Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Tinggalkan Karir, Belajar Kitab Suci - Hidup Katolik

Tinggalkan Karir, Belajar Kitab Suci

Selasa, 15 Mei 2012 09:53 WIB
Tinggalkan Karir, Belajar Kitab Suci
[Dok.Pribadi]
Alex Gosyanto (paling kiri) bersama istri dan ketiga putranya.

HIDUPKATOLIK.com - Karier Alexander Eddy Gosyanto terus menanjak. Kesibukannya pun makin padat. Namun, ia memilih untuk meninggalkan itu semua agar memiliki lebih banyak waktu untuk bekerja dalam pelayanan.

Lewat konsorsium minyak Pertamina, Alex Gosyanto, begitu ia dikenal, mendapat beasiswa studi di Amerika Serikat (1985-1988). Ia beruntung diterima di Colorado School of Mines, Amerika Serikat, salah satu universitas terbaik di bidang pertambangan dan perminyakan. Di tempat yang sama, ia berkenalan dengan Purnomo Yusgiantoro, yang saat itu sedang menempuh studi S2 dan S3.

Selesai studi, Alex kembali ke Indonesia dan mendapat lahan untuk mengaktualisasikan ilmunya. Dengan penghasilannya, ia bisa membantu adiknya kuliah dan menunjang ekonomi orangtuanya. Dengan tekun Alex terus meniti kariernya dan menikmati jerih payahnya.

Sejak kecil, pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 4 September 1964, ini sudah menunjukkan prestasi yang mengesankan. Saat duduk di bangku SMP, ia menjadi juara umum dan Ketua OSIS di sekolahnya. Kala itu, Alex yang bersekolah di SMP Negeri III Makassar tergolong kaum minoritas baik dalam agama maupun suku. Prestasinya yang menonjol membuat teman-teman dan pihak sekolah menghargainya.

Alex yang berasal dari keluarga penganut Konghucu tertarik dan dibaptis menjadi Katolik saat ia duduk di SD St Yacobus, Makassar. ”Saya sudah tidak ingat katekese masa kecil itu, namun suasana kebersamaan dalam kegiatan-kegiatan di gereja serta lagu-lagu yang gembira, masih membekas dalam ingatan,” ujar pria sepuluh bersaudara ini.

Keputusan nekad

Kebahagiaan Alex menjadi lengkap saat dipertemukan dengan Margaretha Suanning Tanardi yang kemudian dinikahinya pada 9 September 1992. Alex merasa bersyukur mempunyai istri Suanning. Kehadiran Suanning dalam hidupnya merupakan berkat yang tak terhingga.

”Banyak hal dan sifat-sifat dalam diri saya yang sudah berubah berkat kehadiran Suanning, sebaliknya juga demikian,” akunya. Mereka dikaruniai tiga anak laki-laki: Vincentius Ivan Gosyanto, Laurensius William Gosyanto, dan Benediktus Albert Gosyanto.

Suatu ketika, Alex dan Suanning berkenalan dengan kelompok Couples for Christ (CFC). Dalam komunitas tersebut, Alex dan istrinya disadarkan, betapa banyak hal dapat dilakukan untuk membangun sebuah keluarga kristiani. ”Dalam gerak komunitas, kami bisa melihat tiga poros yang menjadi arah dasar Keuskupan Agung Jakarta (KAJ): Iman dalam Yesus Kristus, Persaudaraan sejati, dan Pelayanan yang murah hati, bertumbuh secara selaras,” paparnya.

Ketertarikan serta keterlibatan Alex dalam pelayanan, khususnya CFC semakin lama semakin mendalam. Ia juga bertekad untuk memajukan CFC, khususnya di Dekanat Tangerang. Selain dalam CFC, warga Paroki St Helena Curug, Tangerang ini juga aktif di parokinya sebagai pengurus Seksi Kerasulan Keluarga (SKK) dan aktif dalam Komisi Keluarga KWI. Aktivitasnya dalam pelayanan semakin menyita waktunya.

Semangat untuk bekerja di ladang Tuhan telah membakar jiwa Alex. Semakin hari ia merasa kesulitan membagi waktu antara bekerja dan pelayanan. Saat itu, ia bekerja sebagai General Manager IT Metro TV. Ia berpikir seandainya ia berhenti bekerja dan membuka usaha sendiri, tentu ia akan lebih leluasa membagi waktu.

Saat itu, Alex belum sepenuhnya yakin, bisnis apa yang akan digelutinya secara mandiri. Sementara itu, semangat pelayanan tak bisa dibendungnya lagi. Sesudah bulat tekadnya, ia menyampaikan niatnya itu kepada istrinya, Suanning. Istrinya sempat tertegun, namun sejurus kemudian ia berkata, ”Jika engkau merasa bahwa Tuhan memanggilmu, lakukanlah! Saya mendukung niatmu!”

Alex merasa terharu atas tanggapan istrinya yang begitu tulus. Sejak itu, pada 2003, Alex pun berhenti bekerja dan semakin gencar melakukan pelayanan. Alex menyadari untuk bekerja di ladang Tuhan juga dibutuhkan bekal ilmu yang memadai. Selama ini, pengetahuan yang ia geluti adalah bidang perminyakan. Karena itu, sambil melanjutkan pelayanan, Alex giat memperdalam ilmu, khususnya yang berkaitan dengan Kitab Suci. Ia mengikuti Kursus Pendidikan Kitab Suci (KPKS) Program tiga tahun di LBI Tebet. Ia juga kuliah filsafat di STF Driyarkara (sejak 2009).

Atas jasa Pastor Robby Wowor OFM, Alex mendapat kesempatan mengikuti Biblical Pastoral Training (2010) di Ateneo, Manila, Filipina.

”Suatu pengalaman yang mengesankan bahwa saya belajar di antara 40 imam, 40 suster, dan delapan awam secara cukup intensif,” ujar Alex. Masih dalam rangka menimba bekal, Alex sempat belajar kepemimpinan di Haggai Institute, Hawaii selama sebulan penuh, pada 2011.

Sambil mengikuti kursus dan pelbagai pembekalan, Alex bekerjasama dengan Romo Robby Wowor membuka Kursus Kitab Suci di Biblika, Lippo Karawaci.

Di tempat yang sama, Alex juga membuka toko rohani yang menyediakan beraneka ragam kebutuhan umat. Ia juga membantu Stefan Leks melanjutkan Media Kerahiman Illahi.

Sementara itu, aktivitasnya di CFC dan di paroki tetap berjalan seperti semula, bahkan semakin intensif. ”Kalau dipikirpikir, saya sendiri heran kok saya begitu nekad meninggalkan karir,” tuturnya.

Berkat melimpah

Barangkali orang akan bertanya, dari mana Alex memperoleh uang, bila sebagian besar waktunya digunakan untuk pelayanan? Sebenarnya itu juga keheranan Alex. Ia tidak mengerti, sejak memutuskan berhenti bekerja, rezeki justru mengalir makin lancar. ”Tuhan telah memberikan lebih. Kami tak pernah mengharapkan imbalan dalam pelayanan, sebaliknya tidak jarang kami berbagi dengan rela hati,” tandas Alex.

Bright Consulting, perusahaan yang dirintis istrinya dengan modal sangat minim berkembang amat baik. Beberapa usaha kecil yang dirintis Alex di bidang bimbingan belajar, toko sekolah, dan tempat kos berjalan dengan baik pula. Alex dan juga istrinya yakin bahwa Tuhan telah membantu dan melindungi mereka lewat pelbagai cara dan lewat tangan-tangan orang lain.

Alex yakin bahwa Allah begitu baik. Ia telah menerima berkat secara berlimpah dari-Nya. Ia bersyukur mendapat istri yang setia dan dikaruniai tiga anak yang sehat serta cerdas. Semangatnya untuk melayani terus berkobar. Ia menyadari, pelayanan yang ia lakukan selama ini tak lebih merupakan ungkapan iman dan syukurnya kepada Tuhan yang Mahabaik.

Heri Kartono OSC




Kunjungan: 2303
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com