Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Majalah-majalah Milik Keuskupan - Hidup Katolik

Majalah-majalah Milik Keuskupan

Jumat, 1 Juni 2012 14:51 WIB
Majalah-majalah Milik Keuskupan
[HIDUP/Fransiskus Pongky Seran]
Pastor Gerrard H. Fernandes Pr, Pemimpin Redaksi Berkat

HIDUPKATOLIK.com - Tahun 1980, Almarhum Mgr Petrus Marinus Arnzt OSC menerbitkan majalah Komunikasi. Selama lebih dari tiga dasawarsa, majalah milik Keuskupan Bandung ini terbit secara rutin setiap bulan.

Menurut Ketua Komsos Keuskupan Bandung sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah Komunikasi saat ini, Pastor Yustinus Nana Sujana OSC, kendala yang kerap dihadapi dalam setiap periode pengelolaan adalah sumber daya manusia yang tidak konstan. Hal ini bisa jadi diakibatkan karena kesibukan umat di paroki masing-masing. Selain itu, dewasa ini sulit mencari sumber daya manusia yang berkomitmen.

"Namun, ada yang menggembirakan," ungkap Pastor Nana. Komunikasi kerap dijadikan lahan pembelajaran bagi para mahasiswa yang ingin bergelut di media cetak. "Sekarang, beberapa dari mereka sudah menjadi wartawan profesional di berbagai media cetak ternama di Tanah Air." Selain itu, Pastor Nana melihat adanya ikatan kekeluargaan di antara awak Komunikasi. Padahal, menurut mantan Pemimpin Redaksi Komunikasi, Pastor Heri Kartono OSC, "Kekompakan personil dalam sebuah tim adalah kunci keberhasilan yang amat menentukan bagi Komunikasi."

Pastor Nana menjelaskan, pendanaan Komunikasi diperoleh dari swadaya iklan, ditambah subsidi rutin dari Keuskupan Bandung. Setiap tema penerbitan biasanya disesuaikan dengan perpaduan antara kalender liturgi, event tertentu maupun fokus pastoral di Keuskupan Bandung.

Setiap bulan Komunikasi dicetak 1.000 eksemplar dengan harga jual Rp 10.000 per majalah. Jaringan distribusi penjualan melalui paroki dan agen. "Dari jumlah tersebut, sebagian dibagikan gratis ke berbagai paroki, biara, seminari, dan sebagian keuskupan di Indonesia," urai imam kelahiran Kuningan, Jawa Barat ini.

Kesepakatan redaksi

Majalah Berkat milik Keuskupan Atambua juga hampir berusia tiga dasawarsa. Media ini terbit perdana pada 1984 dalam bentuk buletin. Seiring waktu, Berkat mengalami peningkatan dalam isi dan tampilan hingga menjadi majalah setebal 46 halaman.

Majalah yang terbit dua bulan sekali ini memilih tema berdasarkan kesepakatan redaksi, yakni kegiatan-kegiatan khusus yang ditetapkan KWI seperti Bulan Kitab Suci, Hari Pangan, dan Aksi Puasa Pembangunan. Ada pula tema-tema yang diangkat sesuai konteks aktual Keuskupan Atambua yang disampaikan dalam kolom Sorotan Utama.

Menurut Ketua Komisi Komsos Keuskupan Atambua sekaligus Pemimpin Redaksi Berkat, Pastor Gerrard Herry Fernandes Pr, kendala yang dialami adalah soal deadline. Berkat kerap terbit tidak sesuai jadwal. Hal ini disebabkan karena staf redaksi merupakan staf Komsos Keuskupan Atambua sehingga memiliki tugas rangkap. "Sementara kontributor di setiap paroki juga kerap terlambat mengirimkan berita-berita dari parokinya," tutur Praeses Seminari Tinggi Loo Damian Emaus ini.

Tiras Berkat mencapai 1.500 eksemplar setiap edisi, dibagikan kepada para pelanggan di paroki-paroki, komunitas-komunitas biara, sekolah, dan kelompok kategorial di wilayah Keuskupan Atambua. Berkat juga memiliki pelanggan dari luar Keuskupan Atambua, terutama para imam, biarawan, biarawati, dan awam yang pernah berkarya di Keuskupan Atambua dan saat ini berada di Italia, Jerman, Filipina, Australia, dan Amerika.

Pendanaan diperoleh dari para pelanggan tetap dan pelanggan eceran. Harga per eksemplar dibandrol Rp 10.000. Selain itu, mereka juga memperoleh dana dari iklan. Namun, belum ada patokan harga iklan. "Berapa pun akan kami terima," ungkap Pastor Gerrard.

Edisi online

Tahun 2005, Keuskupan Agung Makassar (KAMS) mulai menerbitkan majalah Koinonia. Media yang terbit tiga bulan sekali ini memiliki tiras 1.000 eksemplar per edisi, dan saat ini sudah memiliki edisi online. Menurut Penanggung Jawab Koinonia, Pastor Frans Nipa Pr, kesulitan yang dihadapi adalah kurangnya tenaga pengelola majalah dan sedikitnya kontribusi tulisan dari setiap kevikepan.


Pastor Yustinus Nana Sujana OSC, Pemimpin Redaksi Komunikasi [HIDUP/Rosiany T. Chandra]

Penentuan tema per edisi, jelas Pastor Frans, dilakukan dalam rapat antara uskup dengan staf kuria. "Yang mengisi majalah adalah uskup, staf kuria, komisi tingkat keuskupan, serta kontribusi dari kevikepan dan kelompok kategorial." Koinonia didistribusikan kepada pengurus dewan pastoral paroki-paroki, lembaga gerejani, dan Keuskupan Ambon dan Manado, serta ke luar negeri untuk para mantan misionaris yang pernah berkarya di KAMS.

Demi peningkatan kualitas, Pastor Frans melihat perlunya diadakan pelatihan jurnalistik. "Untuk menumbuhkan semangat menulis dan mendokumentasikan peristiwa secara rapi agar kelak berguna bagi generasi mendatang," harapnya.

Kevikepan Semarang, Keuskupan Agung Semarang, mulai menerbitkan majalah bulanan Salam Damai pada 2008. Menurut Ketua Komsos Kevikepan Semarang sekaligus Pemimpin Redaksi Salam Damai, Pastor Dominicus Donny Widyarso Pr, nama Salam Damai dipilih karena khas Katolik. "Diharapkan, dengan membaca Salam Damai, umat bisa berinteraksi dengan umat lainnya di Keuskupan Agung Semarang."

Pastor Donny memaparkan, ada beberapa pertimbangan dalam pemilihan tema di setiap edisi. Salah satunya, dengan mengikuti gerak dinamika umat Keuskupan Agung Semarang. Misalnya, menyongsong Kongres Ekaristi di Keuskupan Agung Semarang. Penulis Salam Damai adalah para wartawan dan para pastor yang berkompeten di bidangnya. Misalnya, dari Komisi Pendampingan Keluarga. "Dalam edisi tertentu, ada tulisan yang berupa sapaan uskup," lanjut Pastor Donny.

Penerbitan Salam Damai sempat terhenti sewaktu ada pergantian 'status' dari majalah kevikepan menjadi majalah keuskupan. Kini, sebagai majalah resmi milik Keuskupan Agung Semarang, Salam Damai mendapat suntikan dana dari keuskupan. Sedangkan sumber dana lainnya diperoleh dari hasil penjualan majalah dan iklan.

Menurut Pastor Donny, Salam Damai berupaya konsisten terbit setiap bulan. Setiap edisi dicetak sebanyak 3.000 eksemplar. Penyebarannya melalui distributor, agen, dan sub agen di setiap kevikepan. "Kami masih perlu berusaha keras untuk branding dan membangun jaringan agar Salam Damai benar-benar bisa menjadi majalah komunikasi umat Keuskupan Agung Semarang," harap Pastor Donny.

Komunikasi, Berkat, Koinonia, dan Salam Damai merupakan contoh media cetak milik keuskupan yang terbit secara konsisten. Dengan demikian, Kabar Gembira Kristus kian menjangkau banyak umat.

Maria Etty,
Laporan: Rosiany T. Chandra, Fransiskus Pongky Seran, Ivonne Suryanto





Kunjungan: 1431
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081318544200 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com