Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Pengalaman Mati Suri - Hidup Katolik

Pengalaman Mati Suri

Jumat, 21 September 2012 09:46 WIB
Pengalaman Mati Suri
[mharjipes.com]

HIDUPKATOLIK.com - Seorang tetangga saya sudah mati selama beberapa jam. Ketika sudah siap-siap dimandikan, ternyata dia hidup kembali. Dia menceritakan banyak hal tentang pengalaman mati beberapa jam itu. Sesudah itu, dia sungguh berubah, dari seorang yang hidupnya amburadul menjadi orang yang sungguh taat beragama. Apakah itu benar-benar mati? Apakah ini adalah peneguhan adanya hidup kekal? Menurut iman kita, bagaimana kita menyikapi cerita-cerita yang dikatakannya?

Vincentius Sugiyat, Blitar

Pertama, yang Anda rujuk dalam pertanyaan itu disebut pengalaman mati suri. Dalam hal ini, kita bisa membedakan antara kematian klinis dan kematian biologis. Kematian klinis ditandai oleh hilangnya tanda-tanda kehidupan, seperti misalnya detak jantung, pernapasan, kesadaran, dan juga hilangnya aktivitas gelombang otak. Alat-alat pendeteksi medis akan menunjukkan garis mendatar. Kematian biologis adalah kematian jasmani yang tidak dapat ditolak dan dialami oleh setiap orang. Mati suri adalah pengalaman kematian klinis, tetapi belum kematian biologis. Pada kebanyakan orang kematian klinis langsung diikuti oleh kematian biologis.

Kedua, beberapa orang mengalami mati suri. Biasanya orang-orang ini dinyatakan secara klinis sudah mati tetapi kemudian hidup kembali. Banyak kemiripan cerita-ceerita yang dikatakan. Antara lain, bahwa mereka sadar bahwa sudah meninggal, melihat orang-orang yang hidup, dan melihat tubuhnya sendiri yang ditangisi saanak keluarga dan sahabat. Banyak dari mereka yang dibawa masuk ke dalam terowongan yang gelap tetapi pada ujung sana ada terang. Kemudian juga bertemu dengan orang-orang yang mereka kasihi yang sudah meninggal, termasuk para malaikat. Banyak juga yang melihat taman yang serba indah dan membahagiakan, mendengar nyanyian para malaikat, dan aneka ungkapan kebahagiaan dan kedamaian. Bahkan, beberapa juga mengungkapkan mereka bisa melihat kembali seluruh hidup mereka dan menilainya. Tetapi, kemudian dengan satu dan lain cara mereka diajak kembali masuk ke dalam tubuh mereka dan hidup kembali di dunia.

Pengalaman mati suri tidak bisa dijadikan bukti yang tak terbantahkan akan adanya hidup kekal atau tentang bagaimana hidup kekal itu berlangsung. Bagi orang yang tidak percaya akan adanya hidup kekal, mereka menganggap pengalaman-pengalaman itu tak lebih sekadar ungkapan psikologis dari keinginan akan hidup kekal. Tetapi, bagi orang yang percaya akan adanya hidup kekal, cerita-cerita itu meneguhkan iman kepercayaan mereka. Paling tidak, cerita itu adalah indikasi akan adanya hidup kekal.

Cerita ini bisa dibandingkan dengan wahyu privat yang tidak harus dipercayai. Iman kepercayaan kita harus tetap didasarkan pada wahyu umum yang telah dinyatakan dalam diri Yesus Kristus, Tuhan kita. Adanya kesesuaian antara cerita pengalaman mati suri dan ajaran Gereja, bisa saja dijadikan peneguhan atas ajaran iman kita.

Ketiga, bagaimanapun pendapat seseorang, yang tidak bisa dibantah adalah dampak yang sangat positif pada orang yang mengalami mati suri. Perubahan dan pertobatan ini bisa dilihat sebagai karunia yang diberikan Tuhan.

Siapakah yang dimaksud dengan anti-Kristus? Mohon penjelasan.

Arkadius Kusthio Surya, Sidoarjo

Pertama, kata “anti-Kristus” muncul hanya di dalam surat-surat Yohanes (1 Yoh 2:18,22; 4:3; 2 Yoh 7). Jika kata “anti-Kristus” dimengerti sebagai menentang atau melawan Kristus, maka pengertian anti-Kristus bisa ditemukan di dalam Perjanjian Lama (Dan 7:7 dst) dan juga surat Paulus (2 Tes 2). Kitab Wahyu berbicara tentang perlawanan kuat kuasa-kuasa kejahatan menentang Kristus pada hari-hari terakhir.

Ungkapan yang digunakan Paulus ialah “manusia durhaka”, “yang harus binasa” yaitu “lawan yang meeninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang diisembah sebagai Allah. Bahkan, ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.” (2 Tes 2:3-4) Dia bukan setan, tetapi bertindak sebagai alat setan unntuk menentang pemerintahan Kristus. Ciri yang menentukan anti-Kristus ialah “dia menyangkal baik Bapa maupun Anak” (1 Yoh 2:22), dan secara lebih jelas menyangkal bahwa “Yesus Kristus telah datang sebagai manusia” (2 Yoh 7). Dengan demikian, anti-Kristus ialah mereka yang menolak dasar iman kristiani, yaitu bahwa Allah Putra telah menjadi manusia.

Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM




Kunjungan: 6491
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com