Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Tinggal dalam Kristus dan Berbuah - Hidup Katolik

Tinggal dalam Kristus dan Berbuah

Kamis, 19 Juli 2012 09:49 WIB
Tinggal dalam Kristus dan Berbuah
[HIDUP/Aprianita Ganadi]
Peserta Kongres Ekaristi Keuskupan Agung Semarang II kategori OMK sedang mendengarkan sharing penderita difabel.

HIDUPKATOLIK.com - “Tinggal dalam Kristus dan Berbuah” (Yoh 15: 1-17), itulah tema Kongres Ekaristi Keuskupan (KEK) II Keuskupan Agung Semarang (KAS). Kongres Ekaristi berlangsung di empat paroki dan terbagi dalam empat kategori.

Pertama, kategori anak-anak di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran (Gereja Kidul Loji), Jl Suryaden No 63 Yogyakarta. Kedua, Kategori Orang Muda Katolik (OMK) di Gereja St Yakobus, Jl Mgr Soegijapranata No 1 Klodran, Bantul. Ketiga, kategori dewasa dan orang tua di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul. Keempat, kategori kelompok doa di Gereja Santo Petrus Paulus Klepu, Kel Sendangmulyo, Kec Minggir, Godean, Sleman.

Empat tahun lalu, pada 2008, KAS juga mengadakan Kongres Ekaristi di Gua Maria Kerep Ambarawa dengan tema “Ekaristi, Berbagi Lima Roti dan dua Ikan”. Uskup Agung Semarang, Mgr Johannes Pujasumarta, menaksir KEK II KAS dihadiri kurang lebih 1.500 orang dan 400 panitia. Peserta datang dari Jakarta, Bogor, Bandung, Purwokerto, Malang, Surabaya, dan Lampung. Di KAS sendiri tiap paroki diwakili oleh dua mudika, dua remaja, dan dua orangtua.

Misa Pembukaan
Dalam homilinya pada Misa pembukaan di Pugeran, Mgr Pujasumarta menuturkan bahwa para peserta diundang ke kongres untuk semakin mencintai Ekaristi. “Kita harus bersyukur dan bersukacita, karena ini merupakan peristiwa iman, yang menjadi kekuatan kita untuk mencintai Ekaristi,” tandas Mgr Puja.

Sementara itu, Paguyuban Kesenian Tradisional Gejog Lesung dan Slawatan
Katolik Pasedherekan Sejati Jitar Pingitan Paroki St Petrus Paulus Klepu,
Sleman menyambut kedatangan ribuan umat, yang akan mengikuti Perayaan
Ekaristi pembuka KEK II KAS, dengan nyanyian yang diiringi gejog lesung dan slawatan. Misa dilangsungkan di Gua Maria Ratuning Katentreman Sendang Jatiningsih, dipimpin Uskup Emeritus Manokwari-Sorong Mgr F.X. Hadisumarta OCarm, bersama sejumlah imam.

Dalam kesempatan tersebut, Mgr Hadisumarta sekaligus memberkati altar baru. Ekaristi pembukaan KEK II KAS di Gua Maria Sendang Jatiningsih di wilayah Paroki Santo Petrus dan Paulus Klepu ini, khususnya diikuti peserta kongres dari jaringan kelompok doa. Dalam Homilinya Mgr Hadi menyampaikan bahwa kita hanya dapat tinggal dalam Kristus, apabila Kristus tinggal dalam diri kita. “Jadi, Kristus datang dan tinggal dalam diri kita apabila kita menerima Dia,” jelas Mgr Hadisumarta.

Sementara itu, Uskup Palangkaraya Mgr Aloysius Sutrisnaatmaka MSF, ketika memimpin Misa pembukaan KEK II KAS bagi kelompok orang muda di Paroki St Yakobus Klodran Bantul, merasakan bahwa kini pengakuan dosa semakin ditinggalkan OMK. “Orang muda merasa tidak berdosa, karena kadang perbuatan yang sudah dianggap umum tidak dianggap dosa lagi,” sebutnya.

Live in
Para peserta yang hadir akan tinggal atau live in di rumah warga. Mereka
makan, bermalam, dan berinteraksi bersama keluarga tempat mereka live in.
Selain live in, mereka juga akan diberi beberapa materi seputar Ekaristi, untuk
kategori anak akan ditambah outbound. Sedangkan kategori OMK ditambah
dengan kunjungan ke kaum difabel dan praktik daur ulang sampah.

Pendamping peserta kongres kategori anak asal Jakarta, Christophora Judyana, mengaku senang karena konsep yang diusung panitia sangat kreatif, tepat, dan materi yang disampaikan mengena pada anak-anak. “Saya datang untuk mengetahui bagaimana mendampingi anak-anak di acara kongres seperti ini,” tutur Judy. Menurutnya, anak-anak yang ikut kongres sangat antusias. “Saat adorasi, anak-anak bisa mengikutinya, meski ada beberapa anak yang harus diberitahu oleh panitia,” tambahnya.

KEK II KAS ditutup dengan prosesi agung di Gereja Ganjuran, yang dirayakan setiap tahun pada minggu terakhir Juni. Dipadati lebih dari 5.000 orang, Misa dihadiri lima uskup yakni, Nunsio Apostolik untuk Indonesia Mgr Antonio Guido Filipazzi, Mgr J. Pujasumarta, Mgr A.M. Sutrisnaatmaka MSF, Mgr F.X. Hadisumarta OCarm, dan Julius Kardinal Darmaatmadja SJ.

Dalam homilinya, Mgr Puja mengatakan, penutupan Kongres Ekaristi adalah hari yang dibuat Tuhan. “Marilah kita bersorak sorai gembira, Alleluya,” tambah Mgr Puja. “Selama Kongres Ekaristi kita diteguhkan, tinggal
dalam Kristus, dan berbuah. Ekaristi adalah tanda kasih Allah yang telah
mempersiapkan iman ribuan orang yang berkumpul dan berhimpun untuk
mempersatukan kita. Semoga kita bisa menempatkan Yesus sebagai puncak dan sumber iman kita. Demi kemuliaan Tuhan untuk selama-lamanya,” ucap Mgr Puja.
Sementara itu, dalam sambutannya Mgr Antonio Guido Filipazzi menitipkan salam dan berkat dari Paus Benediktus XVI. Menurutnya, KEK II KAS merupakan acara rohani yang tertuang lewat kesaksian Tuhan, yang bangkit dalam rupa Sakramen Mahakudus. “Ekaristi adalah bersatu dengan Yesus dan bersatu dengan seluruh Gereja di bumi. Ekaristi merupakan sumber rahmat yang sangat besar,” tutur Mgr Antonio. Berkat Ekaristi kita mampu bersatu dengan Kristus, bersatu dengan keluarga, bersatu dengan keuskupan, bersatu dengan paroki atau kelompok doa, dan bersatu dengan seluruh Gereja.

Aprianita Ganadi dan H. Bambang S.




Kunjungan: 799
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com