Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Romo Carolus - Hidup Katolik
Home » Tajuk

Romo Carolus

Kamis, 31 Mei 2012 14:41 WIB
Romo Carolus
[HIDUP/ Stefanus P. ELu]
Romo Carolus

HIDUPKATOLIK.com - Suatu kali orang bertanya kepada Romo Carolus, yang lahir di Dublin Irlandia hampir tujuh puluh tahun yang lalu: “Romo lebih senang tinggal dan hidup di Irlandia ataukah di Indonesia?” Pastor yang tinggal di Cilacap sejak kedatangannya di Indonesia pada 1973 ini menjawab singkat: “Saya lebih senang tinggal di Irlandia, tetapi di sana orang seperti saya tidak laku. Di sini saya dipakai dan banyak yang bisa saya buat.”

Jawaban pastor bernama lengkap Charles Patrick Edward Burrows OMI di atas menegaskan bagaimana seseorang harus mengambil keputusan agar bisa efektif dan efisien, terkadang harus meninggalkan kesenangannya. Tanpa kesadaran ‘efektif dan efisien’ ini, gerak hidup akan lamban, simpang siur, dan mandul. Dalam konsep sekular, Romo Carolus sudah menerapkan prinsip marketing 4P (product, promotion, place, price). Produk yang sedang dikerjakannya selalu terkait dan harus memperhatikan di mana ia berjualan, dan bagaimana ia menjelaskan dan mempromosikannya, serta menentukan harganya.

Sudah tentu identitas seorang Romo Carolus itu jauh lebih kompleks. Apa yang dilakukan oleh Romo Carolus pasti bukan melulu pragmatis atau berdasar prinsip hanya demi hasil. Ia tidak result-oriented. Apa yang ia kerjakan menyentuh isu-isu paling krusial di negeri ini, dan bahkan kebutuhan umat manusia universal. Ia menyisir, menjahit, dan menyembuhkan sebagian persoalan kemiskinan, lingkungan hidup, hak asasi manusia, pendidikan, dan perdamaian umat beragama. Romo Carolus mampu mengintegrasikan sikap pragmatis dan idealis sekaligus; seratus persen pragmatis dan seratus persen idealis.

Apa yang Romo Carolus pertontonkan pada kita menyentuh perkara yang sangat penting. Yaitu, bagaimana Gereja membuat strategi dan taktis hadir dan berkarya di tengah-tengah masyarakat yang ditandai dengan persimpangan kepercayaan, ideologi dan politik, dengan berbagai implikasi sosial, ekonomi, dan kebudayaannya. Ia tidak cukup hanya menjadi ‘terang’ saja, atau ‘garam’ saja. Ia harus ‘terang’ (tampil dengan percaya diri sebagai seorang Katolik) dan sekaligus ‘garam’ (larut sungguh-sungguh menjadi warga Indonesia dan terlibat di dalam suka dukanya).

Romo Carolus menunjukkan kepada kita arti kinerja Gereja di Indonesia. Dia mematok karya Gereja tidak melulu dengan standar dan kebutuhan Gereja, tetapi juga dengan standar kebutuhan masyarakat luas dan manusia pada umumnya. Jika hanya memenuhi kebutuhan Gereja, dia cukup dengan tekun memberi pelayanan Misa, melayani Sakramen Pengakuan Dosa, berkhotbah, dan memimpin berbagai liturgi dan peribadatan. Tetapi, dia merasakan, ini tidak cukup. Gereja harus tampil dengan standar ‘di luar dan melampaui Gereja’. Dia menganggap bahwa bertemu dengan nelayan, narapidana, memperbaiki jalan yang rusak, menanam hutan bakau dalam rangka penghijauan, adalah wujud pelayanan sakramental inklusif.

Orang seperti Romo Carolus ini memang memiliki praktik berteologi yang tidak konvensional. Dan harus diakui, orang seperti Romo Carolus memang tidak banyak kita jumpai dalam Gereja.


Redaksi




Kunjungan: 1535
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com