Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


St Matias Rasul: Martir, Pengganti Yudas Iskariot - Hidup Katolik

St Matias Rasul: Martir, Pengganti Yudas Iskariot

Selasa, 24 April 2012 15:26 WIB
St Matias Rasul: Martir, Pengganti Yudas Iskariot
[icrsp]
St. Matias Rasul.

HIDUPKATOLIK.com - Santo Matias adalah seorang yang sederhana dan nyaris tidak kelihatan dalam bilangan para rasul. Ia terpilih menjadi rasul yang menggantikan Yudas Iskariot.

Kesetiaan Matias mengikuti Yesus dari awal karya hingga kebangkitan Yesus menginspirasi umat Paroki Kosambi Baru untuk memilihnya menjadi pelindung paroki mereka. Warga paroki ini menghormati Santo Matias secara khusus dengan mendirikan patung St Matias setinggi dua meter di halaman Gereja Paroki St Matias Rasul Kosambi Baru, Jakarta Barat. Patung bercat abu-abu metalik yang memegang kapak dan kitab yang berbahan aluminium ini merupakan karya perupa kontemporer Indonesia, Agus Suwage. Patung ini bertumpu pada batu marmer.

Adorasi dan dialog

Di batu tempat bertumpu patung St Matias, tertulis riwayat singkatnya. Di bagian belakangnya terdapat logo dan motto Paroki Kosambi Baru, yaitu “Duc in altum” dan pesan tertulis dari Pastor Paroki Kosambi Baru, A. Susilo Wijoyo Pr. Pesan ini berbunyi, “Dalam terang Roh Kudus mari kita wujudkan Gereja St. Matias Rasul, Paroki Kosambi Baru yang berakar dalam iman Kristiani, bertumbuh dalam persaudaraan sejati dan berbuah dalam pelayanan kasih.”

Pastor Susilo menjelaskan, pesan ini merupakan harapan paroki sekaligus perwujudan arah dasar pastoral Keuskupan Agung Jakarta yang dicanangkan Mgr Suharyo. Lebih lanjut, ia mengatakan, “Dalam upaya menghayati spiritualitas Santo Matias Rasul sebagai santo pelindung paroki, setiap tahun menjelang pesta namanya pada 14 Mei, kami melakukan adorasi di kapel.”

Dalam adorasi ini, warga mengenal dan memahami pribadi St Matias dengan membaca riwayat singkatnya. Dan, diperdengarkan pula cuplikan dari Kitab Suci perihal pemilihan St Matias sebagai rasul. “Sehingga, selain mengetahui riwayatnya, kami juga memahaminya lewat Kitab Suci. Lalu, kami sertakan doa melalui santo pelindung di hadapan Sakramen Mahakudus,” jelas Pastor Susilo.

Umat paroki melakukan adorasi secara bergiliran di 15 wilayah paroki. Mulai dari wilayah yang terjauh dari gereja hingga yang terdekat. Warga paroki mencoba mewujudkan kesetiaan dan teladan pelayanan St Matias dalam kehidupan menggereja. Hal ini dikuatkan dengan modal sumber daya manusia yang cukup.

Meski paroki ini baru merayakan lustrum pertama, jumlah warga mencapai lebih dari enam ribu jiwa.

Pelayanan ini dilakukan melalui Seksi Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PSE) Paroki. PSE Paroki Kosambi Baru rutin memberikan bantuan dan pelayanan kesehatan, bantuan modal kerja, dan bantuan sosial yang bersifat insidentil seperti bantuan untuk korban banjir.

Ada juga kegiatan bakti sosial, seperti pengobatan gratis menjelang Natal dan Paskah. “Kami juga terlibat aktif membantu terlaksananya perayaan-perayaan hari besar agama lain sebagai salah satu upaya mewujudkan toleransi antarumat beragama. Paroki menyumbang sembilan kambing kurban menjelang Idul Adha dan memberikan 600 paket sembako. Kami juga memberikan bingkisan kepada tokoh-tokoh masyarakat setempat menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ungkap Pastor Susilo.

Menjadi rasul

Nama Matias tidak ada dalam Injil. Namanya baru disebutkan pada Kisah Para Rasul. Menurut Kitab Suci, Matias telah mengikuti perjalanan dua belas murid Yesus. Sebagai rasul, Matias memang bukan yang utama karena ia tidak dipilih langsung oleh Yesus. Ia dipilih oleh murid-murid Yesus untuk menggantikan Yudas Iskariot yang telah meninggal dengan cara gantung diri.


Warga Paroki Santo Matias Rasul dalam salah satu kegiatan rohani. [Dok. Paroki Matias Rasul]

Setelah kenaikan Yesus ke surga, para pengikut Yesus dan kesebelas rasul bersama Bunda Maria kembali ke Yerusalem untuk menantikan kedatangan Roh Kudus yang dijanjikan Yesus. Pada saat itu, Petrus mengusulkan rasul lain sebagai pengganti Yudas Iskariot.

Dalam pidatonya di hadapan sekitar 120 pengikut Kristus, Petrus sebagai pemimpin para rasul menjelaskan persyaratan yang harus dimiliki sang pengganti Yudas Iskariot. ”Jadi, harus ditambahkan kepada kami, seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami. Yaitu, mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke surga meninggalkan kami untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya,” katanya.

Menanggapi hal ini, para pengikut Yesus dan para murid mengusulkan dua nama, yaitu Yusuf yang disebut Barsabas dan Matias. Setelah dua nama tersebut diajukan, mereka pun berdoa dan membuang undi. Akhirnya, terpilihlah Matias sebagai rasul. Sejak itu, Matias menjadi penggenap bilangan kedua belas rasul.

Pidato Petrus cukup menjelaskan bahwa Matias bukanlah orang yang asing. Matias telah hadir saat pembaptisan Yohanes hingga Yesus terangkat ke surga. Matias adalah seorang pengikut Kristus yang setia, sebagaimana Yesus mengatakan bahwa para murid-Nya adalah sahabat-sahabat-Nya, tak terkecuali Matias pun termasuk di antaranya. Bersama dengan para rasul lainnya, ia menerima karunia Roh Kudus pada hari Pentakosta. Matias mengemban tugas menyebarkan Kabar Gembira ke penjuru dunia.

Menjadi martir

Perihal karya dan kehidupan Matias selanjutnya tidak diketahui dengan pasti. Namun, menurut sejarawan Romawi, Nicephorus, Matias pertama kali berkhotbah di daerah Yudea. Kemudian, ia berkarya di Kapadokia dan di daerah yang berbatasan dengan Laut Kaspia. Tradisi kristiani mengisahkan, ia menjadi martir di Ethiopia. Waktu itu, Matias pergi memberitakan Injil untuk orang barbar dan kanibal di pedalaman Ethiopia, di pelabuhan Laut Hyssus, mulut Sungai Phasis. Ia wafat di Sebastopolis karena tertimpa reruntuhan candi, lalu disalibkan.

Menurut catatan Eusibius, seorang sejarawan Romawi lainnya, Matias wafat setelah dirajam dan dipenggal kepalanya. Tahun kematiannya tidak diketahui pasti, kemungkinan sekitar tahun 80. Setelah kematiannya, Santa Helena menemukan jenazah Matias dan membawa relikwinya ke Roma. Hingga saat ini, makamnya diyakini terletak di Trier, Jerman.

Sebagai ikon Gereja, Santo Matias kerap dilukiskan bersama salib dan halberd (semacam kampak dengan ujung tombak). Lambang lainnya adalah sebilah kapak dengan buku putih terbuka yang bertuliskan “Super Mathiam”. Ia dijadikan pelindung bagi orang-orang yang kecanduan alkohol dan tukang bangunan. Gereja Katolik merayakan pestanya setiap 14 Mei.

Panjikristo




Kunjungan: 3087
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com