Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Green Club di Paroki - Hidup Katolik

Green Club di Paroki

Selasa, 27 Maret 2012 17:02 WIB
Green Club di Paroki
[zazzle.com]

HIDUPKATOLIK.com - Saat mengikuti Green Fest di Jakarta dua tahun lalu, saya berjumpa dengan aktivis Bosco Green Club dari Paroki Sunter Keuskupan Agung Jakarta. Saya yang sudah dua tahun terakhir menjadi presenter The Climate Reality Project yang dibentuk Al Gore untuk edukasi pemanasan global dan perubahan iklim sangat antusias karena memang sudah lama memimpikan adanya green club di paroki-paroki. Dan ternyata, hingga sekarang sulit menemukan jejak-jejak green club di paroki.

Di masyarakat, kesadaran dan gerakan cinta lingkungan hidup makin berkembang. Di banyak sekolah ada green club. Di Bandung misalnya, tiap RW berlomba dalam hal menjaga lingkungan hidup. Mengapa di paroki-paroki tidak dibentuk green club?

Di berbagai paroki mungkin sudah ada kelompok pencinta alam. Misalnya, di Paroki Katedral Semarang ada Muda Mudi Katedral Pencinta Alam yang usianya sudah lebih dari enam tahun. Selain itu, ada naik gunung dan live in di Paroki Sumber, Keskupan Agung Semarang dengan Pastor Vincentius Kirjito Pr. Mereka membuat biopori dan melakukan program menanam pohon. Pastor Kirjito sendiri di mana pun ditugaskan tiada henti-hentinya aktif dan mendorong banyak orang untuk semakin sadar, peduli, dan berbuat sesuatu untuk lingkungan hidup. Lain lagi dengan Pastor Andang L. Binawan SJ di Jakarta yang sangat aktif dalam masalah sampah hingga dikenal dengan panggilan “Romo Sampah”.

Usia Bosco Green Club sudah lebih dari lima tahun. Berbagai kegiatan, antara lain program mewujudkan paroki ramah lingkungan dengan talk show bersama Pastor Andang dan Ayu Utami. Kegiatan lainnya seperti, Parish Go Green Campaign, Green Expo, Fun Bike, nonton film bareng lingkungan hidup, dan membuat pohon Natal berbahan recycle. Saya sempat mendengar bahwa ada upaya di Paroki Sunter untuk tidak menggunakan AC di gereja berkaitan dengan isu mengurangi jejak karbon. Vatikan misalnya, banyak menggunakan solar panel untuk sumber energi listriknya dan menjadi the first carbon neutral country bahkan Paus Benediktus XVI disebut-sebut sebagai Green Pope.

Mungkinkah dibentuk green club di paroki-paroki di seluruh Indonesia? Pastor Andang pernah menyampaikan harapannya agar suatu saat umat Katolik dikenal bukan hanya jujur dan disiplin, namun juga peduli pada lingkungan hidup. Mgr Pujasumarta dalam surat gembala perpisahannya dengan umat Keuskupan Bandung menyampaikan mimpi membangun green diocese.

Untuk memulai green club bisa diawali dari mana saja. Di Jakarta ada Pepulih, Gropesh, Busur, dan Bosco Green Club. Di Bandung ada Gema Pelikan dan Sub Komisi Lingkungan Hidup. Sebagian besar usaha lingkungan hidup difokuskan pada soal sampah dan recycle karena dianggap sangat konkret. Karena lewat sampah diharapkan kesadaran lingkungan hidup semakin meluas dan menyentuh banyak orang.

Jika mau diperluas, lingkungan hidup itu menyangkut lingkungan alam, lingkungan sosial, lingkungan budaya, bahkan lingkungan sains dan teknologi. Al Gore dalam buku terbarunya Our Choice menunjuk sebagian solusi krisis iklim ada pada renewable energy. Jadi, silakan mulai dari mana saja. Bisa mulai dari sampah, biopori, menanam pohon, mengolah sampah menjadi bermanfaat. Bisa belajar menghemat energi, mengurangi jejak karbon, mengurangi pemakaian bahan bakar fosil. Bisa juga program gaya hidup sederhana (reduce dan reuse). Bisa menghijaukan rumah, gereja, dan kantor.

Apa pun itu asal ingat, mungkin saat ini “kesempatan terakhir” kita menyelamatkan bumi yang sudah semakin panas dan kacau iklimnya. Memang benar ada bencana alam, misalnya gempa dan tsunami. Namun, sebagian besar bencana juga karena ulah manusia. Es di dunia mencair karena manusia terlalu banyak menghasilkan karbon. Ketika es mencair, misalnya banyak pulau mulai tenggelam entah sebagian entah seluruhnya. Tidak sulit menemukan bahwa di banyak tempat, muka air laut sudah lebih tinggi dari beberapa lokasi di pinggir pantai. Mari kita berbuat sesuatu yang konkret untuk ikut menyelamatkan dunia yang semakin panas ini.


St. Ferry Sutrisna Wijaya Pr




Kunjungan: 1256
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com