Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Eko-Pastoral - Hidup Katolik

Eko-Pastoral

Selasa, 14 Agustus 2012 15:44 WIB
Eko-Pastoral
[Ilustrasi/HIDUP]

HIDUPKATOLIK.com - Kalau ditanya: ”Kapan bertobat?”, saya sering mengatakan bahwa saya bertobat ketika dibaptis, masuk seminari, masuk dunia pendidikan nilai, dan saat ikut gerakan lingkungan hidup. Dengan rangkaian pertobatan itu, saya makin ingin menjadi imam yang bergerak dalam bidang pendidikan nilai dan pendidikan lingkungan hidup.

Tokoh lingkungan hidup di Indonesia, Emil Salim, mengatakan bahwa beban bumi untuk menanggung kehidupan sudah hampir dua kali lipat kemampuan bumi. Artinya, bumi sudah sangat menderita diperas manusia. Tidak mungkin kita berdiam diri saja.

Oleh karena itu, melalui tulisan ini, saya ingin mengajak kita semua melihat eko-pastoral dalam konteks yang lebih luas. Eko-pastoral bukan hanya pembahasan mengenai menanam pohon, mengelola sampah, dan kerusakan lingkungan.

”Kompendium Ajaran Sosial Gereja” yang diterbitkan Komisi Kepausan untuk Keadilan dan Perdamaian menyediakan referensi ajaran Gereja tentang lingkungan hidup. Dalam satu bab khusus yang berjudul ”Melindungi dan Melestarikan Lingkungan Hidup” dibahas lingkungan hidup mulai dari segi alkitabiah, krisis relasi manusia dengan lingkungan hidup, hukum, peran pejabat publik, ekonomi, sumber energi alternatif, hubungan suku pribumi dengan tanah mereka, bioteknologi, peran ilmuwan dan wirausahawan, peran lembaga riset dan politisi, sektor informasi, aspek demografi, masalah air, dan gaya hidup.

Lantas, dalam disertasi mengenai Eco Learning Camp atau Rumah Belajar Lingkungan Hidup di UPI Bandung, saya menjelaskan tiga dimensi lingkungan hidup, yaitu alam, sosial-budaya, serta sains-teknologi. Dan, masalah utama krisis lingkungan hidup adalah masalah sosial-budaya, nilai-nilai, dan gaya hidup. Pastor Agato OFMCap di Cisarua Bogor, Jawa Barat, yang terkenal dengan pertanian organik mengatakan bahwa bukan mengenai pertanian organik, melainkan tentang gaya hidup organik yang dia usahakan selama ini. Gaya hidup organik melawan arus gaya hidup egoistik yang sangat deras. Hal ini juga harus ditanamkan kepada anak-anak. Di sekolah, mereka harus didorong untuk belajar sains-teknologi yang ramah lingkungan, termasuk green economy yang menjadi isu Konferensi Rio+20 di Brasil 20-22 Juni 2012, green technology, green architecture, renewable energy, dll.

Mungkinkah Gereja Katolik sungguh-sungguh bergerak dalam eko-pastoral? Paus Yohanes Paulus II dalam ensiklik ”Peace with God the Creator, Peace with All Creation” menyerukan pertobatan ekologis. Paus Benediktus XVI dijuluki The Green Pope. Vatikan adalah the world’s first carbon-neutral country. Kumpulan pandangan Paus Benediktus XVI ditulis dalam buku ”Ten Commandments for the Environment: Pope Benedict XVI Speaks Out for Creation and Justice”. Atap Auditorium Paus Paulus VI dipasangi 2.400 solar panel (330 ribu kilowatt) yang mereduksi 225 ton emisi CO2 setiap tahun.

Gereja Asia yang sibuk dengan triple-dialogue, yaitu kebudayaan, agama, dan kemiskinan, tidak banyak membahas masalah lingkungan hidup, kecuali dalam himbauan untuk bekerjasama dengan umat beragama lain. SAGKI 2005 membahas soal lingkungan hidup dalam dua bidang dari 17 bidang bahasan. SAGKI 2010 memasukkan kata ”memelihara lingkungan hidup” atas usul Romo Al. Andang L. Binawan SJ saat perumusan akhir.

Saya memimpikan Gereja Katolik Indonesia menjadi pelopor dan penggerak lingkungan hidup dalam arti luas. Kita harus bergerak dalam semua jalur untuk ikut menyelamatkan dunia dan memelihara keutuhan ciptaan. Eko-pastoral atau pastoral merawat bumi menuju keutuhan ciptaan adalah tanggung jawab kita.

St. Ferry Sutrisna Wijaya Pr




Kunjungan: 2743
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com