Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


SANGGAU: Liputan Indonesian Youth Day (IYD) 2012 - Hidup Katolik

SANGGAU: Liputan Indonesian Youth Day (IYD) 2012

Rabu, 31 Oktober 2012 17:30 WIB
SANGGAU: Liputan Indonesian Youth Day (IYD) 2012
HIDUP/Aprianita Ganadi
Gegap gempita: suasana usai peresmian IYD 2012 Sanggau

HIDUPKATOLIIK.com - Indonesian Youth Day (IYD) 2012 dibuka secara resmi oleh Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Martinus Dogma Situmorang OFMCap di Komplek Youth Center, Sanggau, Kalimantan Barat, Rabu, 24/10.

Hadir dalam upacara itu, Asisten III Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat Kartius, Uskup Sanggau Mgr Giulio Mencuccini CP, Uskup Sintang Mgr Agustinus Agus, Uskup Ketapang Mgr Pius Riana Prapdi, Ketua Komisi Kepemudaan KWI Mgr John Philip Saklil, Uskup Manokwari-Sorong Mgr Hilarion Datus Lega, dan Uskup Agung Palembang Mgr Aloysius Sudarso SCJ.

Sebelum upacara pembukaan, Mgr Situmorang meresmikan Salib IYD 2012 dan Salib Orang Muda Katolik (OMK) dari 36 Keuskupan yang berpartisipasi dalam hajatan Gereja tingkat nasional ini. Wakil tiap keuskupan berkumpul di depan Mega Tenda, Komplek Youth Center, sambil membawa Salib OMK Keuskupan. Mereka berkerumun di sekitar Salib IYD dengan berpakaian adat lengkap.

Menurut Ketua Umum Panitia Nasional IYD 2012, RD Yohanes Dwi Harsanto, IYD 2012 diikuti oleh 36 Keuskupan (termasuk Keuskupan Kuching Malaysia), 1.914 orang (1.163 putra dan 751 putri), 80 imam, dan tujuh Uskup. “ IYD dapat terlaksana berkat karya Tuhan. Acara ini merupakan pertama kali dalam sejarah Gereja Katolik Indonesia. IYD dimulai dengan penggemblengan iman, dalam bentuk workshop dari berbagai komisi KWI,” ujar Sekretaris Eksekutif Komisi Kepemudaan KWI ini.

Dalam kesempatan yang sama, Mgr Mencuccini mengucapkan terima kasih kepada seluruh umat Katolik di Sanggau, khususnya kepada KWI, karena telah menunjuk Keuskupan Sanggau sebagai tuan rumah IYD 2012. “Banyak hal yang perlu dipikirkan dan dipersiapkan. Berkat dukungan dari berbagai lapisan, IYD dapat berjalan baik dan lancar,” tutur Uskup Sanggau ini.

Sementara itu, Mgr Situmorang menjelaskan, OMK adalah orang penting dalam Gereja Katolik Indonesia. Oleh karena itu, jangan sampai menjadi lembek. “Anda sekalian datang mengikuti IYD, dikirim secara personal oleh Tuhan dan bukan dikirim dari keuskupan, KWI, ataupun Pastor Paroki,” tandas Uskup Padang ini.

Acara puncak peresmian ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional suku Dayak yang terbuat dari bambu “Kolintung” oleh Mgr John, Mgr Situmorang, Mgr Mencuccini, dan Kartius. Pemukulan Kolintung secara massal ini melibatkan 200 undangan yang turut mengiringi pemukulan kolintung berukuran besar sebagai tanda dibukanya IYD 2012.

Selain itu, digelar Drama Tari Musikal secara kolosal, berjudul “Pelangi di Bumi Daranante”. Tarian ini menjadi simbol keindahan dari keragaman etnis di Indonesia, seperti warna pelangi yang indah. Pertunjukan seni ini melibatkan lebih dari 200 personil, yang terdiri dari penari dan pemusik.

Selain pertunjukan tersebut, digelar juga pawai budaya yang melibatkan seluruh peserta IYD 2012 pada Selasa, 23/10. Mereka berjalan kaki dari Kantor Bupati Sanggau menuju Komplek Youth Center. Seusai pawai budaya, acara dilanjutkan dengan Ekaristi Pembukaan IYD yang dipimpin oleh tujuh uskup bersama 75 imam. Pada malam harinya, diadakan malam keakraban dengan penampilan “yel-yel” dari tiap keuskupan.

Aprianita Ganadi





Kunjungan: 1322
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com