Membangkitkan KKMK Paroki

HIDUPKATOLIK.com - Ke
sana-kemari mencari kekasih, demikian Koordinator Komunitas Karyawan
Muda Katolik Keuskupan Agung Jakarta (KKMK KAJ), F.F.X. Jongky Sutiono,
bergurau mengenai label umum yang biasa dilekatkan pada KKMK.
Jongky mengakui, KKMK seringkali menjadi wadah cari jodoh yang seiman.
Sebagian besar atau bahkan semua anggota KKMK masih single. Bahkan,
salah satu syarat menjadi Koordinator Keuskupan atau Nasional adalah
belum menikah.
Saat ini, keanggotaan KKMK tersebar di beberapa paroki. Dari 61 paroki
di KAJ, ada 32 paroki yang memiliki organisasi KKMK walaupun di
antaranya memiliki nama lain seperti Young Profesional Club (Danau
Sunter), Brother & Sister (Pasar Minggu), Crescamus (Blok Q), KPMK
(Bintaro dan Matraman), dan KSM (Cilandak).
Sejarah
Tahun 1984, Pastor Ignatius Ismartono SJ bersama beberapa orang yang
menjadi pendiri KKMK (Ketua KKMK KAJ pertama Markus Gatot Subiyakto,
Elizabeth Wong, Tony Sardjono, Deetje Budiarto, Alex Dungkal, dan
Hendriani) mengadakan rekoleksi yang diikuti 60 karyawan muda.
Rekoleksi ini dilanjutkan dengan mengadakan Misa bulanan para karyawan
muda di Paroki Santa Theresia, Menteng, Jakarta Pusat. Di luar dugaan,
sekitar 200 karyawan muda Katolik menanggapi acara ini dengan antusias.
Setelah Mgr Leo Soekoto SJ memberikan izin menjadi kelompok kategorial,
komunitas ini mengambil nama Kelompok Karyawan Muda Katolik dengan hari
jadi tanggal 4 November 1984.
Dalam perayaan 25 tahun (tahun 2009), Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo
yang masih menjabat Uskup Koajutor Jakarta mengusulkan perubahan nama
menjadi Komunitas Karyawan Muda Katolik. Hal ini juga diteguhkan dalam
pertemuan kelompok-kelompok kategorial dan wadah Pertemuan Mitra
Kategorial (Pemikat).
Semangat
Pada masa baktinya sebagai koordinator, F.F.X. Jongky Sutiono mengangkat
sebuah semboyan bagi KKMK KAJ, "Melayani dengan hati yang lebih baik".
Semangat ini menjadi usaha memurnikan semangat pelayanan dan keaktifan
para pengurus serta anggota KKMK.
Menurutnya, pasti ada pihak-pihak yang memiliki motivasi dan kepentingan
pribadi dalam berkegiatan serta berkarya di KKMK. Tema ini mengingatkan
keluarga besar KKMK untuk melayani secara tulus. Tema ini juga
merupakan perwujudan Visi Misi KKMK KAJ yaitu SSP; Spiritualitas,
Sosialitas, dan Profesionalitas.
Kegiatan
Beberapa kegiatan yang pernah diselenggarakan, antara lain touring 50
motor ke Gunung Bunder, Jawa Barat, camping akbar, ziarek; Job Fair;
Fordis (Forum Diskusi), dan Next Level (wirausaha).
Fordis diadakan pada tingkat KAJ sebagai sarana berkumpul anggota se-KAJ
sekaligus menjadi fasilitas bagi anggota yang di parokinya tidak ada
KKMK. Akan tetapi, ada kegiatan serupa Fordis di beberapa paroki dengan
nama-nama seperti Smart Corner-KKMK Santo Yakobus Kelapa Gading, Fokus
Lima KKMK Santo Andreas Kedoya, dan Gets Smart KKMK Maria Bunda Karmel
Meruya.
Dalam Fordis, seorang narasumber membagikan motivasi, kisah, dan
pelatihan mengenai suatu tema tertentu. Dari kegiatan ini tidak diadakan
follow up kepada peserta yang mengikutinya. Akan tetapi, kegiatan ini
melahirkan ide-ide spesifik yang kemudian lebih difokuskan pada kegiatan
Next Level (menjadi wirausaha).
Dalam Next Level, jumlah peserta lebih kecil karena benar-benar
diperuntukkan bagi anggota yang tertarik pada ide yang diangkat (bidang
wirausaha). Dalam kegiatan ini, peserta dibimbing secara lebih terarah,
konkret, serta dievaluasi perkembangan usahanya.
Selain itu, Seksi Sosial Rohani bersama Moderator KKMK KAJ Pastor Setyo
Antoro SCJ membantu pemeliharaan hidup rohani dengan menyebarkan
renungan singkat di mail list KKMK. Selain itu, mereka juga punya
kebiasaan untuk sharing mengenai 1-2 ayat Kitab Suci dalam setiap
pertemuan, di mana pun dan kapan pun dilakukan.
Tantangan
Jongky juga menguraikan beberapa tantangan dalam KKMK, antara lain
sulitnya pembagian waktu antara karya di KKMK dengan urusan pribadi
serta keluarga, tidak adanya tempat yang tetap dan kondusif bagi KKMK
untuk berkumpul, kas yang cukup mapan agar tidak melulu memakai uang
pribadi dari tiap pengurus atau anggota KKMK yang sudah bekerja keras.
Sebagai komunitas besar, masalah komunikasi juga sering terjadi di dalam
KKMK. Pembentukan humas tiap dekanat diharapkan menjadi fasilitator
agar semua kegiatan dapat berjalan bersama dan tidak terjadi rebutan
massa. Hal lain yang dilakukan adalah pengadaan kegiatan inklusif yang
menggabungkan kegiatan ke dalam satu kegiatan yang dibentuk KKMK paroki.
Fokus 2011
Program kerja tahun 2011 adalah menggiatkan ke-32 KKMK paroki dengan
sering menyapa dan berelasi melalui program-program inklusif. Seperti,
KKMK KAJ mempromosikan Misa Alam yang diadakan KKMK Kedoya di tingkat
KAJ. KKMK sengaja mengurangi kegiatan di tingkat KAJ, karena berfokus
pada perkembangan KKMK paroki dan dekanat.
KKMK KAJ tidak berfokus untuk melahirkan KKMK di paroki-paroki yang
belum ada. Bagi mereka saat ini, kelahiran KKMK baru di sebuah paroki
adalah bonus dari usaha mereka membangkitkan kembali ke-32 KKMK paroki
yang sudah ada.
Rosarians Enga Geken,
Laporan: Bernadeth Pipit


