Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Perkawinan Beda Gereja - Hidup Katolik

Perkawinan Beda Gereja

Senin, 28 Mei 2012 15:51 WIB
Perkawinan Beda Gereja
[Ilustrasi/HIDUP]

HIDUPKATOLIK.com - Pengasuh yang baik, saya seorang perempuan yang sedang mempersiapkan diri untuk menikah. Saya membaca di HIDUP Edisi 16 mengenai perkawinan campur. Calon saya seorang HKBP. Dia bilang kalau dia menikah di gereja lain, dia tidak akan diakui lagi sebagai jemaat HKBP. Maka, dia tidak mau diberkati di Gereja Katolik. Bagaimana caranya saya meyakinkan dia bahwa diberkati di Gereja Katolik tidak membuat dia pindah keyakinan?

Yosefine, Bekasi

Saudari Yosefine yang baik! Mempersiapkan pernikahan selalu membawa pengalaman yang banyak menyita pikiran dan hati. Beberapa hal memang tidak banyak terpikirkan, tetapi hal-hal pokok menjadi sangat menentukan, seperti yang Anda alami. Jadi, pertama-tama yang ingin saya sampaikan adalah semoga Anda mendapat berkat Tuhan agar menjadi bijaksana dalam mempersiapkan pernikahan yang akan Anda langsungkan.

Sejauh ini, kebanyakan institusi agama memang tidak memungkinkan pernikahan beda agama. Ritus maupun tata caranya hanya mungkin dilakukan dengan penyamaan iman. Artinya, dengan demikian pernikahan setiap orang harus seagama atau dianggap begitu dalam proses pernikahannya. Proses ini menjadi sulit, khususnya kalau salah satu pihak yang berbeda agama tidak bermaksud untuk pindah iman. Keharusan pindah agama ini menjadi mutlak, karena tata cara pernikahan beda agama tidak ada.

Perpindahan agama tentu saja tidak selalu dikehendaki oleh pasangan yang menikah. Kenyataan ini sering kali menjadi hambatan ketika pasangan akhirnya memutuskan untuk menikah, bahkan mungkin menjadi ganjalan dan sandungan antarkeluarga besar calon mempelai.

Dalam proses pernikahan di institusi lain, misalnya HKBP, Anda memang akan dimasukkan dalam keanggotaan Gereja tersebut. Artinya, ada proses pindah ke agama Protestan karena pernikahan. Proses pernikahan dengan cara ini mudah, karena halangan nikah beda agama tidak dialami. Padahal, hal yang mudah itu akan membawa persoalan iman dan administratif. Soal iman yang "pindah" itu membuat Anda pindah status agama juga. Dengan menikah di Gereja lain, Anda akan secara langsung terkena sanksi keluar dari Gereja Katolik, karena diandaikan Anda resmi menerima iman dari Gereja lain.

Gereja Katolik menjawab persoalan ini dengan cara yang dapat dikatakan lebih adil, yaitu dengan pernikahan menurut tata cara Katolik, tetapi kedua pihak tetap dalam agamanya masing-masing. Jadi, kalau calon pasangan Anda dari Gereja HKBP, dia tidak akan dibaptis atau dimasukkan dalam Gereja Katolik. Tata cara pernikahan campur ada dalam Gereja Katolik tanpa memasukkan pihak non-Katolik ke dalam Gereja Katolik.

Sampaikanlah kepada pasangan Anda seputar perkawinan beda Gereja ini, termasuk aturan dan konsekuensinya. Tata cara Katolik tidak membuat pasangan Anda mengingkari imannya, karena tata cara dibuat dengan penyesuaian ritus. Misalnya, tanpa Misa. Peneguh dan semua doa dilaksanakan secara Katolik demi sahnya secara gerejani. Akan tetapi, sekali lagi tidak ada ritus memasukkan calon non-Katolik menjadi Katolik.

Gereja mengizinkan pernikahan campur, tetapi semua anak yang dilahirkan harus dibaptis dan dididik secara Katolik. Itu adalah janji Anda ketika Anda menikah dengan pasangan beda agama. Janji itu yang harus diketahui oleh pasangan Anda, meskipun ia bukan anggota Gereja Katolik. Pemberitahuan seperti ini menuntut suatu pengertian dan pendekatan yang penuh kesabaran dan informasi lengkap.

Jangan bertanya pada yang tidak tahu jelas dan jangan menafsirkan sesuatu yang tidak Anda ketahui. Bertanyalah pada imam di paroki Anda, supaya mendapat informasi yang jelas mengenai proses perkawinan beda agama/Gereja ini.

Saya sangat menganjurkan keterbukaan dalam hal ini, supaya segala sesuatu menjadi lebih jelas dan kelak jangan menjadi persoalan yang rumit dan melemahkan hidup bersama sebagai pasangan suami-istri. Selamat mempersiapkan pernikahan!


Alexander Erwin Santoso MSF




Kunjungan: 3633
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com