Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Tarif Gereja untuk Pernikahan - Hidup Katolik

Tarif Gereja untuk Pernikahan

Rabu, 18 April 2012 14:03 WIB
Tarif Gereja untuk Pernikahan
[Ilustrasi/HIDUP]

HIDUPKATOLIK.com - Pengasuh yang terkasih, saya perempuan berusia 28 tahun. Saat ini, saya sedang mempersiapkan diri untuk menikah. Ternyata, setiap Gereja mempunyai tarif pemakaian gedung untuk upacara pernikahan. Adakah peraturan di Keuskupan Agung Jakarta mengenai hal ini?

Melyana, Jakarta

Saudari Melyana yang terkasih, semoga masa persiapan Anda tidak terganggu dengan beberapa masalah seputar pernikahan dan upacaranya ya. Semoga Anda dan calon suami dapat mempersiapkan dengan hati yang tenang dan pikiran yang positif, supaya semua dapat berjalan dengan baik dan membahagiakan.

Memang benar, kadang-kadang beberapa masalah seputar liturgi pernikahan dan resepsi pernikahan bisa menjadi ganjalan pernikahan. Akan tetapi, saya yakin, Anda tahu bahwa persiapan untuk berjanji sehidup semati itu yang paling penting.

Tidak mudah menjawab peraturan mengenai hal sewa gedung gereja ini. Penyewaan biasanya diserahkan kepada masing-masing paroki dan diurus seksi tertentu. Sepengetahuan saya, tidak ada peraturan yang secara khusus mengatur biaya peminjaman. Semoga saya tidak salah dalam hal ini (misalnya, kalau ada beberapa keuskupan, bukan paroki, mengatur khusus pembiayaannya).

Barangkali peraturan ini bisa sangat memberatkan kalau diterapkan untuk mereka yang mau menikah dan kurang mampu. Saya yakin, Anda bisa menghubungi pastor setempat untuk meminta penjelasan mengenai hal ini. Jangan malu bertanya kepada pihak yang berkepentingan, apalagi kepada imam yang mengepalai paroki Anda.

Dalam hal ini, saya justru ingin memberikan suatu hal yang barangkali bisa kita renungkan bersama. Setiap Gereja di paroki masing-masing pasti membutuhkan biaya untuk pembangunan, perawatan, dan pengembangan. Kebutuhan untuk itu dipenuhi, salah satunya melalui pemakaian gedung yang dipinjamkan. Jadi, adalah sah jika gedung yang mau dipakai untuk umum dikenakan biaya yang wajar. Kita tentu tidak mau menjadi tanggungan orang banyak untuk acara pernikahan kita yang hanya satu kali seumur hidup.

Saya kira, kita juga akan lebih puas jika bersamaan dengan acara sukacita itu, kita dapat membantu Gereja melalui biaya sewa yang ditetapkan. Hal ini tidak sepenuhnya sama dengan ”menjual Gereja”. Gereja pada umumnya memang akan mengenakan biaya peminjaman gedung untuk acara pribadi seperti pernikahan, tetapi pasti akan membebaskan biayanya untuk acara umum bersama, seperti rapat pleno dewan paroki, acara sosialisasi tertentu bagi seksi-seksi di dewan paroki, dan lain-lain.

Pembangunan gereja memang menjadi tanggung jawab umat di paroki bersangkutan. Hal ini dapat sangat terbantu melalui berbagai pembiayaan bersama, melalui peminjaman gedung, sumbangan-sumbangan, kolekte, dan bantuan dari keuskupan setempat maupun pihak-pihak lain. Pembiayaan ini wajar, terutama kalau dikaitkan dengan alasan ”demi kelangsungan hidup Gereja”. Dalam hal ini, umat ikut membantu pengembangan itu.

Meskipun demikian, hal ini tidak menutup kemungkinan bagi Anda untuk meminta keringanan atau bantuan biaya, seandainya biaya yang ditetapkan terasa berat. Anda diharapkan dapat berkonsultasi dengan pihak paroki. Akan tetapi, kalau memang kita mempunyai persiapan biaya yang cukup, barangkali kurang bijaksana kalau Gereja semacam ”dimintai sumbangan” untuk mendukung pesta pernikahanan kita. Bukankah pernikahan kita seringkali menghabiskan biaya sangat besar, tetapi sangat sedikit yang dikeluarkan untuk Gereja? Padahal kita tahu bersama, tata perayaan liturgi pernikahan adalah hal yang sentral dalam pernikahan Katolik. Saya kira, ini hanya semacam persoalan cara berpikir saja.

Saya percaya bahwa Anda dan pihak paroki dapat memutuskan segala sesuatu dengan bijaksana. Tuhan memberkati Anda dan calon pasangan Anda.


Alexander Erwin Santoso MSF

Ketua Komisi Kerasulan Keluarga KAJ





Kunjungan: 3261
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com