Tidak Berubah: Renungan Sabtu, 27 Oktober 2012

HIDUPKATOLIK.com - Pekan Biasa XXIX; Ef 4:7-16; Mzm 122; Luk 13:1-9
Penginjil Lukas dengan jelas menampilkan Allah sebagai Bapa yang
berbelas kasih. Dia itu seperti gembala yang meninggalkan segalanya demi
mencari seekor dombanya yang hilang (15:1-7). Dia juga seperti seorang
ayah yang merindukan anaknya yang hilang (15:11-32). Ketika anak itu
kembali, ia menyambutnya dengan hangat. Segala kesalahannya dilupakan.
Allah begitu baik kepada manusia. Namun, kebaikan itu sering
disalahartikan sebagai pembiaran, juga sebagai kesempatan bagi manusia
untuk makin banyak berbuat dosa. Untuk apa bertobat, bukankah Allah
sendiri yang akan mencari orang berdosa? Bukankah Allah itu baik,
sehingga sebanyak apa pun dosa manusia akan diampuni oleh-Nya?
Perumpamaan tentang pohon ara menjadi jawabannya.
Pohon ara itu telah dirawat dengan baik, namun sayang tak kunjung
menghasilkan buah. Tuan tanah sangat kecewa melihatnya. Ia pun
memerintahkan tukang kebun untuk menebangnya daripada tumbuh sia-sia.
Beruntung si tukang kebun berhasil meyakinkan majikannya untuk memberi
kesempatan bagi pohon itu satu tahun lagi. Itulah peringatan bagi kita
yang lamban dan suka menunda-nunda pertobatan. Allah memang Bapa yang
berbelas kasih, tapi Ia pun bersikap tegas. Jadi segeralah berbalik dari
dosa-dosa kita sebelum terlambat.
Johannes Jarot Hadianto



