Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Quo Vadis Ormas Muda Katolik - Hidup Katolik

Quo Vadis Ormas Muda Katolik

Selasa, 14 Agustus 2012 15:24 WIB
Quo Vadis Ormas Muda Katolik
[mikelev.in]

HIDUPKATOLIK.com - Kurang lebih sepuluh tahun terakhir, organisasi masyarakat yang berasaskan Katolik diterpa berbagai gejolak, konflik, dan perpecahan. Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) mengalami perpecahan. Demikian pula Forum Komunikasi Alumni PMKRI (FORKOMA), Pemuda Katolik (PK) yang gaungnya belum pernah terdengar, dan terakhir Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) yang kita belum mengenal pengurus, alamat, dan aktivitasnya. Organisasi-organisasi yang sewajarnya menjadi kawah candradimu­ka untuk memancarkan Cahaya Kristus hilang, bak ditelan bumi.

Bila kita kembali membuka memori lama, Prof Harja Sudirja, Prof Harimurti Kridalaksana, Prof B.S. Mulyana, Cosmas Batubara, Harry Tjan Silalahi, Chris Siner Keytimu, Sofyan Wanandi, Prof Sudrajat Jiwandono, dr Ben Mboy adalah tokoh-tokoh muda Katolik pada zamannya, memimpin ormas Katolik, mengharumkan nama Katolik di persada Nusantara. Mereka adalah sederet nama besar yang telah memberi sumbangsih signifikan dalam perjalanan bangsa Indonesia. Mereka juga pemikir-pemikir ulung di dunia akademis (viator mundi), juga pemimpin massa yang menjadi ikon perubahan (faber mundi), tanpa sedikit pun meninggalkan Gereja sebagai induk semangnya. Adagium “pro eclesia et patria” tidak hanya diwariskan dalam bentuk simbolik, tetapi juga diwujudnyatakan secara substansial.

Sungguh, sangat kontras bila dibandingkan dinamika, hiruk-pikuk pemuda Katolik pada masa lampau yang penuh dengan kewibawaan, moralitas, dan etika. Pada masa kejayaan, Margasiswa sebagai pusat kegiatan generasi muda Katolik, saban hari dihiasi dengan rapat, pertemuan, diskusi, pusat pengatur siasat untuk memperjuangkan jeritan, rintihan, ratapan, penderitaan rakyat, bahkan seringkali tanpa sungkan mengundang Kardinal atau Uskup hanya sekadar minta wejangan, petuah ataupun diskusi tentang masa depan Gereja kita. Berbeda dengan saat ini, Margasiswa terlihat sunyi dan sepi, tanpa perpustakaan dan prasarana yang memadai, dan dijadikan sebagai objek perebutan para pihak yang bertikai.

Bila bertanya, siapa yang merasa terpukul atau bahkan dipusingkan dengan semua kejadian yang dialami oleh PMKRI, FORKOMA, PK, dan ISKA? Tentu kita akui bahwa semua sel-sel Katolik bermuara pada hirarki Gereja Katolik, yang bertahan selama 2.000 tahun. Tidak seperti ormas Katolik yang pecah-belah, sebelum lahir, tumbuh, dan berkembang. Memang kita menyadari bahwa ormas Katolik bukan Gereja Katolik, namun ormas Katolik bernapaskan moralitas dan etika yang terkandung di dalam nilai-nilai dogma agama dan kanonik Gereja, sehingga nilai-nilai spiritualitas Katolik sebaiknya dipedomani.

Pada akhir Juli 2012, diadakan Kongres Pemuda Katolik di Pontianak. Dalam sidang ini pemilihan Ketua Umum yang baru menjadi daya tarik tersendiri. Sebagai bagian dari generasi muda Katolik kita perlu memperhatikan: (1) adanya desas-desus bahwa beberapa partai politik telah menyiapkan kader-kadernya agar terpilih sebagai Ketua Umum Pemuda Katolik; (2) Sebaiknya alumni PMKRI sejak 2006 tidak mencalonkan diri sebab dianggap bagian dari masalah dualisme PMKRI; (3) Saat ini, rekomendasi pencalonan dari komda dan cabang dijadikan alat transaksional. Kondisi ini menggambarkan betapa bobroknya moralitas, mentalitas, dan etiket generasi muda yang pada masa depan menjadi harapan umat Katolik.

Momentum Kongres Pemuda Katolik diharapkan mampu melahirkan organisasi yang independen, berada di atas semua golongan, serta mampu meminimalisasi intrik-intrik yang memecah persatuan dan kesatuan Pemuda Katolik, maupun dapat menemukan solusi bagi masalah yang dihadapi oleh PMKRI, FORKOMA maupun ISKA. Mengembalikan jati diri sebagai generasi mudah Katolik yang bermoral, beretika, berbudi pekerti, serta tidak meninggalkan Gereja sebagai basis utama dan hirarki sebagai wali organisasi adalah sederet harapan yang tercandra. Oleh karena itu, untuk mewujudkan sejumlah harapan tersebut, sebaiknya menghindari ketiga aspek di atas.

Natalis Pigai
Aktivis muda Katolik dan PNS Kemenakertrans RI




Kunjungan: 986
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com