Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Jejak Langkah Paroki Alam Sutera - Hidup Katolik

Jejak Langkah Paroki Alam Sutera

Rabu, 21 Maret 2012 16:19 WIB
Jejak Langkah Paroki Alam Sutera
Gereja Paroki St. Laurensius.

HIDUPKATOLIK.com - Awal tahun 2000, sekitar 700 keluarga Katolik tinggal di Perumahan Alam Sutera. Mereka pergi beribadah ke gereja Santa Monika Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten, karena Alam Sutera masih termasuk wilayah paroki BSD. Untuk mencapai gereja ini, mereka menempuh jarak sekitar tiga kilometer.

Pada 2006, jumlah umat Paroki St Monika tercatat 24.669 jiwa atau 6.832 keluarga. Dari jumlah itu, tercatat 4.295 jiwa tinggal di wilayah Stasi Santa Helena (1 Oktober 2006 diresmikan menjadi Paroki St Helena Curug, Tangerang), 4.020 jiwa tinggal di wilayah Stasi Santa Odilia (26 November 2006 diresmikan menjadi Paroki St Odilia Cikupa, Tangerang).

Sementara, daya tampung gereja Paroki St Monika hanya sekitar 700 orang, dan daya tampung pelataran sekitar 200 orang. Sedangkan Misa berlangsung dua kali pada hari Sabtu dan empat kali pada hari Minggu.

Keterbatas tempat ini menjadi hambatan tersendiri bagi umat, khususnya yang tinggal di Alam Sutera. Oleh karena itu, Pimpinan P.T. Alfa Goldland Realty, pengembang perumahan Alam Sutera, Haryanto Tirtohadiguno berinisiatif menawarkan lahan seluas 8.000 meter persegi yang terletak di samping Sekolah Santa Laurensia Alam Sutera sebagai tanah bakal pembangunan gedung gereja.

• 19 Maret 2004: Pastor Paroki St Monika, Yohanes Djino Widyosuharjo OSC, membentuk Panitia Pembangunan Gereja (PPG).

• 6 Mei 2005: Bupati Kepala Daerah Tingkat II Tangerang Drs Ismet mengeluarkan Izin Pendirian Bangunan Gereja Katolik di Alam Sutera.

• 31 Mei 2005: Dinas Bangunan dan Pemukiman Kabupaten Tangerang atas nama Bupati Tangerang mengeluarkan Surat Izin Mendirikan Bangunan untuk Gereja di Alam Sutera.

• 10 September 2005: Ibadat pemberkatan tiang pancang dan peletakan batu pertama.

• 18 Februari 2007: Pelantikan Dewan Stasi Santo Laurensius.

• 22 Juli 2007: Pemberkatan dan pemancangan salib pada puncak kubah dan menara gedung gereja.

• 21 Mei 2009: Uskup Agung Jakarta waktu itu, Julius Kardinal Darmaatmadja SJ, memberkati Gereja Santo Laurensius yang berdaya tampung 2.300 orang.

• 15 Januari 2012: Stasi Laurensius diresmikan oleh Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo menjadi paroki dengan nama Paroki Santo Laurensius. Pastor Barnabas Nono Juarno OSC ditugaskan sebagai pastor paroki.

R.B. Yoga Kuswandono




Kunjungan: 2131
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com