Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Renungan Minggu 16/9/2012: Mgr I Suharyo Uskup Agung Jakarta - Hidup Katolik

Renungan Minggu 16/9/2012: Mgr I Suharyo Uskup Agung Jakarta

Sabtu, 15 September 2012 14:00 WIB
Renungan Minggu 16/9/2012: Mgr I Suharyo Uskup Agung Jakarta
[sweetoldersister.blogspot.com]

HIDUPKATOLIK.com - Pekan Biasa XXIV; Yes 50:5-9a; Mzm 115; Yak 2:14-18; Mrk 8:27-35

Selama Tahun Liturgi B, dalam Perayaan Ekaristi Hari Minggu, dibacakan bagian-bagian dari Injil Markus. Harapannya, agar pengenalan dan dengan demikian juga pengenalan kita akan Kristus semakin terang dan membarui kehidupan. Kutipan Injil hari ini merupakan salah satu bagian yang amat penting dalam Injil Markus. Baik kiranya kalau kita mengamatinya lebih teliti.

Pengakuan Petrus
Setiap pengarang mempunyai rencana jelas ketika ia mulai menulis. Demikian juga pengarang Injil Markus. Pada awal tulisannya, seolah-olah Markus ingin menegaskan bahwa dalam Injil yang akan ditulisnya, ia ingin memperkenalkan Yesus sebagai Kristus dan Anak Allah. Itulah program yang ia nyatakan dalam pembukaan Injilnya: ”Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah” (Mrk 1:1). Program untuk menyatakan bahwa Yesus adalah Kristus (=Mesias), terlaksana dalam pengakuan Petrus, ”Engkau adalah Mesias (=Kristus)” (Mrk 8:29).

Sementara program kedua untuk menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah, baru akan tercapai pada akhir Injil. Ketika Yesus wafat, kepala pasukan menyatakan ”Sungguh, orang ini adalah Anak Allah” (Mrk 15:39). Ini merupakan puncak pengakuan iman akan Yesus. Bagian-bagian lain dari Injil berperan untuk menyiapkan para pembaca agar sampai kepada pengakuan iman ini.

Pengakuan Petrus bahwa Yesus adalah Mesias disusul dengan pernyataan diri Yesus yang menggunakan istilah lain, yaitu Anak Manusia (Mrk 8:31). Gelar Mesias dipakai untuk menyatakan bahwa Yesus adalah keturunan Daud yang diurapi untuk menjalankan tugas yang diberikan kepada-Nya oleh Allah. Tetapi, tetaplah ia berasal dari garis manusiawi. Lain halnya dengan gelar Anak Manusia, yang mempunyai latar belakang Kitab Daniel yang menyatakan, ”…Tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia…” (7:13). Dengan demikian, asal-usul Ilahi (datang dari awan-awan dari langit) menjadi jelas.

Sesudah pengakuan bahwa Yesus adalah Mesias, para murid diperintah agar tidak memberitahukan kepada siapa pun tentang Dia. Mengapa? Karena pandangan mereka tentang Mesias masih harus diluruskan. Yesus bukanlah Mesias utusan Allah yang tampil sebagai pemenang, pembasmi para musuh. Ia adalah Anak Manusia, mempunyai asal usul Ilahi, yang harus menderita dan mati (Mrk 8:31.9:31.10:45), sekaligus yang duduk di sisi kanan Allah yang Mahakuasa (Mrk 14:62).

Hal ini merupakan revolusi mendasar dalam hidup keagamaan orang-orang Yahudi (=yang Ilahi yang menderita), sekaligus tantangan eksistensial: menerima atau menolak. Para pembaca Injil Markus diajak untuk mengambil keputusan iman seperti kepala pasukan yang menyatakan, ”Sungguh orang ini adalah Anak Allah” (Mrk 15:39).

Menjadi murid

Tiga kali Yesus menyatakan diri sebagai Anak Manusia yang akan menderita, dibunuh, dan bangkit (Mrk 8:31; 9:31; 10:33), tiga kali pula para murid menunjukkan bahwa mereka tidak mengerti (Mrk 8:32-33.9:32.10:35 st). Mengapa? Karena pernyataan Yesus itu tidak sesuai dengan paham dan keyakinan yang sudah mereka miliki mengenai Mesias. Mereka dididik dan besar di lingkungan Yahudi, dengan paham dan keyakinan keagamaan mereka yang sudah merasuk. Ketika mereka dihadapkan pada paham lain, reaksi yang biasa adalah menolak. Dalam konteks seperti ini, kita bisa memahami mengapa Petrus akhirnya menyangkal Yesus.

Tetapi, para murid tidak dibiarkan tinggal dalam ketidaktahuan. Setiap kali mereka menunjukkan sikap tidak tahu, Yesus memberi kesempatan untuk belajar lagi dan lagi (Mrk 8:34-37.9: 33-37.10:41-45).

Injil Markus sering disebut sebagai Injil untuk para katekumen. Dengan membaca Injil Markus, para pembaca ditantang untuk mengambil sikap: menerima atau tidak menerima Yesus. Kita pun setiap kali diundang untuk mengambil keputusan iman seperti yang dilakukan oleh kepala pasukan dengan mengatakan, ”Sungguh orang ini adalah Anak Allah.”

Mgr Ignatius Suharyo

Uskup Agung Jakarta




Kunjungan: 674
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com