Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Rabu Abu pada Hari Selasa - Hidup Katolik

Rabu Abu pada Hari Selasa

Selasa, 27 Maret 2012 14:57 WIB
Rabu Abu pada Hari Selasa
[stltoday.com]

HIDUPKATOLIK.com - Di banyak paroki di Pulau Jawa, Rabu Abu sudah dirayakan pada Selasa sore. Apakah dasar dari praksis ini dan mengapa boleh dipindah pada Selasa? Apakah hal itu tidak lucu bahwa Rabu Abu dirayakan pada Selasa? Apakah boleh disebut sebagai Selasa Abu? Mohon penjelasan.

Jeanne Andyanto, Surabaya

Pertama, tidak ada peraturan eksplisit yang melarang merayakan liturgi Rabu Abu pada Selasa sore. Tentu saja bukan Selasa pagi. Dokumen Kongregasi Ibadat Ilahi “Perayaan Paskah dan Persiapannya” (Seri Dokumen Gerejawi No 71) hanya mengatakan pengertian dan makna Rabu Abu bagi kita (No 21-22), tetapi tidak ada peraturan khusus berkenaan dengan perayaan liturgisnya. Karena itu, baiklah kalau kita mencoba melihat prakiraan alasan-alasan yang melatarbelakangi praksis tersebut.

Kedua, tradisi Gereja biasa menetapkan Hari Raya dimulai dari sore hari sebelum Hari Raya itu, yaitu sebagai vigilia. Hal ini tampak jelas pada perayaan Natal, yang dirayakan pada 24 Desember malam. Hal yang sama juga terjadi pada perayaan Paskah, yaitu dirayakan pada malam Paskah, yaitu Sabtu malam. Hari-hari raya yang lain juga mengikuti prinsip yang sama, misalnya Hari Raya Maria Diangkat ke Surga.

Meskipun Minggu bukan hari raya, prinsip ini diterapkan untuk Misa hari Minggu. Alasannya? Karena alasan pastoral yang mendesak. Alasan pastoral itu bisa berupa kebutuhan umat yang tidak bisa menghadiri Misa pada hari Minggu karena hambatan-hambatan, atau juga bisa berupa jumlah umat yang sedemikian banyak sehingga tidak bisa ditampung hanya pada Misa-Misa pada Minggu pagi dan sore. Alasan pastoral yang mendesak ini membenarkan perayaan hari Minggu dilakukan pada Sabtu sore.

Ketiga, dengan analogi, prinsip yang sama bisa diterapkan untuk Rabu Abu. Alasan pastoral yang mendesak, misalnya adalah jumlah umat yang sangat banyak yang tidak bisa ditampung hanya pada Misa-Misa pagi dan sore dari hari Rabu Abu itu saja. Perlu diingat, di Indonesia, Rabu Abu bukanlah hari libur, meskipun sekolah-sekolah Katolik diliburkan.

Dengan demikian, sulit diadakan Misa di waktu yang agak siang. Alasan pastoral lain ialah jika ternyata ada banyak stasi yang saling berjauhan dan hendak merayakan upacara Abu, dan tidak mungkin dilakukan hanya pada hari Rabu itu. Perlu diingat bahwa upacara Abu bisa dilakukan dengan Ibadat Sabda oleh diakon atau petugas pastoral yang ditunjuk. Mungkin juga ada alasan-alasan pastoral lainnya yang belum saya sebutkan. Berdasarkan pengamatan saya, ada 43 gereja paroki atau kapel di Indonesia yang merayakan Hari Rabu Abu pada Selasa sore (bdk http://id-id.facebook.com/notes/gereja-katolik/jadwal-misa-rabu-abu-2012-se-Indonesia).

Keempat, perlu tetap kita sadari bahwa perayaan Rabu Abu pada Selasa sore tentu adalah pengecualian, sehingga tidak boleh dijadikan patokan utama. Hanya kalau ada alasan pastoral yang amat mendesak, pengecualian ini berlaku. Perayaan itu hanya boleh dilakukan pada Selasa sore, bukan Selasa pagi. Demikian pula, namanya tetaplah Rabu Abu, bukan Selasa Abu. Hal ini perlu disosialisasikan kepada umat agar umat tidak salah mengerti.

Baik kalau tetap disadari bahwa Rabu Abu tidak mewakili perayaan apa pun, selain menandai awal Masa Prapaskah, masa retret agung. Umat diingatkan sekali lagi untuk selama Masa Prapaskah ini menyiapkan hati dengan pertobatan untuk merayakan kebangkitan Tuhan. Jika semakin banyak umat bisa hadir dan dilayani, tentu hal baik ini tidak boleh diabaikan. Kesejahteraan umatlah yang perlu diutamakan.

Pada upacara pembukaan pada liturgi Rabu Abu, mengapa tidak ada upacara tobat? Apakah Romo kami lupa?

Dwihastuti, Jakarta

Liturgi Rabu Abu sarat dengan unsur pertobatan, terlebih upacara penandaan dahi dengan salib dari abu. Karena itu, upacara tobat pada awal diwujudkan dengan upacara penandaan dahi dengan salib. Jadi, Romo kalian bukannya lupa, tetapi memang seharusnya demikian.


Dr Petrus Maria Handoko CM




Kunjungan: 1524
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com