Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


KARINA-KWI: Mendampingi Karitas Keuskupan - Hidup Katolik

KARINA-KWI: Mendampingi Karitas Keuskupan

Rabu, 1 Agustus 2012 11:24 WIB
KARINA-KWI: Mendampingi Karitas Keuskupan
[Dok. KARINA-KWI]
Situasi penyaluran bantuan bagi korban bencana banjir bandang di Wasior Papua Barat.

HIDUPKATOLIK.com - Karitas Indonesia Konferensi Waligereja Indonesia (KARINA-KWI) mengadakan pergantian direktur eksekutif, Jumat, 13/7, di Kantor KWI, Cikini, Jakarta Pusat. Pastor Adrianus Suyadi SJ menggantikan Pastor Paulus Sigit Pramudji.

Peristiwa ini menandai dimulainya perwujudan cita-cita KARINA menjadi semakin profesional dan terorganisasi. Tak hanya Romo Suyadi yang hadir sebagai wajah baru di organisasi ini. Uskup Agung Palembang Mgr Aloysius Soedarso SCJ juga didaulat menjadi ketua. Sebagai organisasi di bawah naungan KWI yang berdiri pada 17 Mei 2006, KARINA muncul sebagai jawaban atas keinginan Gereja menanggapi segala permasalahan sosial yang ada.

Tsunami Aceh adalah peristiwa yang menjadi pendorong lahirnya organisasi ini. Saat itu, KWI ingin melakukan sesuatu bagi para korban bencana alam ini. Pusat Krisis dan Rekonsiliasi (PKR) KWI hadir mewakili Gereja mendampingi warga Aceh yang selamat dari tsunami. Ketika PKR bekerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berasal dari dalam dan luar negeri, kebutuhan akan organisasi yang lebih serius menangani masalah sosial termasuk bencana alam pun muncul.

Kebutuhan ini makin menguat saat Karitas Internasional, yang mengkoordinasi Karitas di berbagai belahan dunia, mendukung terbentuknya Karitas yang berbasis di Indonesia. Sejak organisasi ini lahir hingga sekarang, bencana alam menjadi masalah dominan yang sering ditangani.

Pendampingan

Selepas Aceh, KARINA turut ambil bagian dalam penanganan beberapa bencana alam lain, seperti banjir di Wasior Papua, Gempa di Padang, Tsunami di Nias dan Mentawai. Tantangan pun muncul. “Kesulitan beberapa kali kami hadapi di lapangan, karena KARINA tidak turun tangan langsung menangani korban. Kami hanya berfungsi sebagai fasilitator dan penyemangat bagi Karitas keuskupan yang wilayahnya terkena bencana,” jelas Finance Project Monitoring KARINA Monika Trisnabudiharini.

KARINA selalu mengadakan pertemuan tahunan dengan para wakil dari 37 keuskupan di Indonesia. Kegiatan ini diadakan sekaligus untuk mendorong setiap keuskupan mempunyai Karitas.

Ketua KARINA-KWI Mgr Aloysius Soedarso menjelaskan, sebenarnya masing-masing keuskupan tidak harus mempunyai lembaga yang bernama Karitas. “Namanya bisa lain-lain. Yang penting, keuskupan mempunyai lembaga bertugas khusus menangani masalah-masalah sosial yang ada termasuk bencana alam,” tuturnya. Ia mencontohkan, di keuskupannya, tidak ada Karitas. “Namun, ada lembaga serupa itu, namanya Pansos. Fungsinya sama dengan Karitas,” ungkapnya.

Beberapa kegiatan dilakukan KARINA-KWI sebagai wujud upaya mendampingi keuskupan. Program Diocesan Accompaniment (DA) atau disebut juga Pendampingan Karitas Keuskupan adalah salah satunya. Program ini pernah dilakukan untuk Karitas Jayapura. Para staf dan relawan mengikuti pelatihan tentang pemeliharaan kesehatan perempuan dan anak. Kemudian, Karitas Makassar bekerjasama dengan KARINA-KWI dalam bidang tanggap darurat dan pengurangan risiko bencana.

Sebagai organisasi sosial, KARINA tidak bekerja secara eksklusif. Kerjasama dengan LSM lain juga dikembangkan, seperti dengan Catholic Relief Service (CRS) dan Humanitarian Forum Indonesia (HFI). Lembaga yang disebut terakhir adalah LSM lintas agama.

Direktur HFI Hening Parlan menyatakan antusiasmenya bekerjasama dengan KARINA. Ia mengungkapkan, sejak awal mula bergabung dengan LSM, warga Muhammadiyah ini sudah mengenal kiprah Gereja Katolik dalam menangani bencana. “Saat Gempa Padang, saya bersama LSM lain menggunakan Gereja Katedral Padang sebagai pos koordinasi dan basecamp. Di Wasior, kami juga menggunakan salah satu gereja Katolik sebagai basecamp,” ungkap Hening Parlan.

Pastor Sigit Pramudji menandaskan, “Sebagai organisasi yang bergerak di bidang sosial, kami menjalin kerjasama dengan teman-teman dari kelompok atau organisasi lain, tanpa memandang latar belakang agama dan budaya.”

R.B. Yoga Kuswandono




Kunjungan: 1034
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com