Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Nderek Dewi Maria - Hidup Katolik
Home » Tajuk

Nderek Dewi Maria

Rabu, 10 Oktober 2012 13:37 WIB
Nderek Dewi Maria
[Ilustrasi HIDUP]

HIDUPKATOLIK.com - Kita memiliki banyak macam versi lagu Ave Maria. Yang paling terkenal adalah komposisi dari Franz Schubert pada 1825. Ia menyelesaikan karya ini ketika ia baru berusia 28 tahun. Ia tidak menciptakan liriknya yang sekarang kita kenal dalam berbagai versi. Lagu yang kita kenal sekarang terbentuk lewat sentuhan beberapa orang dan beberapa tahap serta beberapa periode. Hampir pasti yang paling kerap kita dengarkan adalah versi Latin yang kita resapkan dalam suasana keheningan doa, ”Ave Maria, gratia plena, ... Salam Maria, penuh rahmat ...”.

Syair dalam bahasa Latin itu berisikan doa yang sangat akrab untuk kita. ”Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu, terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu Yesus...” Sebuah doa yang didasarkan pada kutipan Injil Lukas (1:28, 42). Jadi, lagu ini, sejak Schubert menginspirasi seniman-seniman lain hingga terciptanya Ave Maria versi Latin berkembang dan berevolusi dari satu periode ke periode yang lain.

Tanpa lirik pun, instrumental lagu ini sudah membawa orang bermeditasi. Lagu ini kemungkinan sudah bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, menjadi bagian dari iman kita. Setidaknya, mendengarkan lagu ini pada momen Misa pernikahan di gereja. Sentuhan mendalam lagu ini terkadang mendorong sebagian orang untuk menelusuri asal-usul lagu ini.

Kejadian yang mirip berlangsung di Indonesia, khususnya untuk mereka yang pernah tinggal di Jawa. Lagu Ndèrèk Dewi Maria telah menempati satu bagian dalam doa dan penghayatan iman Katolik untuk umat yang tinggal di Jawa bagian barat dan timur. Tetapi, keakraban dengan lagu ini tidak membuktikan bahwa kita otomatis mengetahui sejarah lagu ini. Umur lagu ini sebenarnya belum begitu tua, tetapi ternyata sumber informasi asal lagu ini, siapa dan kapan digubah serta siapa pencipta lirik, semuanya kabur.

Syair Ndèrèk Dewi Maria adalah doa dengan tingkat teologi yang sebenarnya tidak canggih. Ia cocok untuk doa umat dengan iman tradisional yang melukiskan pergumulan hidup sebagai perang antara Tuhan melawan setan, kebaikan melawan kejahatan. Bunda Maria akan menjadi penolong yang setia dalam setiap peperangan melawan perbuatan dosa. Isi lirik lagu ini memang sederhana.

Perjuangan umat beriman dalam kehidupan modern jarang melukiskan pergumulan hidup ini dalam pola hitam dan putih. Meski demikian, di tengah-tengah upaya rasionalisasi, upaya menjelaskan agar iman bisa dipertanggungjawabkan secara rasional, orang rindu untuk memeluk ’kesederhanaan’. Orang yang paling modern pun rindu pada iman yang sederhana – tanpa penjelasan teologis yang rumit-rumit – di mana hidup juga bisa dijelaskan dengan cara polos tetapi mengena di hati.

Lagu Ndèrèk Dewi Maria – sebagaimana Ave Maria – mengekspresikan kesederhanaan. Untuk itulah lagu ini dicintai dan mengena di hati. Karena mengena di hati, banyak orang ingin tahu siapa dan bagaimana lagu ini berproses dalam pembentukannya.

Redaksi




Kunjungan: 2338
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com