Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Pasutri Felicitas - Dionysius: Rahmat Beatifikasi Madre Ines - Hidup Katolik

Pasutri Felicitas - Dionysius: Rahmat Beatifikasi Madre Ines

Rabu, 1 Agustus 2012 10:27 WIB
Pasutri Felicitas - Dionysius: Rahmat Beatifikasi Madre Ines
[Dok.Pribadi]
Felicitas Puspa Dewi dan Dionysius Suprihandono

HIDUPKATOLIK.com - Felicitas Puspa Dewi begitu terkesan ketika bisa mengikuti upacara Beatifikasi Madre Maria Ines Teresa Arias MC, di Basilika Maria Guadalupe, Mexico, Sabtu, 21/4.

Puspa tak henti-hentinya meneteskan air mata saat mengunjungi makam Madre Ines. ”Saya merasa tidak pantas. Ya, karena saya merasa belum berbuat banyak, tapi kok saya diizinkan mengikuti ziarah yang luar biasa ini,” kenang warga Paroki St Bartolomeus Taman Galaxi, Bekasi ini. ”Sungguh rahmat yang mengagumkan. Betapa tidak? Mimpi pun saya tidak pernah, apalagi berkeinginan. Sebab saya ini siapa?” tandasnya.

Suaminya, Dionysius Suprihandono, menambahkan, ”Pasalnya, pada Desember 2011 kami baru saja ziarah ke Roma. Tetapi mengikuti ziarah dalam Misa Agung Beatifikasi Madre Ines ini sungguh di luar bayangan kami.”

Supri mengungkapkan bahwa peristiwa ini merupakan rahmat Tuhan yang luar biasa yang boleh mereka alami. Mereka berdua tidak menyia-nyiakan tawaran dari Sr Yovita MC untuk mengikuti beatifikasi Madre Ines. Dari Indonesia, 27 orang hadir mengikuti Beatifikasi yang dipimpin Prefek Kongregasi untuk Penggelaran Kudus, Kardinal Angelo Amato SDB, yang mewakili Bapa Suci Benediktus XVI.

Delegasi dari Indonesia itu adalah Uskup Palangkaraya Mgr Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka MSF, imam Keuskupan Surabaya Cosmas Benedictus Senti Fernandez, 11 awam, dan 14 suster Misionaris Claris (MC) Indonesia. Pemimpin delegasi adalah Provinsial MC Indonesia, Sr Maria Veronica Endah Wulandari MC.

Menggetarkan hati

Delegasi berangkat dari Jakarta pada 11 April 2012 menuju Roma, Italia, melalui Frankfurt, Jerman. Mereka berziarah lebih dahulu ke makam Sr Maria Ines MC di Roma. Mereka juga berziarah ke enam basilika di Roma dan Assisi, yakni Basilika St Petrus, Basilika St Paulus, Basilika St Maria La Mayor, Basilika Giovanni Laterano, Basilika St Fransiskus Assisi, dan Basilika Santa Clara.

Saat ziarah ke makam Madre Ines, Supri merasakan suasana magis yang cukup kuat. Puspa merasa terharu, tidak menyangka bisa berada dekat dengan makam Madre Ines. ”Kok bisa ya Tuhan memberi waktu kepada saya seperti ini. Lalu, saya diam dan menangis. Saya merasa malu. Ketika saya melihat ke sekeliling, ternyata ada suster yang menangis sesenggukan. Bahkan, semua peziarah rata-rata menangis,” ujar Puspa.

Puspa merasa ada sesuatu yang menggetarkan hatinya. ”Sulitlah untuk diutarakan. Rasanya saya belum pernah merasakan suasana seperti itu. Padahal saya itu ya hanya hadir, tetapi isi hati saya sudah seperti diobok-obok. Pokoknya, rasanya ingin menangis saja. Kesalahan saya begitu banyak, tetapi kok Tuhan memberi kesempatan yang demikian indah?” papar Puspa.

Usai ziarah di Roma selama tiga hari, mereka melanjutkan perjalanan ke Mexico untuk mengikuti Misa Agung Beatifikasi di Basilika Maria Guadalupe. Basilika ini berdaya tampung 20.000-an orang. Misa dibuka oleh Kardinal Angelo Amato SDB dengan ritus pembuka dan dilanjutkan dengan prosesi beatifikasi. Dalam prosesi itu, dilakukan pembacaan surat dari Paus Benediktus XVI tentang pengangkatan Sr Maria Ines sebagai beata. Kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan riwayat hidup Sr Maria Ines.

Supri merasa terkesan karena proses beatifikasi ditempatkan pada awal acara. Karena, di Indonesia, upacara atau pelantikan biasanya dilakukan setelah homili. ”Ini membuka cakrawala saya, betapa posisi Misa itu memang luar biasa sehingga harus ditempatkan sepenuhnya sebagai Misa. Tidak disisipi macam-macam upacara di luar Misa. Misa sungguh di atas segala-galanya,” paparnya.

Supri juga merasa terkesan melihat Mgr Sutrisnaatmaka duduk di antara 40 uskup dari seluruh dunia di seputar altar. Sedangkan Romo Senti duduk di bangku umat di deretan depan. Supri juga terkesan saat Doa Umat, yang dibacakan dalam bahasa Indonesia, juga saat persembahan di mana orang Indonesia bertugas sebagai pagar ayu dan pagar bagus.

Lebih menarik perhatiannya, tampak hadir dua guru yang beragama Islam, yang berkarya di sekolah yang dikelola para suster MC Indonesia. Kedua orang ini memiliki hubungan yang cukup erat dengan Sr Maria Ines. Dalam beberapa kali kunjungan Sr Maria Ines ke Indonesia, mereka pernah disapa secara langsung. Kenangan itu membekas di hati mereka. Bagi dua guru itu, kehadiran mereka dihayati sebagai sebuah berkat dari Tuhan juga.

Sementara itu, bagi Puspa, kesempatan mengikuti Misa Agung Beatifikasi Madre Maria Ines merupakan rahmat yang luar biasa. ”Ingin saja tidak pernah, lha kok saya boleh mengalaminya. Apa sih yang sudah saya lakukan, kok Tuhan memberi saya hadiah demikian besar? Tuhan sudah memberi saya kesempatan yang demikian indah, apa yang sudah saya lakukan sebagai seorang ibu, istri, dan anak, maupun mantu? Ini sungguh rahmat. Tuhan telah memberi saya hidup yang begitu indah. Bukan karena apa yang telah saya buat,” tuturnya.

Misa Syukur

Keesokan harinya, diadakan Misa Syukur atas Beatifikasi Maria Ines dari Sakramen Mahakudus di Cuernavaca. Misa dipimpin Uskup dari Cuernavaca, Mexico, Mgr Alfonso Cortes Contreras. Pada Misa Syukur ini, Mgr Sutrisnaatmaka MSF ikut menjadi konselebran. Supri mengaku senang, karena saat Misa Syukur hadir Dubes Republik Indonesia untuk Mexico, Hamdani Djafar, bersama Staf Kedutaan, Victor Fernandez.

Sementara Puspa mengaku sangat terkesan saat bisa mencium relikwi Madre Ines, saat Misa Syukur di Cuernavaca. ”Waktu itu relikwi dibawa oleh seorang Suster Pendoa mereka dan saya sempat mencium relikwi Madre Ines. Bersamaan dengan perayaan syukur itu diserahkan relikwi Madre Ines oleh Pemimpin Umum MC, Madre Julia Meijueiro Moros ini kepada para Provinsial MC di seluruh dunia,” kisahnya.

Kala itu, Puspa juga menyempatkan diri menulis surat kepada Madre Ines. Surat yang ditulis dalam bahasa Inggris itu berisi permohonan doa bagi keluarga Puspa. ”Dan khususnya untuk kedua anak saya agar Tuhan berkenan pada hidup mereka,” imbuhnya.

Usai Misa Syukur, delegasi Indonesia ini mengunjungi Guadalajara, Mexico, tempat Beata Maria Ines dibesarkan, lalu menuju Ixtlan del Rio, Nayarit-Mexico tempat kelahiran Beata Maria Ines.

Ari Benawa




Kunjungan: 1391
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com