Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Kisah Kasih Santo dan Santa - Hidup Katolik

Kisah Kasih Santo dan Santa

Minggu, 13 Februari 2011 15:15 WIB
Kisah Kasih Santo dan Santa
[lib.art.com]
Santo Fransiskus dan Santa Clara

HIDUPKATOLIK.com - Orang-orang kudus dalam agama Katolik, para santo dan santa, juga memiliki relasi kasih dengan lawan jenisnya. Namun, relasi ini dibawa ke tingkat yang luhur. Salah satu contoh relasi kasih antara santo dan santa adalah Fransiskus Assisi dan Clara.

Sebagai suatu refleksi dari kekuatan kasih, Bruder Stanislaus Sukartanto OFM membagikan pengetahuan dan pemahamannya mengenai relasi kasih antara Santo Fransiskus Assisi dan Santa Clara.

Bruder yang lahir di Sleman, 16 November 1965 ini mempelajari kehidupan Santa Clara dan Santo Fransiskus Assisi. Ia menyatakan, kedua santo dan santa ini memang saling memberikan pengaruh. "Sebuah contoh relasi kasih yang saling mengembangkan dan mendukung dalam perjuangan mereka untuk hidup miskin secara radikal bagi Kristus."

Santo Fransiskus yang lahir sekitar tahun 1181 adalah seorang pemuda dari keluarga saudagar kain. Sebagaimana para pemuda kalangan menengah saat itu, ia hidup berfoya-foya dan punya mimpi menjadi ksatria agar derajat hidupnya semakin naik.

Akan tetapi, peristiwa kekalahan dalam perang dan pengalaman di depan salib Kapel San Damiano membawanya pada pertobatan. Ia memutuskan untuk hidup mengikuti Yesus yang miskin secara radikal. Hal ini dibuktikannya dengan menanggalkan semua pakaian yang dikenakan di hadapan Uskup sebagai lambang lepas dari segala kekayaan keluarga.

Sementara itu, Kota Assisi yang tidak terlalu besar memungkinkan Santa Clara yang lahir pada tahun 1194 dari keluarga bangsawan, mendengar kiprah Santo Fransiskus walaupun tidak melihatnya langsung. Hal ini disebabkan terutama karena banyak bangsawan pada masa itu bertempat tinggal di sekeliling katedral.

Kondisi ini juga memungkinkan semangat Santa Clara terbakar saat Santo Fransiskus berkhotbah secara berapi-api di katedral. Begitu terbakarnya Clara sehingga pada malam perayaan Minggu Palma tahun 1211, ia melarikan diri dari keluarganya melalui "pintu kematian" untuk mengikuti cara hidup Santo Fransiskus yang sebenarnya sudah menjalani panggilannya sejak lama.

Relasi
Dalam perjalanan hidup selanjutnya, Santa Clara juga selalu mengikuti nasihat-nasihat yang diberikan Santo Fransiskus. Suatu saat, Santa Clara pernah menjalani mati raga hingga jatuh sakit. Tidak ada satu pun anggotanya maupun anggota Santo Fransiskus yang mampu menghentikan niatnya.

Akan tetapi, ia langsung mengurangi tindak mati raganya ketika Santo Fransiskus menasihatinya. Santa Clara yakin, Santo Fransiskus adalah sosok yang benar-benar memiliki kebijaksanaan dan menghayati nilai yang sama. Santa Clara bisa dikatakan murid Santo Fransiskus yang paling setia dalam menjalani hidup miskin.

Sebaliknya, Santo Fransiskus memiliki kepercayaan kepada Santa Clara. Ketika ia mengalami kebingungan mengenai cara hidup panggilannya sebagai seorang pertapa atau sebagai pewarta yang berkelana, salah satu yang dimintai pendapat adalah Santa Clara.

Secara fisik, keduanya jarang berjumpa dan terpisah dalam jarak yang jauh. Santa Clara bersama kelompoknya hidup sebagai pendoa dan pertapa di Kapel San Damiano. Sedangkan Santo Fransiskus dan kelompoknya menghayati hidup miskin dengan berkeliling. Bahkan, ia pergi sampai ke Spanyol dan Tanah Suci. Mereka saling bersahabat dan mengasihi.

Namun, fokus kasih mereka tidak pertama-tama diarahkan kepada satu sama lain. Fokus kasih mereka diarahkan kepada Allah. Hal yang menyatukan keduanya adalah visi yang sama, yaitu hidup miskin bagi Allah. Visi ini menjadi ikatan yang saling menguatkan satu sama lain.

Kekuatan dan kedekatan tercipta di antara mereka karena sama-sama terarah penuh kepada Allah. Justru dengan semakin mengasihi dan mengarahkan diri kepada Allah, mereka makin mampu mengasihi, mendukung, dan memberikan kekuatan satu sama lain.

Karena itu, seyogianya kasih yang sejati dan abadi harus melibatkan Allah di dalam relasinya. Kasih berarti memberi. Kasih adalah keberanian untuk meninggalkan segala sesuatu. Kasih juga berarti memberikan diri sehabis-habisnya. Kasih berarti memiskinkan diri agar orang lain semakin kaya...

Rosarians Enga Geken




Kunjungan: 3857
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com