Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Kitab Suci, Sumber Hidup Kristiani - Hidup Katolik

Kitab Suci, Sumber Hidup Kristiani

Minggu, 19 September 2010 14:28 WIB
Kitab Suci, Sumber Hidup Kristiani
[Ilustrasi HIDUP]

HIDUPKATOLIK.com - Bulan September adalah bulan Kitab Suci Nasional. Dalam kurun waktu 30 hari ini, umat Katolik diajak kembali untuk melihat betapa Kitab Suci menjadi sesuatu yang esensial dalam kehidupan beriman. Dalam sejarah Gereja, ada banyak tokoh yang mengungkapkan, sekaligus menghayati pernyataan tersebut. Salah satu tokoh yang akrab di telinga kita, jika berbicara mengenai Kitab Suci adalah Santo Hieronimus.

St Hieronimus adalah orang yang pertama kali menerjemahkan Alkitab dari Bahasa Yunani ke dalam Bahasa Latin yang disebut Vulgata; karena menggunakan bahasa sehari-hari. Ia ingin memberikan Kitab Suci kepada
kaum awam. Menurut dia melalui Kitab Suci, orang akan dibawa kepada Allah. Ajaran ini terungkap dalam komentarnya pada Kitab Yesaya, yaitu: “Orang yang tidak mengenal Kitab Suci tidak mengenal kuasa dan kebijaksanaan Allah; tidak mengenal Kitab Suci berarti tidak mengenal Kristus”.

Membaca dan mempelajari Kitab Suci serta menemukan makna terdalam merupakan langkah awal menjalin relasi yang akrab dengan Allah. Pergaulan yang otentik dengan Kitab Suci akan menghasilkan buah-buah yang menguntungkan bagi kehidupan kita. Pertama, Kitab Suci mendorong kita untuk dapat mempertanggungjawabkan iman. Kedua, Kitab Suci dapat melindungi kita dari kejatuhan dalam godaan. Ketiga, Kitab Suci akan mendorong kita untuk dapat menjadi bait kudus Allah.

Buah Mengenal Kitab Suci
Orang dapat mengenal Kristus hanya melalui Kitab Suci, karena Allah sendiri yang akan mengajar dan memberikan kebijaksanaan. Karena ketika seseorang
membaca Kitab Suci, Allah berbicara kepada orang itu. Sedangkan ketika seseorang berdoa, ia berbicara kepada Allah. Maka terjadilah suatu relasi antara manusia dengan Allah. Maka St Hieronimus mengajar agar membaca Kitab Suci setelah berdoa dan berdoa setelah membaca Kitab suci.

St Hieronimus mempertanyakan mereka yang tidak mengenal Kitab Suci, katanya; ”Bagaimana mungkin seseorang hidup tanpa mengenal Kitab Suci.” Bagi dia hidup Kristiani tidak bisa dipisahkan dari Kitab Suci, sebab di sanalah orang akan menemukan Yesus, sumber segala rahmat.

Dalam sebuah suratnya St Hieronimus meminta agar membaca Kitab Suci secara teratur. ”Bacalah Kitab Suci secara teratur, jangan pernah lepaskan dari
tanganmu. Belajarlah darinya apa yang harus diajarkan.” Dalam surat itu, ia mengutip surat pertama rasul Petrus (I Pet 3:15) ”Siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu.” Pengenalan akan Kitab Suci akan membuat orang dapat
mempertanggungjawabkan imannya.

St Hieronimus juga mengajak orang bergaul dengan Kitab Suci supaya tidak jatuh dalam dosa karena godaan. Ia mengajarkan: ”Cintailah pengetahuan Kitab Suci dan engkau tidak lagi mencintai dosa kedagingan.” Ungkapan ini semakin memperjelas bahwa Kitab Suci menjadi alat menghadapi godaan.

Namun, karena setiap orang Kristen dipanggil untuk dapat menampilkan wajah Allah, maka Kitab Suci harus diterjemahkan dalam perbuatan seharihari. St Hieronimus berkata, “Sekarang kita harus menterjemahkan nas-nas Kitab Suci ke dalam perbuatan; daripada berbicara muluk-muluk perihal yang kudus,
lebih baik kita jabarkan dalam hidup sehari-hari”.

Salah satu bentuk doa yang telah mengakar dalam Gereja adalah lectio Divina. Lahirnya bentuk doa lectio Divina menjadi indikasi akan kebutuhan dan kehausan umat akan sabda. Metode doa ini membawa orang untuk berdoa dengan menggunakan Kitab Suci. Hal ini merupakan suara Konsili Vatikan II yang menggarisbawahi peran unggul Sabda Allah dalam hidup Gereja. Konsili mendesak dengan sangat semua umat beriman, terutama para religius, supaya selalu membaca Kitab Suci.

Zaman sekarang, tak dapat dipungkiri akan ada banyak peristiwa yang seakan merongrong ketangguhan iman kita. Ada banyak orang mencoba merongrong
iman kristiani. Jika umat tidak menjadikan Kitab Suci sebagai sumber hidup, maka dengan mudah dipengaruhi oleh suara-suara tersebut. Maka, melalui bulan Kitab Suci ini, sekali lagi kita dipanggil untuk memberikan perhatian yang khusus terhadap Kitab Suci untuk dapat mengenal Kebenaran. Sampai kapanpun Kitab Suci masih tetap menjadi nafas hidup Kristiani.

Kardiaman Simbolon OCarm
Mahasiswa STFT Widya Sasana Malang, jawa Timur.




Kunjungan: 1003
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com