bergerak di bidang spiritualitas. Kebetulan, kali ini kita mendapat pembekalan dari seseorang yang ahli tentang pro-life. Jadi, masalah aborsi, euthanasia, dan kawin cerai memang seyogianya diketahui oleh para kader KTM, berdasarkan ajaran moral yang benar dari Gereja Katolik. Tujuannya, supaya kami tidak tersesat oleh pandangan moderen yang saat ini makin merajalela.

Makanya dalam pertemuan kali ini, kami akan fokus ke sana. Kami harus simak dengan kritis, dan kami sesuaikan dengan buku pegangan kami. Sebagai informasi, ada beberapa hal dalam setting domestik Indonesia, Gereja Katolik punya kebijakan khusus. Misalnya, ajaran Humanae Vitae, yang punya sedikit kebijakan pastoral satu-satunya hanya Indonesia. Vatikan berpendirian, kalau Keluarga Berencana tidak dilaksanakan, Indonesia makin miskin.

Kami setuju, tapi bukan dengan cara memakai alat kontraseptik, tapi dengan cara-cara yang sifatnya alamiah, dan harus punya alasan yang bisa dipertanggungjawabkan secara moral. Moralitasnya kami dukung betul, dan kami sebagai anggota KTM berupaya memberi contoh bagaimana menjadi orang Katolik yang baik. KTM mau lebih mendekatkan diri pada Tuhan dengan motto Vivit Dominus In Cuius Conspectu Sto (Allah hidup dan aku berdiri di hadirat-Nya).

Untuk kaum muda KTM?

Pasti ada, karena fokus kami ke depan sesuai dengan apa yang dipikirkan Gereja Katolik saat ini, yaitu memperhatikan generasi muda. Kami membutuhkan tenaga-tenaga baru untuk menggantikan kami. Fokus lain, soal anggota. Anggota kami sudah mencapai 17 ribu orang. Kami bukan hanya memperhatikan jumlah (kuantitas), tetapi yang lebih penting sampai di mana tingkat kerohaniannya juga (kualitas). Kami punya buku panduan menjadi anggota KTM, yang terdiri dari langkah-langkah mulai tahap perkenalan sampai komitmen tetap.

Pertanyaannya, seberapa efektif buku-buku ini didiskusikan dan diterapkan dalam kehidupan setiap anggota? Kalau kami benar-benar anggota KTM, kami harus benar-benar merasakan perubahan dalam kehidupan kami. Bagaimana perilaku kami sehari-hari, bagaimana hubungan kami dengan Tuhan. Itu tujuan kami ke depan.

Pengalaman menjaring kaum muda?

Selama 2-3 tahun ini tantangan terhadap kaum muda yang kami hadapi memang tidak mudah. Untuk mengumpulkan kaum muda sendiri butuh perjuangan yang luar biasa. Apalagi, untuk acara rohani. Lebih-lebih lagi, untuk mengumpulkan mereka ke dalam satu komunitas dalam jangka waktu panjang.

Saat ini kami mengadakan kegiatan untuk menjaring kaum muda, dan menyiapkan program pembinaan yang relevan agar mereka lebih tertarik pada masalah kerohanian. Kami juga menyiapkan kader-kader baru yang bisa membina kaum muda. Itu sudah dimulai di Bandung. Beberapa kaum muda dibina secara khusus agar mereka bisa memberi retret, dan sebagainya. Itu akan juga dilakukan di daerah lain di Indonesia.

Bisa lebih dikonkretkan?

Program ini namanya Pasus (pembinaan khusus) PP5. Kader-kader ini dibina khusus untuk menjadi Pelayan, Pemimpin, Pengajar, Pembina, dan Pembawa jiwa. Target sebenarnya minimal tiga tahun, tapi mungkin tidak akan pernah selesai. Itu terus berkesinambungan.

Tapi, sebenarnya di setiap distrik sudah ada program seperti ini, dan mereka sudah berkarya. Mereka sudah mengajar, memimpin pujian, mengadakan acara besar, seperti Kebangunan Rohani Katolik. Yang tampil biasanya muda mudi. Mereka otomatis menjadi pelayan, pengajar, pewarta sesuai talenta masing-masing. Yang muda mudi setelah menikah ada yang meneruskan pelayanan, tetapi kalau sudah sibuk mereka biasanya berkumpul di dalam sel. Tapi, jiwa mereka sudah terbentuk. Pusat jiwa mereka adalah Kristus.

Tahun 2001, banyak anggota KTM yang tidak commit. Romo Yohanes Indrakusuma sempat kecewa. Apakah pernah terjadi lagi situasi seperti itu?

Waktu itu memang Romo Yohanes mengingatkan komitmen kami. Ia mengatakan, ”Lebih baik saya punya 100 anggota (KTM) asal betul-betul commit. Tidak apa-apa kalau yang lain tidak mau (ikut).” Kami akhirnya memperketat peraturan. Memang banyak yang gugur, tetapi setelah itu tumbuhnya cepat sampai sekarang.

Komitmen memang merupakan unsur yang sangat penting untuk pertumbuhan rohani suatu komunitas. Kenapa anggota KTM punya potensi? Ternyata, ini merupakan buah komitmen sehingga muncul kader-kader penting. Roh Kuduslah yang bekerja, hingga komitmen kami bisa tumbuh.

Bagaimana hubungan KTM dengan Pembaharuan Karismatik Katolik?

Memang ada perbedaan antara Pembaharuan Karismatik Katolik (Persekutuan Doa Karismatik Katolik, PDKK) dengan KTM, dalam arti KTM berada di bawah Catholic Fraternity (Catholic Fraternity of Charismatic Covenant Communities and Fellowships), sedangkan PDKK di bawah International Catholic Charismatic Renewal (ICCR). Akan tetapi secara iman, KTM dan PDKK sama, sebab Catholic Fraternity dan ICCR, berada di naungan Vatikan. Terlebih lagi, saat ini Moderator PDKK dan KTM satu orang, yaitu Mgr Petrus Boddeng Timang.

Bagaimana KTM menyikapi era digital?

Sebenarnya kami punya Komisi Multi Media. Bapa Suci berkali-kali mengatakan, kita harus memanfaatkan media yang ada. Karena salah satu godaan atau tantangan terbesar adalah bahwa si jahat menguasai media dan menanamkan hal-hal secara cepat dan instan. Generasi sekarang gampang sekali mendapatkan akses ke situ. Jadi, ini salah satu pelayanan KTM, yaitu punya banyak sekali unsur media yang kami pakai untuk pelayanan kami. Kami tidak mau kalah untuk memanfaatkan media agar kaum muda mudi atau dewasa muda yang berada di tengah keterbatasan waktu masih bisa mendapatkan oase instan melalui media yang kami manfaatkan.

Sylvia Marsidi




Kunjungan: 1532
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com