Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Persatuan Umat Kristiani - Hidup Katolik

Persatuan Umat Kristiani

Jumat, 9 November 2012 14:51 WIB
Persatuan Umat Kristiani
[blog.beliefnet.com]

HIDUPKATOLIK.com - Setiap tahun pada tanggal 18-25 Januari kita rayakan sebagai Pekan Doa Sedunia (PDS) untuk Persatuan Umat Kristiani. Dalam Misa harian, hal ini diungkapkan dengan mendoakan PS 177. Tetapi selain doa itu, mengapa tidak ada kegiatan apa-apa lainnya? Mengapa diadakan PDS itu? Sebenarnya apa tujuan dan PDS itu? Bagaimana sejarahnya? Apakah hal ini khusus dilakukan oleh Gereja Katolik? Mohon penjelasan.

Hermien Victor, Malang

Pertama,
Pekan Doa Sedunia (PDS) untuk Persatuan Umat Kristiani adalah ibadat ekumenis internasional murid-murid Tuhan Yesus Kristus untuk menanggapi kehendak-Nya agar para murid-Nya saling mencintai (bdk Yoh 13:34-35) dan karena itu mewujudkan cinta kasih itu dengan kesatuan di antara mereka seperti halnya Yesus Kristus dengan Bapa adalah satu (Yoh 17:23-30). PDS dimulai tanggal 18 Januari, yaitu pesta St Petrus, dan diakhiri tanggal 25 Januari, yaitu pesta Pertobatan St Paulus. Penetapan PDS di antara dua pesta Soko Guru Gereja itu mempunyai arti simbolis untuk kesatuan itu sendiri. Pada saat ini gerakan ekumenis ini sudah diikuti oleh berbagai denominasi Kristiani, misalnya Anglikan, Protestan, Ortodoks, dan Katolik.

Kedua,
menurut Bapa Suci Benediktus XVI, “kesatuan penuh itu bersifat hakiki untuk hidup dan perutusan Gereja di dunia.” Kesatuan itu bukan hanya keakraban, persahabatan atau kebersamaan, tetapi benar-benar kesatuan sempurna. Cinta kasih di antara para murid menunjukkan sikap kemuridan mereka. Karena itu adanya perpecahan dan perselisihan di antara murid Yesus Kristus merupakan batu sandungan untuk kesaksian para murid Yesus tentang ajaran Sang Guru. Tanggal 23 Januari 2008, Pimpinan Tertinggi Gereja mengatakan bahwa “dunia ingin melihat ‘wajah Allah,’ tetapi hanya dalam kesatuan orang-orang kristiani hal ini bisa ditunjukkan.”

Bapa Suci juga mengingatkan bahwa kesatuan itu “pertama-tama adalah anugerah Tuhan” karena itu semua murid Tuhan harus “tanpa kenal lelah dan dengan setia memohonkan dalam doa, dengan mengesampingkan keprihatinan kita sendiri dan mengutamakan keprihatinan Yesus” dan harus “menanggapinya dengan murah hati.”

Karena itu Paus Benediktus XVI, dalam audiensi tanggal 21 Januari 2009, mendorong agar semua orang Kristiani bergabung dalam Pekan Doa Sedunia ini untuk mengakhiri perpecahan di antara para pengikut Kristus. Bapa Suci juga memimpin ibadat sore ekumenis di Basilika St Paulus di luar tembok pada upacara penutupan PDS 2009 ini, tanggal 25 Januari 2009.

Ketiga, PDS digagas tahun 1908 oleh Pastor Paul Wattson, seorang imam Anglikan dari Amerika Utara sebagai “Delapan hari doa untuk Kesatuan Kristiani.” Komisi Faith and Order dari Dewan Gereja-gereja Sedunia mulai mempublikasikan “usulan untuk 8 hari Doa untuk Kesatuan Kristiani tahun 1926. Tahun 1966, komisi ini mulai bekerja sama dengan Sekretariat dari Gereja Katolik (di Vatikan) untuk Memajukan Kesatuan Umat Kristiani. Baru tahun 2004, dipublikasikan teks bersama untuk doa dan usulan kegiatan PDS.

Keempat, setiap tahun ditetapkan sebuah tema untuk PDS, misalnya untuk tahun 2009 ini “Agar mereka menjadi satu dalam tangan-Mu” (Yeh 37:17), tahun 2008 “Tetaplah berdoa” (1 Tes 5:17), tahun 2007 “Ia menjadikan yang tuli mendengar, yang bisu bisa berkata-kata.” (Mrk 7:37). Tema utama ini kemudian diuraikan dalam tema-tema kecil dengan dukungan teks Kitab Suci, doa-doa untuk ibadat dan bahan renungan yang sesuai.

Juga disiapkan dan diterbitkan bersama bahan-bahan PDS oleh Dewan Kepausan untuk Memajukan Kesatuan Umat Kristiani dan Komisi Faith and Order Dewan Gereja-gereja Sedunia, berupa renungan ataupun usulan kegiatan yang bisa digunakan untuk ibadat atau kegiatan-kegiatan lain untuk mewujudkan gerakan ekumenis mewujudkan kesatuan Gereja tersebut. Maka, sebenarnya tidaklah cukup kalau Pekan Doa Sedunia ini kita hanya diisi dengan doa tanpa kegiatan konkret lainnya. Gerakan ekumenis ini mengundang agar kita menemukan kesempatan-kesempatan yang tepat sepanjang tahun untuk mengungkapkan rasa kesatuan yang sudah dihayati oleh Gereja-gereja.

Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM





Kunjungan: 875
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081290781618 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Karir | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com