Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Jalan Salib - Hidup Katolik

Jalan Salib

Jumat, 30 Maret 2012 15:31 WIB
Jalan Salib
[draltang01.blogspot.com]

HIDUPKATOLIK.com - Saya pernah mengikuti ibadat Jalan Salib di sebuah paroki. Saya heran, pada stasi VI tidak mengenangkan Santa Veronika sama sekali. Juga banyak perbedaan dengan stasi-stasi Jalan Salib yang biasa. Apakah memang dibenarkan membuat rumusan ibadat Jalan Salib sendiri? Di mana Veronika disebutkan dalam Kitab Suci? Seringkali Jalan Jalib ditutup dengan menambah stasi XV, yaitu stasi kebangkitan. Apakah hal ini bisa dibenarkan?

Nancy Suminto, Surabaya

Pertama, memang rumusan devosi Jalan Salib tidak hanya satu, bahkan tak terbilang jumlahnya. Banyak rumusan yang digubah para pastor yang mempunyai devosi sangat kuat pada Jalan Salib dan meyakini akan kemanjuran rohaninya. Ada pula teks-teks rumusan laku kesalehan Jalan Salib yang digubah kaum awam yang terkenal karena teladan kesalehannya, karena kekudusan hidup, ilmu serta mutu tulisannya. Aneka rumusan ini boleh digunakan, dengan tetap mengingat, jika ada instruksi dari Uskup setempat tentang laku kesalehan Jalan Salib.

Ada bentuk-bentuk alternatif Jalan Salib yang telah disahkan Takhta Apostolik atau digunakan secara publik oleh Paus, misalnya teks yang digunakan Paus Yohanes Paulus II untuk Jalan Salib di Colloseum pada 1991, 1992, dan 1994. Teks-teks ini boleh digunakan bila dipertimbangkan situasinya cocok (bdk Direktorium tentang Kesalehan Umat dan Liturgi, Asas-asas dan Pedoman, No 134-135). Mungkin salah satu dari teks itu yang digunakan di paroki tersebut.

Pemilihan teks Jalan Salib perlu memperhatikan siapa para peserta Jalan Salib itu agar mereka dapat menimba manfaat rohani dari laku kesalehan Jalan Salib yang dilakukan. Selalu lebih disarankan memilih teks-teks yang menggemakan kisah biblis dan ditulis dengan gaya yang sederhana, tetapi jelas.

Kedua, sosok Veronika yang muncul pada perhentian VI tidak mempunyai dasar biblis, tetapi berasal dari tulisan-tulisan apokrif. Pada buku Kisah Pilatus dari abad II, dikatakan bahwa Veronika adalah wanita yang disembuhkan oleh Yesus dari sakit perdarahan (Mat 9:20-22) dan bahwa dia datang pada pengadilan Yesus untuk menyatakan bahwa Yesus tidak bersalah. Pada abad ke IV atau V muncullah kisah Veronika sebagai seorang wanita saleh yang dengan berani membersihkan wajah Yesus dalam perjalanan-Nya ke Kalvari. Pada kain pembersih itu, tercetaklah wajah Yesus. Nama Veronika berasal dari kombinasi kata Latin vero (benar) dan kata Yunani eikon (gambar). Veronika menghadirkan sosok yang melakukan tindakan sederhana, tetapi penuh keberanian sebagai ungkapan cinta yang sempurna.

Ketiga, laku kesalehan Jalan Salib memang difokuskan pada sengsara Kristus yang membawa penebusan untuk kita. Meskipun dilakukan pada Masa Prapaskah, tetap diharuskan agar laku kesalehan Jalan Salib ditutup dengan kenangan akan kebangkitan. Hal ini secara eksplisit dikatakan dalam Direktorium: ”Jalan Salib adalah devosi yang terkait dengan sengsara Kristus. Namun harus diakhiri sedemikian rupa sehingga kaum beriman berada dalam harapan akan kebangkitan dalam iman dan harapan; mengikuti contoh Jalan Salib di Yerusalem yang diakhiri di Gereja St Anastasia (= kebangkitan), perayaan dapat diakhiri dengan kenangan akan kebangkitan Tuhan.” (Direktorium tentang Kesalehan Umat dan Liturgi, Asas-asas dan Pedoman, No 134). Jadi, kenangan akan kebangkitan Tuhan sama sekali bukanlah pelanggaran, dan bukan pula hanya diperbolehkan tetapi malahan diharuskan.

Adanya tambahan perhentian XV, Yesus Bangkit, berguna untuk menekankan kenangan akan kebangkitan ini dan mengajak umat untuk menyisihkan waktu merenungkannya. Dengan demikian, kenangan akan kebangkitan Tuhan tidak hanya diucapkan dalam satu kalimat dalam doa penutup, yang sering kali luput dari perhatian peserta Jalan Salib karena sudah menjelang penutupan. Di gereja atau kapel, di mana perhentian Jalan Salib tidak mempunyai perhentian XV, kenangan akan kebangkitan Tuhan bisa dilakukan di depan tabernakel.


Dr Petrus Maria Handoko CM




Kunjungan: 2071
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com