Hidupkatolik.com
Hidupkatolik.com


Pewarta Awam - Hidup Katolik

Pewarta Awam

Minggu, 1 Maret 2009 11:07 WIB
Pewarta Awam
[HIDUP/Agustinus Sudarmanto]
Agustinus Handoyo

HIDUPKATOLIK.com - Wakil Ketua Badan Pelayanan Keuskupan Pembaharuan Karismatik Katolik Keuskupan Agung Jakarta (BPK PKK KAJ), Bidang Pembinaan, Agustinus Handoyo (40), mengemukakan bahwa pewartaan yang menyegarkan berdasarkan pada pengalaman yang otentik.

”Pengalaman yang dialami seseorang bersama Yesus Kristus. Tidak perlu belajar dari pendekatan atau teori tertentu,” ungkapnya. Lain halnya, bila seseorang harus mewartakan sesuai dengan tema tertentu, yang belum pernah dialaminya. ”Pewartaan menjadi kering karena dipaksakan,” ujarnya.

Handoyo mengemukakan, ada perbedaan antara pewartaan yang dilakukan awam dan imam. Dalam Perayaan Ekaristi, imam harus mewartakan sesuai dengan tema liturgi. ”Padahal, tidak semua pastor ’oke’ dengan bacaan tersebut karena belum tentu sesuai dengan pengalamannya,” urainya.

Sedangkan pewartaan yang dilakukan awam biasanya berlangsung dalam persekutuan doa. Mereka bebas memilih perikop-perikop Kitab Suci. Pertama, mereka mengalaminya. Kedua, mereka melakukan studi kasus secara sederhana. Dan, ketiga, mereka menggunakan bahasa yang mengumat. ”Pewartaan menjadi lebih hidup karena disertai dengan kesaksian,” tandas Handoyo.

Sekolah Evangelisasi
Untuk menjadi pewarta awam, BPK PKK KAJ menyelenggarakan kursus-kursus di Sekolah Evangelisasi dan Sekolah Bina Lanjut. Selain itu, awam bisa mengikuti Pelatihan Public Speaking yang kemudian bisa dilanjutkan dengan Pelatihan Pewarta Mimbar.

”Untuk menjadi pewarta mimbar, umat harus mendapat rekomendasi dari pastor paroki atau pastor moderator dari komunitasnya,” papar Handoyo.

Setelah itu, mereka bisa melayani persekutuan-persekutuan doa se-KAJ. ”Asalkan nama mereka tercantum dalam buku daftar nama pewarta yang dikeluarkan BPK PKK KAJ,” urai Handoyo. Setiap tiga tahun sekali, buku tersebut diperbarui. Dewasa ini, terdaftar 250 pewarta awam yang tersebar di semua dekanat KAJ.

Pertemuan pembinaan
Setelah melalui proses bina lanjut, para pewarta perlu mengikuti pertemuan-pertemuan berkala. Dalam setahun, ada tiga pertemuan pembinaan yang diselenggarakan oleh BPK PKK KAJ. ”Setahun sekali juga diadakan retret yang tema-temanya mendukung pewartaan,” jelas Handoyo.

Para pengajar di Sekolah Evangelisasi dan Sekolah Bina Lanjut adalah mereka yang pernah menjalani training di Filipina. ”Para pengajarnya kebanyakan awam,” imbuh Handoyo.

Untuk pembinaan berkala, BPK PKK KAJ mengundang pakar-pakar, seperti Pastor Franz Magnis-Suseno SJ dan Vikep KAJ Pastor Yohanes Subagyo Pr.

Meski para pewarta kerap bergaya seperti ”pendeta”, BPK PKK KAJ tidak pernah mengundang pendeta menjadi pengajar. ”Tapi, perjumpaan dan persinggungan dengan agama lain pasti terjadi. Sebagai masyarakat kota besar, sangat mungkin mereka juga ”belajar” dari pendeta tetapi tidak secara formal,” ungkap peraih gelar Master Teologi di Filipina ini.

Handoyo mengungkapkan, bukan tidak mungkin para pewarta awam membaca buku-buku pewartaan non-Katolik. Mengingat minimnya buku-buku pewartaan berbahasa Indonesia yang sesuai dengan ajaran Katolik. Sementara buku-buku pewartaan non Katolik bisa diakses sedemikian mudah, dengan bahasa yang menyapa, dan latar belakang yang sama. ”Tidak tertutup kemungkinan, para pewarta juga membaca buku-buku yang tidak berimprimatur sebagai referensi untuk memperkaya gaya pewartaannya,” pungkasnya.

Agustinus Sudarmanto




Kunjungan: 645
Loading...
Loading...
Redaksi membuka kesempatan kepada pembaca untuk mengajukan pertanyaan atau topik yang dikehendaki untuk dijawab atau dijelaskan dalam rubrik Konsultasi Iman atau Konsultasi Keluarga. Kirimkan pertanyaan atau tanggapan anda melalui email ke: hidup@indo.net.id atau SMS ke nomor 081318544200 atau melalui pos ke Redaksi Majalah HIDUP Jl Kebon Jeruk Raya 85 Batusari, Jakarta 11530, Fax: 021-5485737.
lazada indonesia
lazada
© 2011 hidupkatolik.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Email 1 | Email 2
     

Hidupkatolik.com