Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Margareta Astaman: Nilai Bertahan, Medium Berbeda - Hidup Katolik

Margareta Astaman: Nilai Bertahan, Medium Berbeda

Jumat, 9 Maret 2012 15:34 WIB
Margareta Astaman: Nilai Bertahan, Medium Berbeda
[Ilustrasi/HIDUP]

HIDUPKATOLIK.com - Tidak dapat dipungkiri, seiring maraknya media online dalam kehidupan sehari-hari, media ini pun semakin akrab dalam kehidupan masyarakat Katolik Indonesia. Jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, blog sudah menjadi konsumsi publik. Interaksi lewat Facebook, seolah mempunyai kemampuan untuk menggantikan kebutuhan pertemuan langsung, tak terkecuali dalam pelayanan Gereja.

Sebuah gerakan Facebook ”Gereja Katolik” (GK) telah berhasil menghimpun dana hingga miliaran untuk membantu Gereja di kota-kota terpencil. Sebuah pencapaian yang sangat baik, dibandingkan dengan cara menghimpun dana lewat cara ’tradisional’ dengan temu muka.

Fenomena ini ditanggapi dengan cara yang berbeda-beda. Di satu sisi, penggunaan medium internet telah terbukti menjadi sarana efektif untuk menjangkau umat secara lebih luas dan cepat. Namun, dari sisi yang lain, tidak sedikit pula yang meragukan, apakah kegiatan menggereja lewat internet ini akan menggeser nilai-nilai serta kebutuhan akan kegiatan perkumpulan pelayanan?

Empati masyarakat lewat medium tidak langsung sebenarnya bukan hal baru di kancah internasional. Ren Chi Charity Show, sebuah acara tahunan untuk menghimpun sumbangan di Singapura, bisa jadi salah satu contoh. Seorang biksu dari perkumpulan tersebut akan melakukan atraksi yang disiarkan lewat televisi. Selama tayangan tersebut, penonton dapat memberikan sumbangan dengan cara mudah, menelepon ke nomor yang disebutkan.

Dengan motif yang tidak dilandasi agama, Karyn Bosnak membuat situs Save Karyn di Amerika Serikat. Lewat tulisan blognya, ia berhasil melunasi hutang kartu kredit senilai puluhan ribu dolar dengan bantuan donatur.

Meskipun bentuknya berubah, namun hakikat komunikasi itu sendiri tidaklah berubah. Nilai-nilai yang dibawa di dalam gerakan-gerakan tersebut tetaplah sama. Komunikasi online tersebut tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan akan komunikasi yang sudah ada. Bentuk penggalangan empati secara langsung tetap marak, demikian juga kehidupan komunitas yang aktif. Kemudahan berkomunikasi melalui internet justru digunakan untuk memudahkan merancang pertemuan.

Melihat kecenderungan di negara lain yang perkembangan internetnya sudah lebih pesat daripada Indonesia, kegiatan menggereja lewat internet bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Justru, wajah Gereja yang terdefinisi sebagai sebuah komunitas umat beriman memang akan terus berubah, sesuai dengan dinamika yang ada di dalam setiap anggota komunitas tersebut.

Saat semakin banyak umat Katolik yang mencari info secara online, berkomunikasi via messenger, mengisi waktu luang dengan jejaring sosial, maka secara natural Gereja pun akan hadir di ranah ini. Yang terutama adalah memastikan bahwa nilai-nilai Gereja tidak berubah. Dalam Gerakan Facebook GK, meskipun cara menggalang dananya berbeda, nilainilai yang diperjuangkan tetaplah sama, yaitu membantu sesama yang membutuhkan, membagikan kabar gembira lewat renungan, dan solidaritas.

Nilai-nilai yang dijunjung gerakan Facebook Katolik juga membutuhkan peran besar Gereja. Dengan begitu bebasnya media online, terbuka kemungkinan negatif, di mana nilai-nilai menggereja jadi kurang terlihat atau malah diartikan secara salah. Dalam dunia maya, semua orang bisa berpartisipasi dan memberi informasi, yang belum tentu benar adanya. Namun, hal ini dapat dicegah dengan pengasuhan dari hirarki Gereja, misalnya dengan terbukanya kesempatan mendaftarkan gerakan awam. Dengan begitu, informasi serta gerakan yang ada menjadi lebih kredibel.

Eksplorasi fitur-fitur internet juga perlu semakin didukung. Bukan hanya sekadar untuk berkomunikasi, tapi juga untuk menjadi perpanjangan tangan kegiatan perkumpulan, seperti sharing renungan, penyebaran reportase atau video kegiatan kerohanian, atau bentuk interaktif konsultasi agama.


Margareta Astaman

Penulis adalah praktisi internet




Kunjungan: 856
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com