Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Imam dan Katekese - Hidup Katolik
Home » Tajuk

Imam dan Katekese

Kamis, 14 Juni 2012 15:04 WIB
Imam dan Katekese
[Dok. IPPAK-USD Yogyakarta]
Pendalaman iman yang dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswi IPPAK Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

HIDUPKATOLIK.com - Dua topik kerap muncul setiap kali kita bicara katekese: isi dan metode. Metode katekese banyak dibicarakan. Bahkan mungkin menjadi topik yang lebih sering dibicarakan dibanding isi katekese. Dalam rangka 'metode', orang mendiskusikan 'katekese dari atas' dan 'katekese dari bawah; mulai dengan ajaran dan doktrin ataukah mulai dari pengalaman manusia konkret; ajaran sistematis tanya jawab ataukah bernarasi; bentuk kelas serba formal ataukah permainan dengan dinamika yang cair; cara konvensional ataukah memanfaatkan teknologi komunikasi. Semuanya mendiskusikan metode atau tentang bagaimana isi ajaran iman diajarkan, disampaikan, agar bisa dihayati orang atau komunitas.

Para ahli berpendapat, meski sudah menjalani pendidikan teologi yang panjang, para imam tidak bisa diandaikan begitu saja dalam berkatekese. Bukan hanya keterampilan dalam metode yang tepat, tetapi isi yang hendak diberikan juga perlu didiskusikan. Tanpa kejelasan isi, katekese bisa jatuh melulu menjadi obrolan yang menghibur tanpa arah, penyebaran ideologi, bahkan propaganda gerakan sosial dan politik. Meski demikian, isi juga membutuhkan metode yang tepat dalam cara penyampaiannya.

Teoretis dan ideal, isi dari sebuah katekese menjangkau materi yang sangat luas dan kompleks. Dikatakan dalam Pengantar Catechism of the Catholic Church (1995) yang ditulis oleh Paus Yohanes Paulus II, sebuah katekese yang sehat secara sistematis dan setia mengajarkan Kitab Suci, Tradisi Gereja, Magisterium, warisan kerohanian dari Bapa Gereja dan para kudus. Ringkasnya, mengajarkan bagaimana Roh Kudus berabad-abad telah menyampaikan ajaran-Nya lewat Gereja. Katekese, tak terhindarkan, adalah pengulangan ajaran-ajaran 'lama'. Inilah syarat
yang diandaikan untuk membawa orang pada pengetahuan yang lebih baik tentang misteri Kristus.

"Setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Surga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya" (Mt 13:52). Dengan ayat ini lahir sebuah tantangan lain: mengintegrasikan 'yang lama' dan 'yang baru'. Menggali terang iman ajaran di masa lampau untuk menjelaskan masa kini adalah tantangan para imam dan pekerja katekese.

Sekarang menjadi jelas, para imam – meski pernah menjalani formasi panjang dalam filsafat dan teologi – tidak bisa diandaikan otomatis bisa berkatekese secara tepat dan benar. Terkadang tepat tetapi tidak benar; terkadang benar tetapi tidak tepat; atau tidak jarang, tidak dua-duanya. Untuk itu butuh penyegaran. Pertama-tama – sebelum bicara metode, inkulturasi, penggunaan teknologi, dan lain-lainnya – apakah para imam dan gembala upgrade dan update isi ajaran Katolik? Ini sebuah pertanyaan besar mengingat mempersyaratkan inteligensi, ketekunan, dan napas panjang, serta perseveransia. Dan setelah 'isi' bisa dilewati, kita bergumul dengan 'metode', kemudian membaca bahasa psikologi, kultural, politik, dan ekonomi masyarakat zaman sekarang agar katekese menjadi efektif dan efisien. Semuanya itu adalah perkara yang disebut membaca tanda-tanda zaman.

Redaksi




Kunjungan: 1013
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com