Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Mukjizat Penyembuhan dari Allah - Hidup Katolik

Mukjizat Penyembuhan dari Allah

Minggu, 2 Mei 2010 10:31 WIB
Mukjizat Penyembuhan dari Allah
[HIDUP/Paul D.F]
Pastor Prof Dr Martin Harun OFM

HIDUPKATOLIK.com - Mukjizat penyembuhan yang dilakukan Yesus adalah salah satu tanda Kerajaan Allah yang hadir dan hidup di tengah manusia.

Demikian pendapat Pastor Prof Dr Martin Harun OFM mengenai penyembuhan Yesus. Lalu, bagaimana dengan penyembuhan lain yang sampai sekarang masih ramai diperdebatkan orang? Berikut petikan pendapatnya yang disampaikannya pada Sabtu, 10 April 2010, di Kramat, Jakarta Pusat:

Bagaimana Pastor memandang penyembuhan Yesus di dalam Kitab Suci?
Penyembuhan orang buta, tuli, lumpuh, dan lain-lain, paling kuat didukung Injil sebagai tindakan nyata Yesus. Mukjizat-mukjizat alam, seperti berjalan di atas air, membuat pohon ara tiba-tiba kering, lebih jarang ceritanya. Penyembuhan ditemukan dalam semua sumber Injil.

Dari situ kita boleh yakin bahwa penyembuhan pasti kembali kepada Yesus sendiri. Ia tampak memiliki karunia penyembuhan dan menjadi perantara Allah untuk menyembuhkan orang dengan cara yang menakjubkan dan tidak bisa dimengerti orang, ahli pun tidak.

Maka, orang memuji Allah. Mereka mengimani penyembuhan itu sebagai tindakan Allah sendiri, melalui Yesus. Itu diungkapkan dalam cerita-cerita dengan cara kesaksian, bukan cara laporan. Inti tindakan penyembuhan memang dari Yesus, tetapi bungkusan cerita digubah oleh para pewarta Injil.

Apa maksud penyembuhan dan juga mukjizat Yesus?
Ini adalah pertanyaan penting, untuk apa Yesus melakukan mukjizat? Yesus memberi mukjizat tidak untuk cepat-cepat mengatasi persoalan. Ketika lapar, Ia tidak mau mengubah batu jadi roti; ketika menderita, Ia tidak mau secara ajaib turun dari salib! Atau barangkali untuk membuktikan kepada orang lain bahwa Ia adalah Mesias, Anak Allah? Juga tidak. Ia menolak tanda mukjizat bagi orang yang tidak percaya dan minta tanda bukti seperti itu. Apakah Yesus menyembuhkan orang untuk menghilangkan penderitaan dan penyakit dari dunia? Juga tidak, sebab Ia hanya menyembuhkan sedikit orang saja.

Karya penyembuhan Yesus bermaksud memberi tanda tentang Kerajaan Allah yang Ia wartakan. Mukjizat menyingkapkan rahasia Allah sendiri. Mukjizat penyembuhan itu biasanya dialami oleh orang yang menderita, miskin, dan disingkirkan. Yesus menyembuhkan beberapa dari mereka untuk menunjukkan betapa Allah mencintai semua orang yang disingkirkan, dan ingin membahagiakan semua orang yang dalam kesusahannya datang dan percaya kepada-Nya.

Bagaimana dengan penyembuhan oleh para rasul?
Yesus membagi karunia penyembuhan itu dengan rasul-rasul-Nya. Ketika mengutus mereka, Ia memberi mereka kuasa untuk menyembuhkan orang sakit. Dalam Kisah Para Rasul, kita berulangkali membaca bahwa Petrus atau Paulus menyembuhkan orang-orang sakit. Apakah itu hanya berlaku bagi para rasul dulu, bagi generasi pertama, atau karunia dan tugas itu juga diberikan kepada murid-murid seterusnya, sampai sekarang?

Menurut Rasul Paulus, karunia penyembuhan juga diberikan kepada beberapa umat di Korintus. Tidak kepada semua. Umat lain diberi karunia lain. Maka, penyembuhan selalu akan ada, tetapi jangan diklaim bagi semua. Juga jangan diklaim sebagai lebih tinggi daripada karunia lain. Karunia penyembuhan hanya ada nilainya kalau digunakan dengan kasih yang tanpa pamrih (1Kor 12-13).

Bagaimana umat sekarang menanggapi penyembuhan seperti ini?
Mengingat penyembuhan Yesus dalam Injil dan juga mukjizat penyembuhan oleh rasul-rasul kepada umat perdana, hendaknya umat sekarang juga terbuka bagi kemungkinan mukjizat penyembuhan. Sekarang juga, Allah dapat memberi harapan baru di tengah banyak kesusahan dengan beberapa mukjizat penyembuhan, melalui orang yang diberi karunia itu.

Kita sangat sadar bahwa Allah bekerja dalam semua yang terjadi. Penyembuhan biasanya Ia kerjakan dengan jalan biasa, melalui dokter, rumah sakit, obat, latihan fisik, nutrisi sehat, dan seterusnya. Tetapi, manusia mudah lupa bahwa Allah hadir dan bekerja dalam kegiatan biasa itu.

Dalam segala kelupaan dan rasa putus asa itu, sungguh merupakan anugerah kalau sewaktu-waktu terjadi mukjizat penyembuhan, meskipun tak banyak. Itu membangunkan kita, mengingatkan kita akan kasih Allah untuk semua, akan kehadiran dan juga kehendak-Nya. Maka, beberapa mukjizat penyembuhan bukan saingan untuk dunia medis, tetapi justru bantuan berharga agar ingat kembali arah dan tujuan usaha kesehatan kita, yakni mewujudkan Kerajaan Allah bagi semua, juga bagi penderita yang miskin.

Paul D.F




Kunjungan: 1003
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com